Beberapa Review Manusia Setengah Salmon

Berikut ini cuplikan dari beberapa review Manusia Setengah Salmon yang gue temuin di blog2 pembaca:

“Di buku ini lebih banyak ngakaknya sebenernya. Tapi ada juga beberapa bab yang ngebuat galau, membuat memori kita terbang ke awang2.”
(dari http://rahmatwahyupratama.blogspot.com/2011/12/manusia-setengah-salmon-raditya-dika.html)

“Buku ini juga pas dibaca dirumah, sambil hujan, minum hot chocolate, sambil dengerin lagu barat paling galau, nah siap-siap aja lo tiba tiba galau sampe lo nge-fly trus tiba-tiba inget orang-orang yang dulu pernah elo ‘tempati’ kemudian ‘pindah’ ke orang lain, nah mungkin aja tiba-tiba lo inget lagi, gak bisa lupain dan akhirnya frustasi dan bunuh diri (amit-amit).”
(dari http://toriabiz-toriabiz.blogspot.com/2011/12/review-manusia-setengah-salmoooon.html)

“Tapi, ga semua isi buku ini galau-galau. Walau ada bab Penggalauan namanya. Akan tetapi, ada juga bab pengocok perut, pembuat ngakak. Ya, tersebutlah bab Ledakan Paling Merdu dan Bakar Saja Keteknya. Tiap baca bab itu gw selalu ketawa.”
(dari http://owiekus.blogspot.com/2011/12/review-manusia-setengah-salmon.html)

“Kelakuan aneh dari keluarganya bang Dika yang juga dikupas secara frontal tetap menjadi cara jitu untuk memancing tawa pembaca.”
(dari http://diangandhi.blogspot.com/2011/12/review-manusia-setengah-salmon.html)

“Bingung harus minta uang kesiapa sama orang tua gamungkin bgt pasti gak dikasih yaudah aku coba periksa semua tas ku, eh ada 10 ribu, terus aku cari disemua saku celana jeans dapet 10 ribu juga yeyeeyee !! akhir nya sms tiara minta anterin ke gramedia.
JENG JENG JENG !! akhirnya novel itu di tangan juga hueheueu Aku nulis ini waktu baca sampe hal 29 dan tau disitu bang dika berhasil buat nyesek bgt!”
(dari http://annamimiicuapcuap.blogspot.com/2011/12/manusia-setengah-salmon.html)

“Buku bang dika yang ini masih sama kayak yang sebelumnya. masih tetep 9oKhi3L, masih tetep gila! dan masih tetep bikin kita menjadi autis. abisnya pas baca buku ini aku jadi ketawa-ketawa sendirian. untung aja aku bacanya di kamar coba aku baca di mall gitu ihh bikin malu aja yakan.”
(dari http://shovuroamafi.blogspot.com/2011/12/raditya-dika-manusia-setengah-salmon.html)

Ada yang Beda..

Ada yang beda dari terbitnya buku gue yang baru ini.

Manusia Setengah Salmon bertema tentang perpindahan yang gue alami selama setahun ini. Dan ternyata, gak hanya tema bukunya yang tentang perpindahan, tetapi gue merasakan bahwa ada perpindahan di pembaca gue. Pembaca gue yang dulu baca buku Kambingjantan (2005) sewaktu SMP, sekarang udah kuliah. Yang dulu SMA, sekarang udah lulus kuliah. Yang dulu kuliah, banyak yang sudah menikah.

Gue jadi berpikir, gue termasuk penulis yang beruntung untuk bisa tumbuh bersama pembaca gue. Menulis bagi gue adalah menjawab kegelisahan. Kalau ada yang baca Kambingjantan, problem gue di situ problem anak SMA banget: Ujian. Pacaran jarak jauh. Punya temen satu geng dan bego-begoan bareng. Begitu masuk ke Manusia Setengah Salmon, problem yang gue tulis adalah problem orang yang baru dewasa. Problemnya pun jadi lebih relevan, dan gue banget: pindah rumah, pindah hati, menemukan pasangan yang akan gue anggap sebagai teman hidup selamanya. Tentu, semua itu gue komunikasikan dengan gaya komedi.

Proses penulisan gue dari satu buku ke buku yang lain bukanlah sebuah lompatan kuantum, yang terjadi secara mendadak dan penuh letupan energi. Melainkan, sebuah perjalanan yang sedikit demi sedikit berubah, sampai akhirnya terlihat dengan jelas bahwa gue sudah berubah.

Enggak ada kata-kata yang bisa melukiskan perasaan gue saat ini selain gue beruntung.
Jadi, terimakasih sudah memberikan gue kesempatan untuk merasa beruntung.

Anyway,
Bagi pembaca lama, gue mau bilang terimakasih udah mengikuti gue selama ini.
Ada perbedaan yang kalian bakalan temukan di buku Manusia Setengah Salmon ini.

Bagi pembaca baru, gue mau bilang selamat menikmati tulisan gue,
Di mana kegelisahan yang gue alami gue coba taruh di atas kaca pembesar,
dan kita tertawa bersama-sama.

Selamat membaca Manusia Setengah Salmon.
Semoga kalian semua bisa tertawa, lalu merenung.
Dan menemukan sesuatu untuk kalian ambil sendiri.

Penampakan Buku Manusia Setengah Salmon

Okeh. Jadi ceritanya buku terbaru gue, Manusia Setengah Salmon,
minggu ini udah ada di toko buku,
tepatnya hari Sabtu (24/12/2011).

Bukunya pun sudah selesai dicetak,
dan siap dikirimkan ke seluruh toko buku Indonesia.

Gue sendiri dapet kiriman bukunya duluan dari penerbit,
dan inilah penampakannya:


tampak depan


tampak samping


tampak belakang

Setelah gue pegang-pegang sendiri di kamar,
sambil ketawa-ketawa sendiri..
gue berkesimpulan, menurut gue tebelnya pas,
kertasnya juga bagus,
bau kertasnya itu lho…
Mmmmmm..

Nah, bonus foto,
kalau ini pas Manusia Setengah Salmon masuk ke habitat aslinya, akuarium huehehe:


tampak di habitat asli

Semakin gak sabar melihat Manusia Setengah Salmon ini di toko buku tanggal 24 Desember!

10 Pertanyaan dan Jawaban tentang Manusia Setengah Salmon

Semakin buku Manusia Setengah Salmon mendekati tanggal nongol di toko buku (24 Desember 2011), semakin banyak gue nerima pertanyaan tentang buku gue ini. Nah, gue akan menjawab 10 pertanyaan yang paling sering ditanyakan di Twitter tentang buku Manusia Setengah Salmon. Ini dia:

**

1. Berapa lama lo buat tuh buku bang? (dari @kenyocahyni3424)
Ada beberapa bab yang mulai ditulis dari tahun lalu tapi waktu itu mandek lalu gue tinggal… akhirnya gue buka lagi dan baru selesai untuk buku ini. Contoh bab seperti itu adalah bab Tarian Musim Kawin. Tapi, ada juga bab yang begitu ditulis langsung selesai saat itu juga. Total pengumpulan semua tulisan untuk buku ini menghabiskan waktu satu tahun lebih.

2. Bang, di buku lo yang baru ini temanya banyak tentang apa? kalo yang di Marmut merah jambu kan tentang Cinta2an. (dari @denyrlevi)
Di buku ini ada bab yang ngebahas cinta, ada soal keluarga. Temanya lebih banyak tentang perpindahan. Ada cerita gue pindah rumah, pindah negara, pindah kebiasaan… sampai pindah hati. Tentu saja, gaya menulisnya tetep full komedi seperti buku-buku gue sebelumnya.

3. kenapa judulnya harus Manusia Setengah Salmon ? Terinspirasi darimana ? (dari @cynthiatirtani)
Sedikit nyambung sama pertanyaan nomer dua, kenapa judulnya Manusia Setengah Salmon, karena kebanyakan isi dari bukunya bercerita tentang perpindahan. Nah, salmon adalah binatang yang mempunyai ritual perpindahan (migrasi) yang hebat setahun sekali untuk bertelur.

4. ceritanya tentang apa bang? harganya? tebelnya? (dari @GiniTrisnawati)
Kalo ceritanya tentang apa, lihat pertanyaan & jawaban nomer 2 & 3. Sedangkan, harga bukunya 42 ribu rupiah. Tebalnya 258 halaman.

5. bang manusia stngah salmon itu kisah nyata apa bukan ??? (dari @kintanwailulu)
Rata-rata cerita di buku ini kisah nyata. Bab yang bukan terdiri kisah nyata paling-paling berupa bab yang berisi panduan ancur-ancuran kayak bab Jomblonology atau bab-bab yang memang terdiri dari jokes singkat seperti bab berjudul Hal-Hal yang Tidak Seharusnya Dipikirkan tapi Entah Kenapa Dipikirkan.

6. bang, di buku Manusia Setengah Salmon masih ada cerita tentang Edgar gak? temen gue ada yg naksir..hehe (dari @bintaaangg)
Ada dong, dalam buku Manusia Setengah Salmon bab yang ada Edgar-nya berjudul Pesan Moral dari Sepiring Makanan. Kamu naksir sama Edgar? Sebaiknya jangan deh. Terakhir kali ada yang naksir sama Edgar, dia diculik sama alien…

7. bang, menurut abang bagian terlucu di manusia setengah salmon itu bagian mana ?? (dari @wuyonghye)
Banyak bab yang gue suka dalam buku Manusia Setengah Salmon. Tapi beberapa bab favorit gue, yang tetep bisa bikin gue ngakak adalah bab Bakar Saja Keteknya. Sedangkan, bab yang bikin gue tetep garuk-garuk tanah pas bacanya adalah bab berjudul Sepotong Hati dalam Kardus Cokelat. Kayak apa ceritanya? Makanya beli bukunya nanti.. Hueheheh..

8. bang,kenapa selalu nama binatang yg diselipin di judul bukunya? Bukan duit 100rebu? (dari @shvsilli)
Karena nanti gue yang bangkrut..

9. buku manusia setengah salmon ini romantis, kocak apa horror bang? (dari @tsetianto)
Buku ini gaya penulisannya rada mirip sama Marmut Merah Jambu. Semuanya ditulis dengan gaya komedi, tapi ada juga bagian-bagian yang galau maksimal. Yang horror-komedi juga ada, judulnya Interview With The Hantus.

10. Apa istimewa’y buku ini di banding buku2 sebelum’y?? (dari @aidazki)
Cover-nya lebih bikin mual.

Pahit Manis Cinta Adalah…