Tentang Adaptasi Buku ke Film (dan rambut poni)

Musim Ujian Akhir Semester (UAS) pun dimulai.
JENG JENG JENG JENG!!!!!! (musik horror)

Seperti UAS sebelum-sebelumnya, UAS selalu terjadi di saat hidup gue lagi bener-bener ribet. Jumat kemarin, misalnya, gue berangkat jam enam pagi ke Semarang, ngasih materi workshop jam 11, jam 12 balik lagi ke Jakarta, jam tiga siang ngelarin dua tugas makalah, dan jam tujuh gue ujian Politik Singapura dan Brunei. Intinya: gue mencret di jalan.

Selesai UAS ini kuliah gue dapet libur kuliah tiga bulan, which is something that I really need right now. Dengan pre-production film Kambingjantan in motion, kita emang lagi ribet-ribetnya. Casting juga on progress, bulan depan hunting location ke Adelaide, dan script-reading bareng mas Rudi Soedjarwo untuk perubahan final dalam scriptnya juga udah masuk ke jadwal.

Wuzzah! Pusing!

Untungnya urusan komik Kambingjantan udah kelar,
skrip untuk komik udah kelar gue bikin dan rapi gue kirim ke Dio (komikusnya),
sekarang tinggal dia aja menggambarnya and put his genious mind to work!
Hohohoho.

It will be a blast, I'm sure!

1. BUKU VS FILM?

Oh ya, balik ngomongin film.
Gue nemu komentar ini di post kemarin:

komentar dari eeh:

dith, gw keitung org baru yang baca buku lo.. tapi semuanya udah gw baca.
dibuku itu gw ketewa ngakak tiap halaman. oke, lo penulis yang jenius!
skrg..
lo takut ga sih film KJ bakal garing dan ga seseru bukunya?!
soalnya kan orang baca dengan orang nonton beda. secara orang baca dituntut punya imajinasi yang lebih
banyak ketimbang orang yang nonton. jadi ntar pas orang yang udah baca nonton film lo dan ga sesuai harapan, mereka bakal bilang ini dan itu. thx y!
keep on working dith.


Ketakutan itu pasti ada.

Sebenernya, kita juga harus ngerti bahwa membuat adaptasi film dari buku adalah, seperti kata Salman Aristo, sebuah proses from apple to orange, bukan apple to apple. Ini adalah sebuah adaptasi, bukan adopsi. Jadi, yang patut diperhitungkan di sini adalah bagaimana seorang filmaker membuat interpretasi buku, mengadaptasinya secara unik dan mungkin berbeda, sehingga membuat film dan bukunya adalah suatu hal yang saling melengkapi, bukan suatu hal yang mutlak sama.

Beberapa adaptasi ada yang bener-bener beda dan malah jatuh ke jurang yang tidak disukai orang (seperti film D.O, misalnya). Atau ada yang mengubahnya feel-nya dengan pas, dengan jalan cerita yang slightly berbeda seperti Fight Club. Film Harry Potter and Prisoner of Azkaban adalah yang paling berbeda dengan bukunya (dan yang paling tidak disukai fans), tapi JK Rowling ternyata paling suka dengan film itu.

Gue sih belom bisa cerita banyak soal filmnya, belom boleh dan belom waktunya juga sih. Yang jelas, di film Kambingjantan ini ada cerita sentral yang menjadi benang merah penghubung cerita-cerita lepas di Kambingjantan. Sebagian cerita tersebut adalah cerita dan isi postingan gue yang gak masuk ke buku Kambingjantan. Seperti yang gue pernah ceritakan sebelumnya, sebelum diterbitkan Gagasmedia, naskah blog Kambingjantan ada lebih dari 400 halaman, sedangkan yang dipilih cuman 200. Jadi, film ini akan menjadi semacam untold story juga tentang Kambingjantan.

Kalau bagi gue sendiri, sebuah film dari buku juga harus punya added value, sesuatu yang pembaca tidak dapatkan dengan hanya membaca bukunya. Gue masih ngerasa agak mubazir untuk plek-plekan naro cerita dari Kambingjantan ke film dan ke buku, ngapain udah tahu ceritanya tapi kok pas nonton filmnya diceritain lagi? That's the main point, I guess.Hal di atas yang gue pegang untuk film dan komik Kambingjantan. Dalam filmnya, cerita sentral yang menggabungkan satu film adalah cerita gue dan Kebo, subplotnya adalah cerita-cerita tinggal di Adelaide, menjadi mahasiswa perantauan yang ngaco di sana. Komedi, sudah tentu, atau paling tidak mencoba untuk komedi. Hehe.

Sedangkan, untuk komik Kambingjantan, cerita-ceritanya komedi gue lebih berfokus pada struggling in Adelaide, menjadi mahasiswa dan interaksi gue dengan siswa-siswa . Makanya di komik Kambingjantan, gue banyak cerita soal temen-temen gue dari negara lain yang gak sempet diceritakan lebih detail di versi bukunya (Jie Hye dari Korea, Mai Suzuki dari Jepang, Yousef si Arab, dsb).

Hal penting di sini: cerita di komik Kambingjantan dan film Kambingjantan tidak sama. Sedangkan, cerita di komik dan film, bersinggungan dengan cerita di buku Kambingjantan. Bingung? Baca dan tonton aja nanti. Yang jelas, semuanya seru! (bias banget gak sih? Haha).


So yeah,
mudah-mudahan semua baik-baik aja.

2. KABAR SI RAMBUT PONI

Kalo di Radikus Makankakus ada Mbip yang jadi tokoh paling sering ditanyain, kayaknya di buku Babi Ngesot ada si Hantu Rambut Poni, yang bikin penasaran beberapa orang. Gue banyak nerima email/komen tentang si Rambut Poni, ini salah salah satu komen yang gue comot dari postingan sebelumnya:

komentar dari Winnie:

dit, gua pernah kirim email ke lu dari sebulan kemaren sampe skg kok ga ada jawaban…??
gua kan nanya soal kelanjutan cerita merinding discooo…, jadi skg kalian sekeluarga masih tinggal dirumah “berisi” itu? terus waktu itu hp lo ilang kan tiba2 bunyi pas lo minta balik, nah itu lo dapet telp dari sapa??


Hai Winnie, engga semua email emang dipajang di sini, dan emang gak semuanya gue jawab/reply. Maap kalo lama baru ngerespon. Hehe. (Bagi yang belom baca Babi Ngesot, Winnie menanyakan cerita kelanjutan dari bab Merinding Disko, yang ada di buku tersebut. Di sana gue cerita tentang hantu cewek berambut poni yang menggentayangi rumah gue.)

Untuk Winnie, dan teman-teman lain yang penasaran, kelanjutan cerita Merinding Disko di Babi Ngesot seperti ini: gue sekarang tidak pernah tidur di kamar gue lagi. Tempat gue tidur sekarang di kamar Edgar. Nah lho, Edgarnya kemana? Edgar dirante di depan rumah dong! (Buset, emangnya Doberman?). Nggak, Edgar tidur sama nyokap gue, dari dulu emang kamar tidur Edgar gak pernah ditempatin.Oh ya, waktu itu yang nelpon rizal, bilang kalo dia ada di depan rumah gue.

Gue pernah sekali ketiduran di kamar gue abis nonton bola, EH GUE LANGSUNG KETINDIHAN AJA GITU LHO. Abis itu gak pernah lagi deh tidur di sana, kalo lagi nonton teurs ngantuk dikit gue buru-buru pindah ke kamar Edgar. Si Rambut Poni sendiri, kayaknya sih masih ada, gue masih suka "ngerasa" ada yang lewat kalo malem-malem lagi nonton TV di kamar atau ngerjain tugas/nulis buku. I don't care less, though. Gue sih coba dibiasa-biasain aja. Cara paling mudah menghindari rasa takut adalah bernyanyi. Kalo ada "sesuatu" yang berasa lagi lewat, gue langsung nyanyi lirih, "my.. bonny.. goes.. over... the.. ocean." Jangan sampai nyanyinya salah, kalo salah-salah nyanyi seperti, "Dadadamm.. dadadammm." Bisa-bisa malah mengundang setan-setan.

Pernah ada sekali "orang pinter" yang dateng ke rumah, dia masuk ke kamar gue, ngeliatin kamar mandi di dalem kamar, dan dia bilang: "Yang di kamar ini suka ke kamar mandi, tempat favoritnya dia ada di sana." Gue hanya manggut-manggut sok berani. Kenapa tuh setan suka banget di kamar mandi, gue juga gak tau.

Yang aneh, "orang pinter" yang dateng ke rumah juga menemukan ada "hantu kakek-kakek dengan baju batik" yang nempatin kamar kerja bokap gue. Pada saat itu gue berpikir, "KENAPA HANTU DOYAN BANGET MAEN DI RUMAH GUE YA?".

Percaya gak percaya sih,
walaupun, gue selalu mencoba untuk tidak percaya.

Waduh udah jam sebelas siang. Gue jam dua ada talkshow di Gramedia Depok, dan gosip-gosipnya TV One mau ngeliput. Bukannya excited gue malah deg-degan mampus.

Wish me luck, readers! :D


email pembaca

Main film, Anyone?

WASSAAAP READERS?!!!

Ehm.

Oke, jadi ceritanya Friendster gue udah penuh, soooo gue punya Friendster baru lagi di sini, di add saja ya. Untuk memperlancar social networking, gue sekarang akhirnya terjerumus untuk memakai Facebook. Facebook gue bisa dipake di sini. Gue jarang buka message di FS atau Facebook, jadi mendingan jangan message di sana, kalau ada message langsung aja ke email gue aja ya di: raditya.dika@gmail.com. Untuk approve friends request, it will take time, tapi gue pasti approve kok. And for your comments baik di Wall Facebook maupun Testimonial Friendster gue pasti baca kok. Keep em coming guys. It meant a lot for me! :D

So, that's that with social networking.

1. EDGAR SI AHLI WARIS

Setelah posting pertanyaan untuk Edgar, ada yang ngirim email kayak gini.

email dari Mariska:

hai dith! gue mau nanya donk. setelah lama menjadi orang 'tersesat' gara2 buku lo, gue banyak baca tentang edgar (yang selalu lo hina dina). pernah ga sih terbesit dipikiran lo, kalau lo sayangggggggg banget sama dia? hmm.. atau berpikir "inilah adek gue.." sambil tersenyum gth... kalo gue teliti sih, edgar paling banyak lo ceritain di buku, talkshow, maupun buku-buku lo. menurut gue, dari semua adek2 lo, kyknya lo palink sayang ke edgar. ahahahahahahaha!!! (gue jamin lo pasti ga mau ngaku) nyahahahhaha!

...

thank you

dari korban kesesatan lo
-mariska-


Okeeeei.. Sejujurnya sih banyak yang juga nanya perihal Edgar yang sering di verbal-abuse sama gue. Tapi, gak banyak orang yang tau kalau gue sebenernya, ehm, rada gak enak juga sama Edgar yang hidupnya mungkin berubah gara-gara gue menceritakan hubungan dia yang mesra dengan tititnya di buku-buku gue. So, yang gue lakukan, dengan semangat untuk "membayar rasa bersalah" kepada Edgar, namanya dia gue masukin sebagai ahli waris royalti beberapa buku-buku gue.

Jadi, kalo gue tiba-tiba mati, entah kesamber geledek atau karena makan spageti dari idung, Edgar yang akan dapet warisannya. Baru-baru ini gue bilang ke Edgar atas kebaikan hati gue ini..

Gue: Edgar, kamu tau gak, kamu ahli waris dari royalti buku abang lho..
Edgar: Maksudnya?
Gue: Jadi, kalo abang mati, kamu yang dapet royaltinya..
Edgar: Royalti?
Gue: Duit Gar, pokoknya... abang mati, kamu dapet duit.

Tiga menit kemudian,
Edgar nyamperin gue lagi.

Edgar: Bang, duitku abis.
Gue: Oh, terus?
Edgar: ABANG KAPAN MATI?
Gue: ...

Gimana orang gak pengen ngata-ngatain dia terus... haaah?!!!
Jadi, teman-teman, kalau suatu saat nanti gue ditemukan tak bernyawa, ngambang di kali, dengan luka di kepala bekas hantaman mainan Power Rangers... Edgar adalah tersangka utama kalian.

Sama aja kayak Yudhit, pas gue tandatangan kontrak untuk buku Babi Ngesot, selain Edgar, dia juga ahli warisnya. Gue bilang ke dia lewat messenger...

Gue: Dit, kamu jadi ahli waris buat royalti Babi Ngesot ya.
Yudhit: Oke, Bang. Asiiik.
Gue: Ho-oh.



Yudhit: Eh, Bang, abang ngerokok gak? Minum gak? Makan junk food gak?
Gue: Kenapa emang?
Yudhit: Engga, aku lagi ngitung-ngitung... mudah-mudahan 20 tahun lagi aku bakalan banyak duit!!!!
Gue: ...

Sepertinya,
gue mewariskan harta gue ke manusia-manusia (?) yang salah.

By the way, foto Yudhit tidak akan diperlihatkan di website ini, jadi kalo ada yang minta fotonya Yudhit, sorry dude.. no pics of her. Dia, entah kenapa, selalu pengen jadi misterius.

2. CASTING KAMBINGJANTAN
Hal lainnya, gue baru dapet email dari Mbak Tyas (produser) tentang casting Kambingjantan The Movie. Bagi yang tertarik ikutan, bisa lihat detailnya di bawah ini (gue copy-paste email dari Mbak Tyas). Biasanya sih info casting ini disebarkan ke agency-agency untuk menjaring peminat sebanyak-banyaknya. Khusus untuk Kambingjantan, karena emang berawal dari blog, yah kita coba jaring pemain lewat blog juga. Haha. This is open casting, blog version!

Oh ya, kalau ada yang mau nyebarin ini ke milis/friendster juga gak papa,
it will help us a lot.

Pertanyaan tentang casting gue mohon langsung di arah kan dengan bagian casting di casting@kambingjantanthemovie.com, jangan nanya ke gue... percuma gue gak tau apa-apa. Hehe. :P Good luck, readers! Filmnya tentang apa? Bocorannya masih nanti ya, scriptnya sih udah kelar dan dilock, tapi masih mau dgodok-godok dikit (atas masukan pembaca di grup Friendster yang ini dan pendapat beberapa orang yang udah baca scriptnya).

**
-----Original Message-----
From: "Tyas Moein"


Date: Sun, 25 May 2008 09:39:27
To:raditya.dika@gmail.com
Subject: casting


Kambing Jantan: From Blog to The Movie!
Wanna be part of KAMBING JANTAN THE MOVIE?


TENTANG KAMBINGJANTAN THE MOVIE

Sebuah film yang diangkat dari novel KAMBING JANTAN – sebuah blog yang ditulis oleh Raditya Dika. Saat ini kami sedang mencari pemeran tokoh-tokoh lainnya, yang semuanya ada di Blog Kambing Jantan dan di buku-buku karya Raditya Dika, dengan ciri dan karakter tokoh sebagai berikut:

(By the way, umur di sini maksudnya umur karakter jadi kalau kalian mendaftar untuk karakter umur 18 tahun -kayak Harianto- tapi sebenarnya perawakannya udah pas untuk umur 18 tahun, kalian masih bisa daftar. Mungkin range-nya antara -3 atau +3 tahun umur dari karakter tersebut. Contoh konkritnya: kalian berumur diantara 15 - 21, bisa daftar untuk karakter 18 tahun seperti Harianto, Takuji, Si Kebo, dsb)

"Si KEBO"
* Pacar Raditya Dika
* Perempuan, 18 Tahun
* Kurus
* Rambut Panjang lurus
* Hitam Manis
* Serius
* Cerdas


HARIANTO
* Sahabat Raditya Dika
* Laki-laki, 18 Tahun
* Wajah Oriental
* Tampang Kutu Buku
* Pintar-pintar Bodo
* Jawa Medok


JENNY DICKSON
* Guru Raditya Dika
* Orang bule/keturunan bule
* Perempuan 50 tahun-an
* Muka serius kaya tentara
* Kaca mata
* Tegas


PAPA DIKA
* Papanya Raditya Dika
* Laki-laki, 50 Tahun-an
* Badan lumayan Tinggi
* Bicara sedikit, tapi ganggu


MAMA DIKA
* Mamanya Raditya Dika
* Perempuan, 40 Tahun-an
* Rambut keriting sebahu
* Ibu-ibu banget.. Bawel…
* Cantik…


EDGAR
* Adik Raditya Dika
* Laki-laki, 5 Tahun
* Kurus
* Rambut lurus
* Lugu.. (ya iya laah..)
* Pasrah..


ANGGI-INGGA
* Perempuan kembar adik-adiknya Raditya Dika
* 6 tahun
* Kurus dan gemuk (nah lho..)
* Rambut Panjang keriting
* Lucu..


YUDITH
* Adik Raditya Dika
* Perempuan, 8 tahun
* Agak gemuk
* Rambut agak keriting
* Imut...


INE
* "Selingkuhan" Raditya Dika
* Perempuan, 18 Tahun
* Rambut pendek
* Cerewet, kalo ketawa ngakak…
* Agak tomboy..
* Tapi.. Cantik juga…


NIVES
* Nives adalah penjaga toko 7/11
* Laki-laki, 30 Tahun-an
* Orang (keturunan) INDIA..
* Baik tapi gayanya kaku
* Gayanya kerah baju dinaikkan ke atas..
* Memakai sorban..


MINGU
* Teman kelas Raditya Dika
* Laki-laki, 18 Tahun
* Anak Korea/berwajah korea
* Bisa berbahasa Indonesia


TAKUJI
* Teman kelas Raditya Dika
* Laki-laki, 18 Tahun
* Anak Jepang
* Bisa berbahasa Indonesia


Jika kamu atau saudara/teman/tetangga/kenalan yang sesuai dengan fisik dan bisa memenuhi karakter di atas, silakan kirim data lengkap beserta nomor telepon/HP yang bisa dihubungi disertai foto close-up dan seluruh badan ke: casting@kambingjantanthemovie.com. Dengan menuliskan nama karakter di bagian subject email. Calon yang kami anggap sesuai akan dihubungi untuk proses casting lebih lanjut.

Pertanyaan tentang casting juga bisa langsung ditanyakan melalui email casting@kambingjantanthemovie.com

Tim Produksi
KAMBING JANTAN the MOVIE

**

Sekali lagi, kalo ada yang masih kurang jelas, silakan tanya ke alamat email casting di atas. Sebenernya masih ada satu cast lagi yang harus di cari sih, yaitu RASTY SI IKAN MAS KOKI yang ada di buku Kambingjantan. Tapi kayaknya bakalan susah nge-casting seekor ikan: "Yak, coba kamu nangis. Nangis. Ya, nangis coba. Bagus. Sorry, tapi e'ek kamu menjuntai tuh, bisa diputusin dulu? Kita gak mau pemain kita berkeliaran di set dengan e'ek nempel dipantatnya kemana-mana gitu. NEXT!"

Oh ya, and yes, gue akan memerankan diri gue sendiri.
Soooooo, tell your friends.. ikutan castingnya! :D

PS: Gue akan ada talkshow tanggal 7 Juni 2008 di Bandung Super Mall, jam 14.00 di panggung kota fantasi. It will be a fun one, kalo ada yang gak sempet dateng di Merdeka bisa dateng ke sini. Kalo ada mo dateng lagi... let's meet up! Hehe. Daftar lengkap talkshow untuk tiga bulan mendatang ada di sini.

--

UPDATE 29 Mei:

Gue barusan nerima SMS dari Mbak Tyas:

"Tolong inform di website ya, pengiriman data casting sampai 20 Juni, yang sesuai akan dipanggil lebih lanjut. Tolong cantumkan no telp yang bisa dihubungin, banyak yang gak nyantumin. Tinggi badan dan berat juga. Thx."


email pembaca

Dari Neil Sampai Komik

Haloooo! Wasaaap! HOAAAK CUH!!! (loh kok malah buang reak?)
Langsung aja yah, beberapa hal yang ada di pikiran gue sekarang ini:

1. DEMAM NEIL GAIMAN
Dari dulu sampai sekarang, gue gak pernah suka yang namanya cerita fantasy. Ambil contoh Harry Potter, mau sekeras apa pun mencoba, gue masih gak bisa "suka" dengan Harry Potter. Bagi gue, Harry Potter kalo tumbuhin jenggot, pake lap meja item di kepala dan berteriak mendesah "dengarkan sugesti sayaaaah" bakalan gak ada bedanya dengan Romi Rafael. Sama juga Lord of The Rings, gue ngeliat ada orang jalan-jalan bawa-bawa cincin sebagai ide cerita yang kurang asoy. Lagian, The Lord of The Rings? Raja Cincin? Judul buku apaan tuh.. kayak nama toko mas kawin di Glodok.

Kenapa ya?
Ngeliat banyak temen gue yang suka sama fantasy,
gue juga sebenernya pengen suka sama buku-buku itu.

Nah, baru akhir-akhir ini gue nyoba baca bukunya Neil Gaiman, karena temen baik gue ngomongiiiin dia melulu selama hampir, well, empat tahun. Akhirnya gue menyerah pada rasa penasaran. Bukunya Neil Gaiman yang Smokes and Mirrors gue baca and oh man, walaupun baru setengah.. tapi keren mampus. Ceritanya fantasy gitu sih, tapi kok keren ya? Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata deh. Prosanya bagus banget. Plotnya bikin kaget. Banyak yang bisa dikutip dari buku ini.

Misal, gue, dan temen gue, suka banget kutipan yang ini:
"I fell for her like suicide from a bridge." - Neil Gaiman, Smokes and Mirrors

Mantap.
Ini baru namanya penulis.
Beda banget kan sama gue?

Kalo gue dikutip orang paling-paling kayak gini:
"Pito gelagapan. Karena panik, pipisnya jadi abstrak." - Raditya Dika, Babi Ngesot

So yeah, penulis favorit gue tambah satu sekarang: Neil Gaiman.
Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan cinta gue sama Haruki Murakami.
You should check him out too.

Nah, sekarang.. nyoba baca Harry Potter dulu ah.

Ehm,
topik lain: lagu gratis lagi.

2. BAGI-BAGI LAGU
Pembaca-pembaca lama mungkin masih inget gue pernah ngasih lagu ciptaan gue gratis di postingan yang ini (Atas Sikapmu) dan yang ini (Dirimu). Bagi yang belom download lagu-lagu lama, sorry to say gue gak bakal taro lagi karena mengganggu bandwidth. Mungkin pembaca yang belom dapet bisa kontek-kontekan dengan pembaca lain melalui sistem komen.

Eniwei, ini lagu gue yang mau gue bagi hari ini (klik kanan, save as),
Seperti biasa, lagu yang dipajang akan gue apus setelah ada postingan berikutnya:

http://www.radityadika.com/jangankembalidemo.mp3

Judul: Jangan Kembali
Music & Lyrics: Raditya Dika
Recorded @ Komputer Kamar Gue
Music: Sentimental Reasons (Diva - vokal, Radith - gitar, Bagus - bass, Windy - keys, Ara - drums programming).

Lagu ini gue buat bersama-sama gitar gue, si Pandora, (baca: bab Kucing Jawa - Babi Ngesot), sehabis putus sama Si Kebo. Gue ngebuat ini di depan meja belajar gue di Adelaide, Australia, dengan gitar di tangan, sesekali nulis kunci dan lirik. Pas gue balik ke Jakarta, lagu ini gue aransemen bareng Sentimental Reasons, lalu direkam, di-mixing, dan di-master di kamar gue dengan sebuah komputer rakitan menggunakan software Cubase yang di-rewire ke Reasons, jadi maap aja kalo produksinya cemen namanya juga demo. Hehe. So yeah, there it goes.

Eniwei, masalah yang lain..

3. BOCORAN KOMIK
Beberapa minggu ini gue sering dapet email/komen seperti ini..

email dari Adhitya: Bang dika, sehat ??? masih pipis berdiri kan?! hehe
eh, bang dika, tentang komik KJ tu gmana nasibnya,,,
kapan mau terbit?? saya udah nungguin, ,, tulisannya aja kocak apalagi gambarnya,,,


Terimakasih juga buat temen-temen selain Adhitya yang juga udah nanyain komik Kambingjantan. Progress-nya sampai sekarang sih masih dalam pengerjaan. Dio sih lagi ngegambar, dan gue lagi bikin script untuk chapter terakhir. Satu hal yang bisa gue sampaikan tentang Komik Kambingjantan adalah ini: seluruh cerita di Komik Kambingjantan adalah baru, bukan adaptasi dari buku Kambingjantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh. Ngapain beli komiknya kalau udah pernah tau ceritanya kan? Hehe. Cerita-cerita dalam komik Kambingjantan adalah cerita pas gue kuliah di Adelaide, Australia dulu, tapi tidak ada yang pernah diceritain di buku Kambingjantan.

Beberapa tokoh utama untuk komik Kambingjantan adalah:


Radith/Dika

Oke, pertama-tama.. di dalam kehidupan nyata mata gue gak semencong itu. Gambar di atas di ambil dari salah satu panel chapter 1 yang udah jadi. Sepanjang komik Dio menggambarkan gue dengan sangat-sangat lucu. Terkadang gue kayak orang licik yang terlalu bodoh untuk licik, terkadang gue kayak orang linglung, keren-keren deh. Ngeliat karikatur gue ngebuat gue jadi berpikir: 1) rambut gue pendek mulu ya, dan 2) apa jangan-jangan muka gue seamburadul itu ya?


Harianto

Harianto jadi side-kick gue di Komik Kambingjantan. Selain Harianto, ada juga Yousef, temen gue orang arab. Ada juga orang-orang yang belom gue sempet ceritain secara detail: Sharon, manager apartemen gue yang serem banget, dan lain-lain. So far so good.

Begitu ada progress lagi,
ntar gue kabarin lagi ya di sini.

Oh ya, casting untuk film Kambingjantan sebentar lagi dibuka. Kita ada open casting dan salah satu media untuk mendapatkan pelamar adalah melalui website ini. Tunggu kabar selanjutnya! Siapa tahu ada pembaca yang bisa ikutan main film. Mehehehhe. :D

Keep it real!

PS: Next talkshow > Sabtu, 31 Mei 2008, 13.00 - selesai, Gramedia Depok.Minggu, 1 Juni di Gramedia Daan Mogot. Oh ya masih ada yang nanya Babi Ngesot sekarang beredar cetakan keberapa. Babi Ngesot yang beredar sekarang udah cetakan tiga, Happy buying guys.


about my book...

 1 2 3 Next