Foto-Foto Ini lho…

UPDATE:

Dear readers,
gue ada talkshow di Semarang, ini jadwalnya ya..

Sabtu, 3 Mei 2008
14.00 – 16.00 WIB Talk Show Gramedia Pandanaran

Minggu, 4 Mei 2008
12.00 – 4.00 WIB Talk Show Gramedia Java Mall

See ya there! :D

Jadi ceritanya gue baru nemu lagi external hard drive gue yang lama, yang gue punya dari zaman masih di Adelaide dulu. Di dalem external HD itu, selain draft tulisan yang gak jadi-jadi, tugas kuliah, ternyata ada juga foto-foto dari tahun 2002. Masih agak nyambung, kebetulan belakangan ini gue dapet banyak email dari pembaca yang sudah selesai baca Babi Ngesot, menanyakan tampangnya Pito dan temen-temen lain yang gue ceritain di buku itu.

Pito, dalam buku Babi Ngesot, gue ceritain di bab Asal Jangan Jadi Perkedel, dia juga nongol di buku-buku gue yang lain. Bagi yang penasaran sama tampangnya Pito, ini foto dia, gue, dan Rizal dulu sewaktu gue baru lulus SMA. Pito yang paling kiri. Lihatlah tampang-tampang kami, anak sekolah yang baru lulus SMA, mencari sesuap nasi dan sejumput gadis manis (kok berasa geli banget ya).


kami tidak saling mencintai

Sekarang Pito bekerja di Frisian Flag (susu bendera). Gue sih gak heran, dari SMA Pito emang suka sekali dengan segala hal yang berhubungan dengan susu. Ada yang mau sama Pito? Jangan deh mendingan.

Sekarang, giliran Harianto. Harianto gue ceritakan berulang-ulang, seinget gue sih dia cuman nongol di buku Kambingjantan sama Babi Ngesot. Harianto juga akan nongol lagi di Kambingjantan versi Komik dan di film layar lebarnya (kita belom tau siapa yang bakalan memerankan Harianto, tungguin aja ya). Ini poto Anas, Harianto, dan gue waktu di Adelaide dulu.


Har, isep Har! ISEP!

Gue juga dapet email-email seperti ini:

email dari Horta R

kk dika. blh minta potow pas masi sm/smp,,
soalna di buku kk,,
byk crita smp/sma aku pnasaran ama
kk mukanya dulu gmn,,
hidup edgar,,

Oke deh Ramos. Setelah ngubek-ngubek external HD gue, ini foto-foto gue zaman SMP dan SMA. Di buku Babi Ngesot, cerita gue zaman SMA ada di bab Asal Jangan Jadi Perkedel, Merinding Disko, dan lain-lain. Sedangkan, cerita pas zaman gue SMP ada banyak di Cinta Brontosaurus. Ini foto yang dibuat pas gue kelas 3 SMU dulu.


sebenarnya lagi make rok

Lalu berikutnya, ini foto gue SMP, gue inget banget gue ngambil foto ini di Blok M Plaza, di foto box gitu. Hahahaha. Cemen abis. Perhatikan mukanya yang tiada berdosa. Gue juga inget, ini adalah foto andelan gue pas zaman SMP pas lagi kenalan sama cewek-cewek. Kalo udah nerima poto gue (waktu itu ngirimnya lewat email, belom ada friendster) mereka bilang, ‘Lo lucu banget, ketemuan yuk.’ Nah, pas udah ketemu, mereka akan berkata, ‘KOK BEDA AMA FOTONYA!’ Telepon gue secara misterius di-reject terus. Banyak yang ganti nomor. Monyet.


muka kartun (mutun) abis

So that’s that!

Ngeliat muka gue yang pas muda sangat lucu, gue jadi berkesimpulan… kayaknya, perkembangan muka gue seperti grafik evolusinya Darwin, tapi kebalik. Makin gede makin abstrak. Hehehe. :D

My Inspiration…

Baru aja ngebukain link-link dari orang yang ninggalin komen, dilanjutin dengan blog walking, eh nemu beberapa review tentang Babi Ngesot, gue pajang di sini yaaa:

Dari http://rikaokd.blogspot.com

Emang, dia punya segudang kisah nyata yang gokil that’s very very funny to tell, but sometimes hal-hal yang ia ceritakan juga sering terjadi di kehidupan kita semua! So I’m totally disagree klo ada yang bilang dika bisa beken karena kebetulan aja punya kehidupan yang seru, no no! He’s a real writer, sebuah cerita/topik biasa bisa jadi kocak karena cara penulisannya yang emang asik. Banyak juga orang-orang tolol di luar sana selain dika, tapi cuma dika yang bisa menyuguhkan ketololannya dengan sangat apik (ini murni pujian)!

Dari http://linuxgembel.wordpress.com

Perlahan halaman demi halaman pun anda buka, anda pun segera terhanyu dalam syndrom limit mendekati imbisil. Anda pun mulai tertawa kesetanan, mata anda pun mulai berair, dan perlahan lahan anda pun mulai terjatuh ke tanah. Bergulin guling tertawa girang sampai perut anda lepas dari persendiannya (emang ada gitu sendi perut?). Pingsan dengan mulut berbusa, masih memegang buku Babi Ngesot. Tragis!!!

… Dan pendapat saya pribadi, buku ke empat ini yang paling lucu dari semua buku karangan Raditya DIka. Buku ini masih berisi cerita keseharian seorag pengawal presiden dalam perjuangannya mempertahankan negara dari serangan gerombolan banci salon yang bermutasi menjadi Kangen Band (WOII!! Fokuss WOi!! ). Just kidding!! Buku ini masih bercerita tentang keseharian raditya dika dan segala kekonyolan yang berputar didalamnya. Mulai dari cerita pijet pijetan menantang maut dengan adik (sisters from HELL!!) sampai ketemu setan di rumah.

Temen lain yang review: Paams, Ridu

Ada yang nge-review Babi Ngesot lagi?
Kasi tau gue ya.. ntar linknya gue taro di postingan berikutnya.

Selanjutnya, akhir-akhir ini gue sering dapet email seperti ini:

Email dari Rizal Al Islam

ola gw anak sidoarjo penulis juga sih tapi bukan penulis humor ,emang gw baru 13 thn ,nama gw januar abu rizal al islam panggil aja rizal ,gw cuma ngasik komentar klo humor lo lucu abis ,gw mo tanya nih gw ini pingin kirim dari sidoarjo ke penerbit cerita misteri {macam harry potter gitu deh} tapi gak tau giman caranya biar masuk abis tulisan gw jeleeeeeeek abiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis! boleh nggak bagi pengalamanya ,secara gw masih kelas 7 smp so boleh dong aku berguru pada kak raditya bls gpl aku pingin jadi orang tersesat kayak kakak. baaaaaaaaaaaaalaaaaaaaaassssssssss

Hai Rizal, biar tulisannya bagus sih yang jelas harus banyak-banyak referensi bacaan. Gue merasakan manfaatnya banyak referensi. Cinta Brontosaurus, misalnya, itu sebenernya format cerpen/essai-nya terinspirasi dari penulis komedi David Sedaris. Untuk komedi observasional yang jadi ciri Radikus Makankakus dan Babi Ngesot, gue banyak terinpirasi dari buku-buku stand-up comedian kayak Rock This – Chris Rock sampai ke Seinlanguage – Jerry Seinfeld. Kalau untuk buku bacaan mengenai menulis yang baik, kitab suci gue adalah: The First Five Pages dan Self Editing for Fiction Writers. Untuk menulis komedi, kita suci gue adalah Comedy Writing – Judy Carter. Buku lokal juga banyak kok yang memberikan masukan tentang menulis.

Kalo katanya AS Laksana, bos gue dulu, perjalanan seorang penulis adalah perjalanan seorang pembaca. Si penulis, dengan banyak membaca, dia akan menyerap ilmu dari bacaan-bacaan tersebut (bukan menjiplak). Dia akan ngerti dari mulai bagaimana cara menulis kalimat yang efektif, membuat paragraf pembuka yang membuat pembaca terus membaca tulisannya sampai habis. Katanya AS Laksana, “William Faulkner dan Ernest Hemingway belajar dari cara Sherwood Anderson berkisah. Hemingway dan Faulkner saling mengejek dan keduanya sama-sama peraih Nobel. Gabriel Garcia Marquez memungut teknik Faulkner dan mengagumi Hemingway dan kemudian memberontak. Peniruan di awal-awal kelahiran adalah proses yang wajar; sewajar bayi menirukan apa saja yang mengitarinya, sebelum akhirnya menjadi manusia dewasa yang berbeda dari manusia-manusia dewasa lainnya.”

Jadi, ingin menulis? Ya, langkah pertama.. biasakan membaca dulu. Menurut gue, penulis yang tidak membaca sama aja dengan sutradara yang tidak pernah menonton film. Selanjutnya ya belajar teknik menulis, nah itu pembahasan lain lagi. Hehe.

Nah, mudah-mudahan ini menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa di email gue.
Hope that’ll help you all aspiring writers. :D

Kucing Kucing di Cikatomas

Wah, makasih buat komen-komen positifnya tentang Babi Ngesot teman-teman! Senang rasanya udah capek-capek nulis tapi bisa menghibur pembaca. Hohoho. Seharusnya sekarang semua yang pre-order udah dapet bukunya, tapi kalo ada yang emang belom dapet juga, mohon konfirmasi lagi ke Kawahmedia ya. Belum yang dapet bukunya.. lusa nongol di toko buku!!!! YEAAH!!!

Oh ya, makasih juga buat pembaca pre-order pertama yang udah ngirim fotonya bareng kaos Babi Ngesot,
ini dari Helen Elyzabeth (lenz_spiXXX@yahoo.com) lagi ngesot:


kasian.. sungguh kasian

Lanjut, persoalan lain.

Temen-temen yang baca bab Cinta Kucing di buku Cinta Brontosaurus mungkin masih inget Neko, kucing Persia keluarga gue yang gila karena cinta. Dia jatuh cinta sama seekor kucing kampung tetangga, dan dia pun pergi membabi buta mengucing buta meninggalkan kami, keluarganya. Memang cinta itu buta.. membuat tai rasa coklat (makanya Neko jadi seneng makan tai kali ya?! Entahlah). Kisah Neko adalah contoh kisah Romeo dan Juliet versi kucing: Neko dengan kasta yang lebih tinggi bisa jatuh cinta dengan kucing tetangga yang hanya rakyat biasa. Mengharukan. Kami mencari dan mencari dan mencari tapi sampai saat ini… Neko tidak dapat ditemukan di mana-mana, kawan. Dia hilang… Dia telah.. Hilang.

Bagi yang penasaran sama tampang Neko, ini profilnya:


pulanglah Neko, emakmu kangen padamu

Nama: Neko
Nama Lengkap: Neko Sudjamoko (buset, namanya manusia banget)
Tempat tanggal lahir: tidak diketahui
Hobi: Makan makanan kucing
Lagu Favorit: Kelakuan si Kucing Garong – Trio Macan
Artis yang ingin dikunyah: Mickey Mouse

Duh, Neko sekarang di mana ya? Lagi apa ya? Jadi kangen sama Neko. Neko, seandainya aja lo lagi baca tulisan gue ini, tolong cepet pulang yah, Nek. Anggi-Ingga butuh elo. Yudith kangen banget ama elo. Gue pengen ngebanting-banting lo lagi. Neko… Tiap hari kami merindukan elo, perut lo yang gede di belakang, kaki lo yang pengkor. Edgar kangen masa-masa dia masukin lo ke lemari dia, ke laci meja, makan makanan kucing bersama-sama. Pulanglah kawan.

Ehm,
hidup harus terus berjalan.

Perkenalkan Alfa, kucing keluarga kita yang baru. Kucing ini hadiah untuk Yudhit dari temennya. Pas gue pulang dari Purwokerto, gue shock mendapati Alfa yang lagi menjret di teralis jendela kamar. Dia lucu sekali, tapi masih takut-takutan gitu. Kalo gue kejar, dia lari-lari. Gue coba gendong eh dia malah meloncat. Dia juga sombong, gue sapa Assalamualaikum eh gak jawab (ya iyalah).


aku suka ikan asin

Nama: Alfa
Nama Lengkap: Alfamart (ini kucing apa supermarket?)
Tempat tanggal lahir: tidak diketahui
Hobi: Lari ke sana sini
Lagu Favorit: Aksi Kucing – White Shoes and The Couples Company
Cita-cita: Insinyur

Satu-satunya kekurangan Alfa dia masih belom apal namanya. Kalo dipanggil-panggil dia gak pernah nyaut, ngeloyor aja. Dia juga sangaaaaat takut dengan manusia, dia hanya percaya sama Yudhit. Kalo dipanggil Yudhit baru deh nyaut. Gue belom berteman akrab sama Alfa, soalnya gue juga jarang di rumah, moga-mogaan kita bisa jadi teman baik. Gue sih sebenernya agak takut sama nasibnya Alfa, soalnya track record binatang di rumah gue selalu berakhir dengan tragis. Alfa, selamat datang di mimpi burukmu. Mhuahahahahahahah. Ehm.

Masalah lainnya, mengenai plagiarisme yang gue tulis di posting sebelumnya, ternyata memang sama persis (kecuali nama tokohnya yang diubah). Gue sih udah melayangkan surat pernyataan keberatan, moga-moga semuanya bisa selesai dengan baik. Plagiarism is not cool! Hehe. Senangnya, editor gue untuk Cinta Brontosaurus juga mendukung gue -penulisnya- sepenuhnya. Thanks for backing me up, Mbak Windy. Oh ya, makasih juga buat temen-temen yang udah nyariin alamat + nomor teleponnya majalah Grey baik di email maupun comment: annisa hasanah, bagus, dll.

Ngomong-ngomong soal editor, Mbak Windy bentar lagi mau cuti. Duh, jadi pengen cuti juga. Pengen deh liburan kemanaaa gitu, sekadar melepas penat. Tiduran di pantai sambil menikmati hangatnya sinar matahari (dan melirik-lirik gadis berbikini).. Oh nikmatnya dunia… Ada yang menyarankan tempat enak untuk liburan? Hohoho.

Sementara, ada beberapa email seperti ini yang masuk ke gue:

Nia s.n

k Radith . . .tampilin fotonya Edgar, Ingga-Anggi, Yudhit dong . . .sama profil mereka ya . . .Katanya Anggi bisa bikin komik ya . . . ?mau liat dong . . .makasih k . . .

Nia, foto-foto mereka (kecuali Yudhit) udah pernah gue pajang di website ini, silakan diubek-ubek aja ya archive-nya. Kalo Yudhit, emang dia gak mau dipoto dan dipublikasikan. Gak tau kenapa, katanya, “Biarlah wajah Yudhit tetap menjadi misteri.” Yang jelas, dia cewek, bukan cowok. Oh ya, ini ada foto terbaru dari Ingga-Anggi, pas kemaren kita dateng ke perayaan festival jepang di Hotel Nikko:


bagai pinang diseruduk banteng

Oke deh..
Smell ya later!

Things That Make Me Worry

Hey readers.. duh,
ada dua hal yang mengganggu pikiran gue nih:

1) Pertama-tama mohon maaf banget buat yang emang belom dapet buku/kaos dari pre-order. Gue udah protes ke PT Kawahmedia, selaku distributor, mengenai keterlambatan ini. Menurut PT Kawahmedia, semuanya udah dikirim dari tanggal 15 April dengan menggunakan jasa perusahaan ekspedisi PT Indologistic. Jika semua sesuai rencana, dalam 3 hari semua rata tersebar. Tapi, ternyata pihak ekspedisi ngerjainnya eror sampai-sampai sampai kemarin banyak yang belom kekirim. Gue udah protes keras ke PT Kawahmedia dan PT Kawahmedia udah protes juga ke PT Indologistic.

Beberapa temen yang pre-order udah banyak yang dapet (makasih buat email yang bilang bukunya bagus. Met baca ya!), tapi kalo emang masih ada yang terlambat, gue sebagai penulis secara pribadi minta maaf. Tapi tenang aja, yang jelas semua pemesan pre-order pasti dapet sebelum buku Babi Ngesot nongol di toko buku (25 April). Kalau masih ada pertanyaan, langsung telepon dengan Sulis dari Kawahmedia di (021) 7451644/78883030. Hope that works well.

Di antara orang yang nerima udah nerima Babi Ngesot:

email dari Nurul Handayani:

bang dik bukunya udh aku terima hehe thx ya buat tanda tangannya walaupun kakaku bilang ‘ah buat apaan sih useless bgt’. tapi tasnya bakalan useful bgt. aku kira isinya cm buku doang eh ternyata dpt tas jg hehe thx ya bukune tasnya :) ceritanya separti biasa sangat menghibur ditengah kepenatan ujian, walaupun aku blm baca sampe abis hehe. ilustrasi komiknya KEREEEN! kayaknya aku ga bakalan nyesel deh hehe. thanks lg yah ;) -nrl

Saran gue buat Nurul: TAATILAH PERINTAH KAKAKMU. BERHENTI SELAGI BISA.
Ehm. Kirim dong fotonyaaaa.. Hehe.

Kalau ada temen-temen lain yang udah baca Babi Ngesot,
boleh absen di sini. :D

2) Kabar lainnya, mengenai kemungkinan adanya plagiarisme atas karya gue. Kemarin gue dapet email ini:

email dari Reina Imeilia Monoarfa:

ass. wr.wb.

sebelumnya, kenalin, gw rei, orang yang suka komen di blog mas radith dengan nama Rei,,mas,, di blog mas yang terakhir, yang judulnya Deg-Degan, ada komen dari ryo_kei,,yang mengatakan ada yang ngejiplak karya mas radith,, gw kasi taw aja, itu bener mas,,,jadi gini, ceritanya gw lagi baca majalah GReY,,trus ada cerpen yang judulnya Satu Sampai Seratus,, gw bacanya asik aja,, gataunya ryo_kei ikutan baca,,dan dia bilang, “Anjrit! Ini mah ceritanya Radit!” gw kaget denger itu,,trus langsung gw tanya ke authiz_luna alias luna *yang pernah komen di blog mas juga* trus waktu dy baca, katanya “Iya ini mah radit banget,, cuma diedit namanya doang,, kurang ajar!”

gitu mas,,yang ngejiplak itu bener2 cuma ngedit nama dan beberapa cara nulis,,seperti :Mas Radith nulis : “Di SMA 70 dulu…” dy nulis : “Di SMA gue dulu…”atau, di bagian akhir mas nulis : Bego. tapi dy nulis : BEGO!!!!!! selebihnya plagiat total. kurang ajar. cuma kata2 itu aja mas yang bisa keluar dari mulut gw.

mohon mas pertimbangkan,,sebagai orang yang udah tersesat di jalan mas, gw gak sudi banget cerita mas di acak2 n diplagiat kaya gitu,,makasih banyak mas buat dibacanya mail gw ini,,semoga mas semakin bayak menyesatkan orang,,

wass. wr.wb.

Terimakasih buat Reina,
dan segeralah kembali ke jalan yang benar.

Selain email di atas, gue juga dapet beberapa email + satu buah komen serupa. Tulisan yang (katanya) diplagiat adalah tulisan Satu Sampai Seratus di buku Cinta Brontosaurus dan dimasukkan ke dalam kolom cerpen di Majalah Grey (majalah anak SMA di Bandung). Gue sendiri belom baca tulisannya, jadi belom bisa ngasih komentar apa pun. Sekarang sih lagi harap-harap cemas. Ngapain juga jiplak karya gue? Mendingan juga jiplak karya yang pinter-pinter! (jangan ditiru).

Tapi tolong, kalau ada pembaca di Bandung yang punya konteknya Majalah Grey (gue udah coba search di google dapetnya nomor kantor yang tulalit) atau yang punya emailnya boleh tolong dikasih ke gue untuk gue minta klarifikasi. Kalau emang bener-bener plagiarisme, tentu akan ada tindakan lebih lanjut dari gue dan Gagasmedia. Sebego-begonya sebuah karya, tentu juga perlu dihargai kan? Hehe. -> ketawan banget gue jarang dihargain. :P

Anyway, I’m not really in a mood for writing,
lagi banyak pikiraannnnn (dua hal tadi, dan hal-hal yang tidak bisa disebutkan di sini. Hehe)…
tapi secepatnya gue akan segera sambung lagi dengan cerita lain. Stay around!

Toodle-oo! ;)

Deg-Degan

Menjelang Babi Ngesot keluar di toko buku (tanggal 25 bulan ini.. SEMINGGU LAGI!!!!!), gue makin deg-degan. Ini perasaan yang selalu gue rasain setiap buku baru mau keluar: gelisah. Kegelisahan yang paling utama sih jelas gelisah akan dibanding-bandingkan dengan buku lain. Tapi, menurut Christian Simamora (editor Radikus Makankakus), kita gak bisa memuaskan semua pihak akan ada yang suka buku kita yang ini, ada juga yang suka buku yang lama ada yang baru. Sedangkan, bagi gue, untuk melawan kegelisahan, biasanya gue pede aja. Selama gue pede dengan hasil karya gue, gak ada yang bisa membuat gue gelisah lagi.

Anyway, setelah nulis Babi Ngesot, kayak gue mau istirahat dulu bikin buku pengalaman pribadi. Biasanya, sebelum tidur gue pasti nulis entah satu atau dua halaman berisi cerita pengalaman pribadi untuk nanti dikumpulkan menjadi buku baru. Sekarang gue udah berhenti total. Gue mau istirahat dulu bikin buku model Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, atau Babi Ngesot. Gue mau konsentrasi ke tipe buku yang lain, seperti komik Kambingjantan yang lagi di-pending, nungguin Dio -komikusnya- selesai UAN (ayo beri Dio semangat biar lulus UAN di friendsternya). Pengen buat buku komedi yang bentuknya lain, tapi apa ya? Sambil mikir-mikir ahh.

On a lighter note, beberapa orang yang udah baca duluan Babi Ngesot sih merespon positif. Rata-rata mereka lebih suka Babi Ngesot dibandingkan Radikus Makankakus, entah kenapa ya? Entah kenapa juga, gue menemukan beda grup pembaca beda buku kesukaannya. Misalnya, anak-anak SMP/SMA biasanya lebih suka sama Kambingjantan karena, kata mereka, lebih spontan. Orang perbukuan (editor gue, penulis, editor penerbit lain, atau karyawan pada umumnya) lebih suka Cinta Brontosaurus. Radikus Makankakus biasanya langsung jadi favorit orang yang pertama kali baca buku gue. Kalau Babi Ngesot, keluar aja belum. Sedangkan, orang yang waras biasanya langsung beramai-ramai membakar buku gue. Hehe.

Ngomong-ngomong soal buku dan perbandingan,
ada comment seorang pembaca di postingan gue seperti ini:

inthemiso:
hai dika.. ? gw uda buku lo baca 3-3nya..
gue suka Radikus Makankakus
klo dika dr smuanya apa yg disuka.. ?

Hmmm kalo secara pribadi sih gue engga suka memperbandingkan buku gue. Gue memandang buku-buku itu seperti anak yang gue lahirkan. Jadi, masing-masing anak yah berbeda antara satu dengan lainnya. Suka, jelas suka semuanya. Semuanya punya ceritanya pembuatan sendiri yang menurut gue sangat menarik. Tapi, kalau boleh memilih cerita mana yang paling berbekas.. gue milih Di Balik Jendela, salah satu cerita di Cinta Brontosaurus yang menceritakan waktu gue naik bus setelah diputusin sama si Kebo. Jujur, gue waktu itu nulis di bus pake kertas notes dan pulpen. Rasanya gimanaaa gitu. Nulisnya sampai mencret air mata.. akhirnya gue dehidrasi dan pingsan (ekstrim). It is one of my favorite stories.

Salah satu pertanyaan lain yang sering gue dapet dan gak gue bisa jawab sampai sekarang justru: tulisan gue masuk kategori buku apa ya? Fiksi, jelas tidak. Tapi, non-fiksi juga gak mungkin gabung sama buku seperti Quantum Ikhlas, bisa-bisa buku Quantum Ikhlas meledak kalo ditaro berdampingan dengan buku gue. Memoar atau biografi, juga gak mungkin. Terlalu pendek untuk sebuah biografi. Dari semua pilihan itu, ternyata, di Jambi buku gue masuk ke dalam rak Misteri & Kejahatan. Sungguh, tempat yang cocok untuk buku ini!!!!! Mhuahahahaha (ketawa setan).


tempat yang cocok untuk buku pengundang arwah jahat

Begitu gue ngadu ke temen gue atas pelabelan buku gue sebagai buku Misteri dan Kejahatan, dia jawab simpel, ‘Liat aja di cover, tampang lu tampang kriminal, kali.’ Oh Tuhan, benarkah? BENARKAH? (sambil meraba-raba muka sendiri). Gue punya muka ini dari lahir (ya iyalah) dan gue tau banget: tampang gue bukan tampang kriminal. Tampang gue adalah tampang kiyut. Liat aja, foto berikut ini:


ABG yang tersesat

Gimana? Bukan tampang kriminal kan?
Btw, foto di atas adalah foto yang dipakai untuk profil penulis di buku Babi Ngesot (gak penting).

Topik lain lagi, sekarang design website ini sudah jadi. Designnya finalnya akan seperti yang kalian sekarang lihat ini. Gue dapet jatah ganti design dua kali setahun sama developernya, so… moga-moga selama 6 bulan bulan ke depan kalian suka dengan design yang ini. Gue ngambil yang simpel soalnya sebelum jadi buku, blog gue identik dengan ruang kosong dengan satu header di atas.

Salah satu perubahan major di website ini adalah pemasangan iklan (baca: adsense) dan spase promosi di bagian bawah. Hal ini gue nilai penting, soalnya gue bisa dapet uang yang akan gue investasikan kembali untuk perkembangan website ini. Sebuah website, semakin rame tentu biaya pengelolaannya semakin mahal. Jadi, mari sama-sama berkembang (dan bermain-main) dengan website ini.

Untuk film Kambingjantan, setelah komentar di postingan tentang kemungkinan pemeran film, kita kayaknya gak milih Raffi Ahmad. Perkembangan filmnya sampai saat ini, kita akhirnya dapet investor, setelah nyari-nyari investor dengan penuh perjuangan dan puasa selama lima menit… kita akhirnya dapat juga. Perkembangannya berlansung pesat, semuanya jalan terus. Kegiatan pre-produksi lagi dipersiapkan. Seharusnya gue ikut meeting sama Mas Rudi Soedjarwo pagi ini, tapi gue ternyata harus ngisi untuk pelatihan editor.. Huhuhuhu. But, all is well.

Oh ya, di rumah gue ada binatang peliharaan baru, si Yudhit baru dikasih kucing Persia sama temannya. Bagi yang udah baca Cinta Brontosaurus, pasti mengerti bagaimana Neko, kucing Persia yang kita pelihara tiba-tiba kabur karena masalah cinta. Apakah kucing ini akan bernasib sama dengan Neko? Entahlah, kita tunggu saja. Di postingan berikutnya gue bakalan tampilkan kucing yang menunggu mati yang beruntung untuk dipelihara kami sekeluarga itu.

So, see ya around!