Gak nyangka sama sekali, setelah 6 hari buku gue keluar, buku Radikus Makankakus udah cetak ulang yang kedua. Terimakasih buat temen-temen yang udah beli bukunya (yang minjem, awas lo! Hehe). Owe you to you guys! Eniwei, kegiatan promosional buku ketiga gue dibuka dengan dua talkshow ini:
1. Gramedia Bintaro Plaza
Minggu, 9 September 2007
Pukul 16.00
2. TM Bookstore, Depok Town Square
Sabtu, 29 September 2007
Pukul (To Be Announced)
Sampai ketemu di sana yaaa!
Selain itu, beberapa bulan ke depan gue akan ada seminar di Universitas Sahid dan Universitas Indonesia. Gue juga, masih tentatif, akan ada talkshow bareng dengan Pameran Buka Buku Production di Semarang, Solo, Surabaya, Jogja. Kalau ada tempat lain yang mau ngundang boleh-boleh aja. Hehe. Semua pemberitahuan akan dilakukan dari website ini.
Lanjut, ngomong-ngomong soal seminar, seminar gue di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI cukup menyenangkan. Pesertanya antusias, walaupun gue rada kebanting sama pembicara yang lain (pembicara yang lain adalah praktisi TV dan media cetak yang sudah tidak muda lagi, sedangkan gue? Pembicara paling idiot). Gue ngasih seminar membahas media on-line dan makalah gue ngomongin soal Blog dan Citizen Journalism.
Ada satu ide yang gue tawarkan bagi kalian-kalian para blogger di luar sana dalam makalah gue, yang gue ingin bagi di sini. Yaitu dengan memposisikan blog sebagai sebuah produk. Intinya sih gini, jika kita memperlakukan blog sebagai produk, kita bisa memaksimalkan traffic ke dalam blog kita dengan strategi-strategi pemasaran yang efektif. Bisa dengan guerilla marketing dengan nyebar-nyebarin viral mail ke mailing list, jaringan friendster yang oke, atau mungkin gimmick yang keren bisa ngebuat blog kita semakin dibaca orang.
Strategi menemukan “nafas” dan diferensiasi blog yang tepat juga bisa membantu blog kita semakin “laku”. Misalnya, dalam ilmu pemasaran ada yang namanya Blue Ocean Strategy, yaitu bagaimana kita membuat blog kita jadi benar-benar berbeda sehingga kita hanya berlayar di “samudra biru” yang kosong melompong bukannya “samudra merah” yang sudah berdarah-darah karena kebanyakan kompetisi. Blog-blog yang ada di “samudra biru” seperti ini biasanya laku keras.
Contohnya, ada satu blog tentang cewek panggilan di London yang laku keras, bukan karena tulisannya bagus atau gimana ya, tapi karena tema yang dia tawarkan beda dan belom ada blog serupa di luar sana. Blog jktstreetlooks yang menampilkan foto-foto baju orang yang oke juga beda dan lagi jadi bahan omongan yang “hot” banget di antara temen-temen gue yang fashionista.

Berhubungan dengan teknik pemasaran yang tidak lazim, ada satu taktik yang gue lakuin sewaktu masih zaman-zaman dulu ngeblog untuk mendapatkan traffic yang banyak ke dalam website gue. Waktu itu ceritanya lagi heboh foto panas Bjah dan Sukma Ayu. Gue pun memasukkan kalimat “foto panas Bjah dan Sukma Ayu ada di sini” di dalam blog gue, padahal gak ada sama sekali. Hasilnya? Begitu orang-orang mesum mencari di google dengan keywords “foto” “bjah” atau “sukma ayu”, yang keluar justru website gue! Dalam sehari gue dapet lonjakan pengunjung sampai 2000 orang. Katakanlah sesial-sialnya 10% dari mereka jadi suka sama blog gue, berarti gue dapet tambahan 200 orang per hari. Kesimpulan dari kasus Bjah dan Sukma Ayu ini ada dua: 1. strategi gue berhasil, 2. orang Indonesia kebanyakan yang mesum. Hehe. (Makasih yah Bjah, gara-gara lo mesum blog gue jadi rame).
Ada case study dan pointers teknik-teknik lain yang gue masukin dalam makalah gue,
tapi kayaknya kepanjangan buat dimasukin ke sini.
And in all, kuliah gue udah dimulai lagi. Ini berarti membagi waktu lagi dan menemukan sela untuk kuliah sambil bekerja. Agak berat juga sih, mengingat semester kemaren gue sempet sampe kena gejala typhus gara-gara kecapean kuliah dan kerja. We’ll see how it goes.
Oh ya, untuk menutup, dan masih berhubungan dengan blog, gue baru menemukan terminologi baru buat orang yang suka nulis pengalaman sehari-harinya di blog: escribitionist. Escribitionist artinya “orang yang suka menulis pengalaman sehari-harinya melalui medium internet”. Nah lho, berarti gue escribitionist tulen dong? Mending lah dibandingin jadi exhibitionist. Hehe.