Archive for January, 2009

Teaser #1

Comment by Email

di simpan di : film kambingjantan, jadwal talkshow
January 27, 2009 , 4:06 pm

Makasih buat yang udah ngeadd Facebook ketiga gue, yang belom bisa di add di http://www.facebook.com/people/Raditya-Dika-Tiga/1367115017 yaaa. Gue approve biasanya pagi dan sore. Thanks for being my friend, guys.

***

Beberapa hari yang lalu gue preview final cut film Kambingjantan,
yang udah dikasih ilustrasi musik oleh Dion Subiakto.

Hasilnya? Luaaaaaaar biasa. Gue puas banget. Ternyata dengan adanya musik, mood film jadi berubah banget. Scene yang emang udah bikin merinding jadi tambah bikin merinding (plus, pas lagi nonton kebetulan emang gue di bawah AC). Mantep. Yang gue suka adalah Dion tidak membuat musiknya jadi “keramean”. Musik yang ada di film dirasa sangat pas dan tidak menganggu adegannya.

Gue tau ilustrasi musik bakal penting banget soalnya sebelom nonton preview final cut film Kambingjantan, gue sempet nonton sebuah film yang musiknya rame bener. Tiap scene pasti ada musiknya, dan musiknya tuh PENUH ABIS.. ada drum, ada saxophone, banyak deh. Gue di bioskop udah sakit kepala dijejelin musik segitu rame. Adegan-adegannya jadi gak berasa penting karena kita ter-distract oleh musiknya. Gue takut banget Kambingjantan jadi seperti itu. Thank god we have a talented music scorer.

Ilustrasi musik untuk film Kambingjantan banyak diisi oleh suara petikan-petikan gitar atau piano, sesekali juga ada yang ngebeat. Gue paling suka bunyi-bunyian musiknya pas adegan sedih/romantis, itu bener-bener bikin anjing-anjingan banget. Pas adegan yang lucu-lucu juga ngebantu. So far I am happy with what we have now.

Sekarang deg-degan nungguin proses post-production selesai.
Berdoa, dimulai.

***

Talkshow Komik Kambing Jantan di Jakarta udah berakhir. Tapi bagi yang mau ngobrol-ngobrol bisa ikutin rangkaian talkshow promo film Kambingjantan. Ini yang paling deket:

    Talkshow “Memfilmkan Blog: Temu cast and crew film Kambingjantan”
    Jumat, 30 Januari 2009. 18.00 WIB.
    bersama: Rudi Soedjarwo, Raditya Dika, Herfiza Novianti, Sarah Shafitri, Edric Tjandra
    di Booth Kompas.com, Gramedia Fair, Istora Senayan.
    Talkshow “Membuat Skenario dari Blog ke Film”
    Sabtu 31 Januari 2009. 18.00 WIB.
    bersama tiga orang penulis skenario film Kambingjantan: Salman Aristo (penulis Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta), Mouly Surya (best director FFI 2008: Fiksi, best screenwriter FFI 2008), Raditya Dika (orang idiot)
    di Booth Kompas.com, Gramedia Fair, Istora Senayan.

Jadi ada dua talkshow, tempatnya sama, tapi beda hari. Yang tertarik belajar bikin film bisa dateng ke hari Jumat. Yang tertarik belajar bikin skenario bisa dateng ke hari Sabtu. Mau dateng ke dua-duanya juga boleh. Hehehe.

***

Bagi yang udah pernah baca Babi Ngesot (Bukune, 2008) mungkin tau bab Kucing Jawa di mana gue cerita soal band gue, Javacats. Kemarin gue baru tahu Darius bikinin gue video yang isinya dia mainin salah satu penggalan lagu Javacats di http://www.facebook.com/video/?of=754458526#/video/video.php?v=53898832655&subj=754458526 . And yes, I still remember it, Dar. Judulnya Funk You.

***

Ada artikel tentang gue di Nova Online di http://www.tabloidnova.com/article.php?name=/raditya-dika-berkah-si-kambing-jantan&channel=profil. Muka gue tanpa kacamata emang ternyata bener-bener kayak orang ilang.

***

And untuk menutup, the first teaser for Kambing Jantan the Movie:

Tidak, Harianto tidak akan kawin dengan robot tersebut.
Apa hubungan robot di atas dengan Harianto? Tungguin filmnya aja.

Meheheheheheh. :D

Dan Di Saat Ini Gue Berpikir Atas Hal-Hal yang Tidak Jelas

Comment by Email

di simpan di : lagi bener
January 26, 2009 , 3:06 pm

Gue bikin Facebook yang ketiga, karena yang pertama dan yang kedua udah penuh. Yang belom jadi temen gue di facebook bisa add gue di http://www.facebook.com/people/Raditya-Dika-Tiga/1367115017 ya.

Sekarang, kita ngobrolin apa ya?

Hmmmmmmmm, banyak…
tapi gue gak tau harus mulai dari mana.

Kadang ada banyak yang ada di kepala gue, tapi gue gak tau gimana cara menuliskannya, karena… well, saking banyaknya. Saking pusingnya. Something happened and I have been thinking heavily ever since. Gue coba tarik napas dalem-dalem, dan coba gue urain satu persatu apa yang bersliweran di kepala gue saat ini, gue coba biarin jari gue gerak sendiri, menyampaikan apa yang ada di kepala.

Here goes:

1. Gue gak pernah ngerti sama diri gue sendiri kenapa terkadang sebuah hal yang (kayaknya) kecil bisa begitu jadi besar buat gue. Bisa ngebuat gue kecewa, dan gue gak pernah ngerti kenapa kekecewaan ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan gue sendiri… lama-lama ngebunuh dari dalam… dan mati. Gue gak pernah mengerti bagaimana harus mensiasati ini. Gue gak pernah ngerti kenapa buat gue, what has done yah done.. the damage has been done, and nothing we can do about it. There is absolutely nothing we can do about it. Kenapa? Kenapa gue gak bisa membuat semua ini seolah gak nampak, dan jalan terus. Kenapa? Kenapa? Kenapa gue harus membuat semua hal sempurna? Mungkin ini kutukan sekaligus berkah menjadi seorang perfeksionis… atau menjadi orang yang tak pernah puas?

2. Kalau yang namanya kesempurnaan itu gak ada, dan kita terus mengejar kesempurnaan, apa gue berarti mengejar sesuatu yang tidak ada? Dan kalau yang namanya memaafkan itu berarti melupakan, bagaimana cara melupakan sesuatu yang telah kita maafkan? Bahkan jika hal tersebut tidak seharusnya terjadi?

3. Gue sangat kagum bagaimana sebuah kejadian bisa terjadi. Katakanlah begini, jika seseorang menikah karena kenalan di facebook, bagaimana jika facebook tidak diciptakan? Bagaimana jika komputer tidak diciptakan? Bagaimana jika Bill Gates pada waktu itu meneruskan kuliahnya di Harvard Law dan melupakan mimpinya untuk membuat personal computer? Maka komputer (windows) tidak akan ada, facebook tidak punya wadah, dan dua orang ini tidak akan kenalan. Mereka mungkin akan menikah dengan orang lain, dan cerita hidup mereka akan completely berbeda, anak-anak yang berbeda, nasib yang berbeda. Setiap elemen-elemen dalam semesta ini mempertemukan kita ke jalan yang kita ambil. Apa ini semua sudah diatur, atau kita membuat ilusi bahwa sesungguhnya kita bisa mengatur ini? Apakah, perpisahan juga sudah diatur rapi? Ya, itu pertanyaannya, jika pertemuan seseorang direncanakan oleh “nasib” apakah perpisahan juga seperti itu? Dan jika iya, siapa yang bisa disalahkan?

4. Bagaimana kita tahu apa yang pilih itu “benar”? Bagaimana kita tahu apakah kita akan bahagia dengan pilihan kita. Aksi kita. Konsekuensi kita. Relativisme dalam contoh yang paling sempurna. Filsafat katanya bisa membantu kita memecahkan permasalahan-permasalahan dalam hidup, tapi yang ada justru pertanyaan satu mengikuti pertanyaan lain. Cuih.

5. Belakangan ini quote King Lear dari Shakespear terus ada di kepala: “If you prick us do we not bleed? If you tickle us do we not laugh? If you poison us do we not die? And if you wrong us shall we not revenge? ? If we are like you in the rest, we will resemble you in that.”

6. Lagi pengen Pocky rasa coklat. Eh Lucky lebih enak. Lay’s rumput laut juga enak.

7. Butterfly effect adalah terminologi yang keren banget, yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnya. Sub-bagian dari Chaos Theory yang paling gue suka. Tapi, semenjak ada film Butterfly Effect, apalagi yang meranin Ashton Kutcher, kok terminologi ini gak kedengeran seksi lagi ya.

8. Komedian dan filsuf adalah perpaduan yang asik banget. Gue cuman bisa menemukan ini di Woody Allen. Gue pengen kayak Woody Allen, tapi… Woody Allen led an empty life. Gue gak mau led an empty life. And Woody Allen have issues. Eh tunggu, hampir semua komedian yang gue tahu have issues: Jerry Seinfeld – cranky, Jerry Lewis -  komitmen phobia, Larry David – sangat-sangat cranky, Mitch Hedbgerg – mati overdosis, Mitch Fatel – pervert, bahkan Parto pernah menembakkan pistol ke udara di tempat umum. We are a bunch of complex creatures. Semua komedian adalah makhluk yang kompleks. Tanpa kecuali. And we hate it so much. At least I know I do.

9. Gue pengen punya mesin waktu.

Gue nulis apa sih? Buset, gue bahkan gak tau gue nulis apa.
Mohon maaf telah menyampah.

Be right back. Lagi perlu mikir.

Postingan Sela-Sela

Comment by Email

di simpan di : about my book..., email pembaca
January 21, 2009 , 4:25 pm

Banyak sekali yang harus gue lakukan hari ini. Pusing!
So today I’ll keep it simple..

    email dari Salenda:dit, katanya pengumuman pemenang review komik KJ hari ini (20 Januari 2009) ?? tapi kok gak ada? di web elo sama di gagasmedia.com ??

Buat temen-temen lain yang nungguin, karena yang ngirim review banyak banget, jadi pengumumannya harus di undur sampai 13 Februari 2009. Penjelasan dari penerbit Gagasmedia bisa dilihat di http://kandangagas.blogspot.com/. To be honest, gue juga agak keteteran.

***

    email dari Shafiq:woi radith!waktu gw dateng ke talkshow lo yang kemaren di PIM,kan gw liat si Dio pajang wallpaper Komik KJ tuh,gw minta dong..yah buat nakut nakutin virus di komputer gw lah!!hehe tolong ya dith!thanks..:D

Ya, Dio emang memasang wallpaper komik Kambingjantan di laptop Mac dia. Buat temen-temen yang juga mau, berikut wallpaper komik Kambingjantan yang dibuat oleh dio untuk dipajang di desktop kalian. Thanks buat Dio yang udah ribet-ribet bikin sampai tiga resolusi. You rock man.

Download (klik kanan – Save As) sesuai resolusi komputer kamu:

Wallpaper Dika

ukuran resolusi:
800 x 600
1024 x 768
1680 x 1050

Wallpaper Harianto

ukuran resolusi:
800 x 600
1024 x 768
1680 x 1050

Wallpaper Yousef

ukuran resolusi:
800 x 600
1024 x 768
1680 x 1050

***

Oke. Kerja lagi.