Pre-Order Babi Ngesot Di Buka
March 18, 2008 , 7:54 amDengan ini pre-order (pesen duluan sebelum bukunya ada di toko-toko buku) buku terbaru gue berjudul Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang berbonus kaus, resmi dibuka. Penerbitnya buku gue kali ini adalah Bukuné. Seluruh pemesan pre-order akan mendapatkan tanda tangan. Namun, hanya 150 pemesan pertama akan mendapatkan hadiah gratis kaus Babi Ngesot senilai Rp 30.000 (kamu TIDAK HARUS MEMBAYAR untuk kausnya). Pemesan duluan juga akan mendapatkan bukunya terlebih dahulu sebelum nongol di toko buku akhir bulan nanti.
=====
Prosedurnya:
1. Transfer biaya pembelian buku Babi Ngesot Rp 32.000, plus ongkos kirim. Untuk Jabodetabek ongkos kirim Rp 10.000, pulau Jawa/Sumatra/Bali Rp 15.000, di luar itu Rp 20.000. Uang tersebut dikirimkan ke Rekening BCA 714.030.9987 a.n PT Kawahmedia.
2. Fax bukti pembayaran ke nomor 021-74863332 atau 021-74863334. Bukti pembayaran ditujukkan ke Sulis. Di bukti pembayaran tersebut cantumkan nama dan alamat lengkap untuk pengiriman buku, ukuran kaus (S/M/L, sesuai dengan persediaan), serta nomor telepon yang bisa dihubungi (lebih baik HP). Tanpa bukti pembayaran, buku nggak bakalan dikirim. Setelah bukti pembayaran di-fax, baru pemesan masuk ke dalam urutan.
3. Masih bingung? Langsung aja hubungi Sulis di nomor telepon 021-7451644 atau kirim email ke kawahmedia@gmail.com. Hanya bisa dihubungi pada jam kerja.
4. Sistem pembelian dengan cara pre-order ditutup tanggal 10 April 2008 pukul 17.00 WIB. Bukunya akan diantarkan paling lambat tanggal 21 April 2008, lebih cepat dari toko buku.
=====
Cover bukunya seperti ini:

Design kausnya seperti ini (warna dasar dapat berubah):

Bukunya sendiri masih sama kayak tiga buku sebelumnya, cerita-cerita pengalaman bego gue ditulis dengan gaya komedi. Ada pengalaman tentang dunia hantu (Bab Merinding Disko, Babi Ngesot). Ada cerita adek-adek gue (Bab Ingatlah ini Sebelum Meminta Dipijit. Surup-Menyurup), cerita masa SMA (Bab Asal Jangan Jadi Perkedel), cerita pas di Adelaide (Kucing Jawa, Ketekku Bertahanlah!, Itu Kan…), dan lain-lain. Semuanya cerita nyata. Dimensinya masih sama kayak dua buku terakhir (11,5 x 19 cm). Tebal bukunya kira-kira sedikit lebih tebal dari Radikus Makankakus.
Oke dehhhh, happy pre-ordering! ![]()
Akhirnya Tumbang Jugaaaaa
March 14, 2008 , 8:12 amWhoa! Gak nyangka, komen posting kemaren sampe 1000-an. Jangan takut dan jangan kentut, gue udah bacain semua komennya sampe mata gue juling (sekarang gue bisa ngeliat ke kanan dan kiri dengan bersamaan… akulah Radith si manusia bunglon!). Semua komentar temen-temen jadi bahan diskusi buat gue dan tim produksi filmnya. Banyaknya komennya ini berarti banyak orang yang peduli sama film Kambingjantan and I’m really-really-really grateful for that. Makasih buat supportnya yah, ini ngebuat kita semua semangat. You’ve been great friends. Uooooh!
Eniwei, long weekend kemaren jadwal gue supersinting. Jumat gue ke Javajazz pulang jam 2 pagi, lalu gak tidur berangkat ke Yogyakarta buat seminar dan pulang hari itu juga (Sabtu). Hari Minggunya, gue ngisi acara untuk pelatihan cerpen yang dibikin Kawanku. Hasilnya: hari Minggu malem gue badan panas. Gue resmi paratipes dan tiga hari dirawat di rumah sakit Medistra! Aku tipes.. Oh aku tipes…
Sisi baiknya, dirawat di rumah sakit memaksa gue untuk istirahat total. Nyokap gue, yang sempet menyuruh gue istirahat di minggu-minggu lalu merasa menang. Dia emang sering banget ngomong, “Sekali-sekali istirahat dong”. Bersama dengan kalimat lain yang sering dia ucapkan: “Kamu jangan lupa olahraga”, “Jaga kesehatan”, dan “Dikung, kenapa kamu make baju prom mama lagi?” Hehehe.

diinfus pake aer got
Sayangnya, ada pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan sakit yang gue derita. Edgar, misalnya. Pagi-pagi di rumah dia bilang ke nyokap, ‘Ma, aku gak sekolah dulu ya hari ini, mau nemenin Abang di rumah sakit.’ Edgar pun dateng ke rumah sakit. Ngeliat dia dateng dari pintu kamar dan nemenin gue, gue terharu. Walaupun kepalanya yang tidak proposional terlihat lebih besar badannya… sangat menggangu pemandangan. Gue bilang ke Edgar…
Gue: (terharu) Gar, kamu baik banget mau nemenin Abang.
Edgar: (santai) Sebenernya aku males, Bang.
Edgar menjelaskan rencana busuknya ke gue yang lagi terbaring dengan tak berdaya.
Edgar. Aku nyari alesan biar gak sekolah aja. Aku bilang aja ke mama aku mau nemenin Abang.
Gue: Hah?
Edgar: (mengeluarkan nintendo DS) Aku mau maen game aja di sini.
Gue: …
Edgar pun mengeluarkan nintendo DS dan bermain di sofa. Gue sadar, ternyata gue hanya jadi pion catur dari permainan strategi kelas atas Edgar untuk menghindari masuk sekolah. Astaga, Edgar adalah anak SD yang luar biasa cerdik berakal bulus tinggi. Oh mama-papa, monster apa yang telah kau ciptakan ini? MONSTER APA YANG TELAH KAU CIPTAKAN INI???!!! Ehm. untung tangan gue diinfus, kalo engga gue udah ngelempar Edgar dari jendela.
Banyak temen-temen yang dateng ngejenguk, Kak Tere penyanyi yang kebetulan juga kakak sepupu gue dateng bawain roti Crystal Jade yang enak banget. Kita ngobrol-ngobrol soal musik, politik, dan segala macemnya sampai jam sepuluh malem. Kak Tere pulang, dateng Mbak Tyas sama orang-orang yang akan terlibat di film Kambing Jantan. Kita ngobrol sampe jam setengah dua belas malem ngomongin film dan ini-itu. Ini mah namanya bukan istirahat, ini namanya rapat-dengan-tangan-diinfus!
All in all, gue dirawat tiga hari di rumah sakit,
tapi tetep aja sepuluh menit keluar dari Medistra gue udah jalan-jalan di Ratu Plaza nyariin DVD baru.
Eniwei, sewaktu gue sakit, ternyata cover buku keempat gue, Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang, udah disetujuin. Konsepnya sih sederhana, gue adalah si Babi Ngesot yang dimasukin ke dalam botol (atau galon Aqua dalam hal ini). Idenya didapat dari acara Pemburu Hantu yang sempat fenomenal itu, tau kan… lima orang pake baju silat loncat-loncat ke sana-sini buat masukin jin ke dalam botol. Cover ini nanti yang akan dikembangkan untuk design kaosnya.

kata orang-orang: “kalo ada kontes mirip babi, Radith juara 1.. Babinya juara 2″
Untuk pre-order (pesan duluan) belom bisa diberitahukan di sini, soalnya jadwal terbit molor gara-gara kita ganti konsep cover + judul. Ganti konsep cover ngebuat konsep kaos juga jadi molor, EFEKNYA pre-order-nya juga molor. Sedikit bocoran soal pre-ordernya, nanti kaosnya hanya jadi bonus buat 150 pemesan pertama, tapi pre-ordernya dibuka sampai entah pemesan ke berapa. Pre-ordernya juga dapet bonus tandatangan. Menurut jadwal sih pre-order bakalan dibuka minggu depan. Seperti biasa, kalo ada kabar apa-apa pasti gue posting di sini.
Oh ya, di buku ini, seperti gue sebutkan sebelumnya, Dio (komikus untuk komik KJ) bakalan nyumbangin satu halaman komik di tiap bab buku tersebut. Gambarnya keren-keren dan lucu-lucu. Ini salah satunya untuk salah satu bab berjudul “Ingatlah ini Sebelum Meminta Dipijit”. Mudah-mudahan bisa jadi hiburan sebelom buku keempatnya benar-benar beredar di pasaran.

aslinya, pala gue gak segede ini
So, sekarang buku Babi Ngesot udah lewat tahap editing dan lagi di-setting layout dalemnya. Design kaosnya juga lagi digodok kita sih pengennya kualitasnya bener-bener bagus, lebih bagus dari kaos Radikus Makankakus. Oke deeeh… Sampai jumpa di post berikutnya!

