Trik Keliatan Keren Saat Ujian Padahal Gak Ngerti Apa-Apa

Semua orang pernah mengalaminya: hari ujian datang, kertas dibagikan, semuanya sudah siap dikerjakan. Tapi apa yang terjadi? Soalnya susah banget dan kita gak bisa ngerjain apa-apa. Kita lihat ke kiri dan kanan... ternyata temen-temen sekelas malah lancar mengerjakan soal! Pelacur! (lho?) Kita tidak bisa tinggal diam, kalo bengong akan keliatan bego sendiri. Kita harus pura-pura bisa! Yeah! Darah itu merah, Pelangi itu mejikuhibiniu!

Maka, inilah tulisan yang akan membantu kalian mendapatkan respek di dalem lingkup pergaulan. Jangan sampai harga diri jatuh karena dikira gak bisa ngerjain ujian. Inilah, tulisan maut berjudul Trik Keliatan Keren Saat Ujian Padahal Gak Ngerti Apa-Apa. UOOOOH!

Trik 1: Komat Kamit
Pandangi kertas ujian Anda sambil komat-kamit, niscaya orang yang melihat Anda pasti akan berpikir, 'Waw, orang ini komat-kamit terus, pasti dia lagi mencoba mengi


suram banget

Rasa Selai Kacang Itu...

Before we hit anything off, gue bakalan ada di talkshow di Bandung, see ya there people! :D

Tempat: Universitas Parahyangan, Jln. Ciumbuleuit, Bandung
Waktu: jumat, 28 maret 2008, jam 13.00 - Selesai

--

Oke, here goes...

Salah dua film favorit gue adalah Before Sunrise dan Before Sunset. Bener-bener filmnya bener-bener thought-provoking abis. Waktu itu, setelah nonton keduanya, gue langsung ajak temen gue ke Coffee Bean, dan kita ngomongin beberapa line-line dalam film itu, yang menurut kita... it's so freakin true. Salah satu line yang paling memukau kita adalah ini, yang diucapkan oleh Celine, karakter utama wanita dalam film itu: The idea that we can only be complete with another person is evil! Right?

Ya, gue setuju. Jahat banget. Pemikiran yang bilang, 'Kita hanya bisa sempurna jika ketemu dengan soulmate kita' adalah sesuatu yang jahat. Bagaimana kita bisa tahu itu soulmate kita? Bagaimana kita bisa yakin, terhadap orang yang kita cintai bahwa dia... memang the one. Lagian, apa pula konsep "the one" itu? Konsep yang berkata kita hanya sempurna dengan orang lain, adalah konsep yang benar-benar absurd.

Di dalem Coffee Bean yang surprisingly sepi hari itu, dia duduk di depan gue,
Gue meneguk iced cappucino yang gue pesan setengah jam yang lalu.

Dia: Kenapa sih kita baru bisa dibilang komplit dengan kehadiran orang lain itu?
Gue: Maksud lo?
Dia: Kenapa gak dengan kehadiran sebuah barang, atau... atau hobi? Baru kita bisa dibilang komplit? Kenapa harus dihubungkan dengan orang lain? Kenapa kesempurnaan kita, sebagai manusia, harus diindikasikan dengan kita bertemu dengan soulmate kita?

Bener juga sih... Bagaimana dengan para jomblo abadi, yang mungkin mati sendirian? Bagaimana dengan orang yang memilih untuk tidak pernah mencintai orang lain? Atau, ini yang paling parah: Bagaimana dengan orang yang cintanya selalu bertepuk sebelah tangan?

Unrequited love, atau cinta yang tak berbalas, rasanya adalah hal yang paling bikin ngais tanah yang bisa terjadi pada diri kita. Untuk tahu kalau cinta kita tak berbalas, rasanya seperti diberitahu bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkan orang tersebut. Rasanya, seperti diingatkan bahwa kita, memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang tersebut.

Sedangkan, perjuangan melawan cinta adalah perjuangan melawan ingatan. Bagi orang yang cintanya tak berbalas, melupakan seseorang adalah tahap yang paling krusial sekaligus paling susah untuk dilakukan. Bengong dikit, keinget dia lagi. Nyoba kenalan sama orang baru, eh inget lagi. Makanya, sekarang ada istilah "mentok" yang dipakai untuk menggambarkan orang yang gak bisa move on. Sedihnya, dan gak ada istilah "bablas".

Kita ngobrol ngalur-ngidul sampai Coffee Bean tutup dan Mas-Masnya mengusir kita pulang.
Di mobil, dia duduk di sebelah gue. Begitu deket dengan rumahnya, gue bilang...

Gue: Unrequited love itu gak enak banget. Kayak itu, tau gak, katanya Charlie Brown di komik Peanuts: Tidak ada yang bisa menghilangkan rasa selai kacang seperti cinta yang tak berbalas.
Dia: “Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love.”
Gue: Ya, bener. Semuanya jadi gak ada rasanya.


Charlie Brown: the loser/philosopher

Kita berdua diem.

Dia: Kalo elo, pernah gak dapet cinta yang tak berbalas?
Gue: Pernah.
Dia: Oh ya?
Gue: Iya.

Satu hal yang tidak dia tahu adalah, gue pernah suka banget sama dia. Dan dia, waktu itu, tidak pernah menunjukkan hal yang sama. Ini yang ironis, dia adalah orang yang menghilangkan rasa selai kacang di lidah gue.


lagi bener

Musim Ujian.. AH!

Waduh, lagi susah banget mau ngepost blog. Biasa, koneksi internet lagi eror, jadi dari kemaren mo login blog gak bisa-bisa. Huhuhu. Sekarang gue lagi online di Anomaly Cafe, tempat nongkrong favorit terbaru (deket rumah, koneksi cepet). Anehnya, gue ketemu lumayan banyak penulis yang ngerjain novel di sini, jadi tempat penulis nulis nih lama-lama. Hehe. Eniwei, berikut daftar nama 150 pemesan babi ngesot. Silakan di download aja ya (klik kanan, Save-As). Ini dia:

daftar-pre-order-babi-ngesot150.xls

Makasi banget sekali lagi bagi temen-temen yang udah berpartisipasi di pre-order Babi Ngesot. Kalau yang belom kebagian kaos... beruntunglah kalian! Soalnya, ada kecenderungan orang yang make kaos Babi Ngesot bakalan ngesot kemana-mana. Oh ya, kita mau bikin gimmick-gimmick lain kok untuk Babi Ngesot, so there will be more fun to catch. Nanti semuanya akan diberitahukan di website ini.

Sekali lagi,
thanks banget pake cendol! :D

So, what i've been up to? Yang jelas, mulai hari Senin gue MUSIM UJIAN TENGAH SEMESTER. Ini berarti, sebagai mahasiswa politik yang pintar, gue harus membenamkan kepala ke dalam literatur-literatur politik, mantengin berita supaya jawaban ujian bisa relevan dengan keadaan politik sekarang, dan MENCRET tiap hari ngapalin teori-teori politik.

Gue sih udah sempet berniat belajar sampai kurus waktu long weekend kemaren, tapi ada aja alesan buat gak belajar. Hari Kamis, pas lagi mo belajar, gue malah ngabisin Season 1 The Sopranos. Hari Jumat, gue malah gantian ngabisin Season 7 Seinfeld. Hari Sabtu, malah jalan-jalan. Hari Minggu? Mati suri tidur seharian. Intinya: gue gak sempet belajar sama sekali. Maafkan hamba-Mu ini, oh Tuhan.


musim ujian = musim serangan jantung

Begitu ujian hari pertama, mata kuliah Ekonomi Politik, gue bener-bener gak siap. Dateng aja telat, gue duduk di depan, kertas ujian dibagikan, gue gemeteran. Begitu ngeliat soalnya, gue langsung kejang-kejang. Contoh soal ujian kemarin: bagaimana perkembangan teori Ekonomi-Politik, dalam peran non-state yang bisa diaplikasikan pada liberalisasi ekonomi Indonesia?. Reaksi pertama gue, busa langsung keluar dari pantat.

Gue ngerjain cuman satu jam aja, tapi gak jelas nulis apaan. Mungkin seharusnya gue ngaku aja di lembar jawab: Pak, saya belom belajar, Pak. Ampun Pak. Tolong jangan kasih saya C. Pak, tolong Pak. Nanti Bapak saya doakan supaya tetep fangki dan wangi. Oh ya Pak, bagi goceng dong, dompet saya ketinggalan.

Politik oh politik. Gue sering ditanyain orang, 'Dith, kenapa sih lo kuliah milih Politik UI?'. Jawaban gue sangat simpel, 'KATANYA LULUSNYA GAMPANG.' Tapi, apakah itu benar saudara-saudara? Apakah itu benar? TIDAK BENAR SAUDARA-SAUDARA! GUE TERJEBAK! Dari semester-semester lalu gue harus belajar ngapalin teori, dan sampai sekarang gue lulus satu mata kuliah juga berdarah-darah.

Tapi ah, hidup terus berjalan. Cailah.

Eniwei, I gotta go right now, mau ada acara launching buku Supermiring Family sama Muka Marketplace Boy, maap buru-buru.. Hehe.. Laters readers! :)


about my book...

 1 2 3 Next