Radith For President

Tadinya niatnya gue mau bikin analisa kans calon presiden dari segi kegantengannya, tapi gue takut jadi kasus. Huhuhu. Maka bahan yang kemaren gue olah, dan yang gue tulis sekarang ini adalah promosi untuk memilih gue jadi presiden. Ya, pemilihan presiden tahun 2009 masih dua tahun lagi, tapi beberapa calon sudah terlihat berancang-ancang menimbun political capital. Presiden SBY ngeluncurin album, Jusuf Kalla ngelobi kemana-mana, Sultan Hamengkubuwono nongol di Kick Andy. Kita tidak bisa tinggal diam! Setiap rakyat Indonesia punya hak untuk mencalonkan dirinya menjadi presiden. Maka, di pemilu tahun 2009 nanti, gue akan mencalonkan diri sebagai presiden imbisil Indonesia pertama. Pilihlah saya..

Raditya “The True Very Ganteng Man” Dika

Radith tak perlu strategi politis untuk memenangkan Pilpres 2009. Cukup dengan menjadi ganteng, dia pasti menang. Ya, dengan mukanya yang lain daripada yang lain, wajah Radith terlihat sangat proporsional dengan mata yang unik (saking uniknya jereng ke samping). Saking terkenalnya, semua orang di desa Boltzwana, Zimbabe, membicarakan kegantengan Radith. Pilihlah Radith sebagai presiden untuk membimbing Indonesia ke dalam jurang kehancuran kemakmuran. Selain ganteng, kelebihan Radith lainnya adalah cepat mengangkat jemuran, pandai mewarnai gambar, dan melipat kertas.

Program kerja Radith setelah menjadi presiden adalah mengganti Busway menjadi Bencongway, di mana ada satu jalur khusus untuk bencong. Mereka yang membayar 3,500 rupiah sudah bisa jalan digendong oleh bencong-bencong taman lawang ke mana saja. Sungguh, solusi yang sangat keren untuk kemacetan kota Jakarta yang makin lama makin bikin pusing ini. Bencongway, nyaman berpergian, asal jangan bawa kecrekan! Jurusan Bencongway yang akan segera dibuka oleh Radith ketika terpilih menjadi presiden adalah jurusan Blok M – Merauke. Sayang, bencong yang ngetes rute ini dikabarkan mati dengan kaki terputus.

Setiap calon Presiden harus punya Wakil Presiden,
Pasangan Radith untuk maju ke Pilpres 2009 adalah..

Jojon The Moustache Sakti

Sebagai mahasiswa politik yang bloon Radith berpendapat masyarakat menyenangi pemimpin yang berkumis. Hal ini bisa dilihat dengan terpilihnya Fauzi Bowo pada pilkada lalu. Sayangnya Radith gak punya kumis, ada juga bulu pantat yang nyambung jadi rambut. Tapi Radith memang jago dalam berpolitik, dalam Pilpres kali ini Radith menggandeng Jojon yang sudah terkenal dalam dunia perkumisan.

Mengikuti jejak Fauzi Bowo dengan motto “coblos kumisnya”, maka agar menang dalam Pilpres kali ini Jojon akan memelihara kumis sampai memenuhi muka (dibolongin di bagian mata biar bisa ngeliat), dan berteriak lantang, “coblos kumisnye walaupun muke gue kumis semue.” Jojon dikenal juga ahli dalam membuat ibu-ibu pingsan (bukan karena ganteng, tapi suka nusuk pake kumisnya). Pasangan Radith-Jojon diharapkan bisa saling mengisi kekosongan antara satu dengan lainnnya. Sifat mereka memang saling mengisi: Radith suka main air, Jojon suka disiram air. Radith suka kue donat, Jojon suka nyolong donat. Radith mukanya kayak babi, Jojon suka nonton tipi (gak nyambung).

Jika Radith terpilih, berikut adalah susunan menteri kabinet Indonesia Dung Dung Pret:

Menteri Permainan Wanita: Christian Sugiono
Menteri Masa Depan: Mama Laurent
Mentri Mungkin Gak Ada Kali ya: Papa Laurent
Menteri Istri Presiden I: Tamara Blezensky
Menteri Istri Presiden II: Dian Sastro
Menteri Cuci Piring: Sponge Bob

Yak, tentukan masa depan Indonesia menuju kemakmuran!
Ingat, kalau Radith jadi presiden, tidak akan ada korupsi.. karena gak ada duitnya!
Hidup demokrasi! Hidup baju diskonan! Uoh!

PS: talkshow gue minggu ini ada di Gramedia Karawaci, jadwal lengkap di sini

Kuntilanak!

dimuat di kolom Endnote majalah Bukune Edisi III, diadaptasi untuk blog

Gue takut sama Kuntilanak. Sama kutil aja takut, gimana Kuntilanak. Namun, hal ini berubah sewaktu gue nonton premier-nya filmnya. Chris, salah temen yang ikutan, bilang, ‘Eh Dit. Kuntilanak itu rambutnya panjang, dia suka ketawa, kan?’
‘Ya,’ jawab gue.
‘Berarti dia itu pemakai SunSilk yang humoris!’

Omongan Chris langsung membuat gue berpikir, gimana kalau kita selama ini salah sangka? Gimana kalau sebenernya kuntilanak itu ketawa-ketawa emang karena dia hantu yang emang demen ketawa, bukan niatnya nakutin. Lebih jauh lagi, gimana kalo sebenernya Gonderuwo yang keribo itu, sebenernya cuman makhluk halus kelebihan lemak yang gak pernah sisiran? Kenapa kita harus menganggap mereka menakutkan, padahal siapa tahu mereka baik. Kayak Casper, tapi jauh lebih buruk rupa. Sayangnya, film Indonesia selalu mendoktrin para penonton dengan menampilkan hantu sebagai sosok yang menakutkan.

Film hantu Indonesia terakhir yang gue tonton berjudul Hantu Jeruk Purut. Bukannya serem, tapi gue malah ketawa ngeliat produksinya yang gak serius itu. Hmmm, kalo begini gue sempet berpikir untuk bikin film hantu sendiri aja. Judulnya Hantu Jeruk Kentut, di mana setiap hantunya mau nongol, ada bunyi-bunyi kentut dulu. Lalu para pemeran utama yang mendengar bunyi kentut malem-malem akan bilang, ‘Oh mai got! Kau cium bau kentut aroma jeruk mandarin ini? Haruktut (hantu jeruk kentut) udah deket! Dia udah deket! Kyaaaaa.’ Mereka lalu lari guling-guling.

Mungkin, hantu-hantu itu sebenernya udah bikin film tentang manusia. Siapa tahu di alam lain sana, di bioskop-bioskop hantu, untuk menyaingi film Tusuk Jalangkung: Datang Tak di Jemput Pulang Tak di Antar yang manusia buat, para hantu ikutan membuat film bertema manusia yang tak kalah serem: Satpam: Kadang Kumisan, Kadang Botak.


radith facial mirip kuntilanak ganteng

Satu hal lagi yang mengganggu: kenapa ya film hantu Indonesia selalu identik dengan wujud yang serem? Kapan kita bisa membuat film yang penuh surprising twist kayak The Others, hantu yang romantis seperti di Ghost, cerita serem yang cerdas seperti The Ring. Hmph, pokoknya film yang engga cuman ngandelin make up serem dan orang-orang lari jerit-jerit. Udah cukup capek gue nontonin film hantu Indonesia, yang kayaknya cuman bisa digambarkan dengan: jerit-hantu nongol-pulang. Pocong 3? Sundel Bolong? Ah, udah gak napsu.

Kapan ya kita punya film hantu yang bener-bener mantep?
Mungkin, hanya hantu yang tahu.

PS: tadinya gue posting sesuatu tentang pilpres 2009, tapi atas informasi seseorang yang memberitahukan apa yang pernah terjadi ini, maka gue memutuskan untuk ngapus, daripada dipenjara.. Mehehehe..

radith + sapardi = … ?

Dari penyair-penyair Indonesia, cuman Sapardi Djoko Damono yang bisa bikin gue jadi “aaaaaaaaah” sambil bikin lemes. Gue jatuh cinta sama dia semenjak baca puisinya yang ini, yang udah lumayan banyak dikutip orang-orang..

AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Aaaaah. Pak Sapardi, kalo mo bunuh gue, bunuh aja pake piso, gak usah pake kata-kata. Kalo aja Pak Sapardi cewek, pasti udah gue kawinin. Gue sering berandai-andai, kalo gue kawin sama Sapardi, anaknya bakalan kayak gimana ya? Hmmmmmmmm. Mari kita lakukan eksperimen.

radith sebelom dikawinin
ini lah radith pembawa gen ganteng

dikawinkan dengan..

sapardi sebelom kena musibah
sapardi, si pujangga keren bangetz (sampe harus pake “z”)

anaknya akan menjadi..

alien nyasar
SAPARDITH DJOKO DAMONO, alias alien nyasar

Wah, ganteng juga anak kita berdua.
Jadi terharu.

In the end, gue jadi ngebacain puisi-puisi Sapardi Djoko Damono di internet. Ini membuat gue ngerti bahwa ternyata kata-kata, yang tadinya cuman kumpulan huruf, bisa punya kekuatan yang begitu dasyat untuk ngebuat dada ini ngerasa anget. My favorite pick, untuk bulan puasa ini..

SAJAK-SAJAK KECIL TENTANG CINTA

/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat
/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak
/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku

Aaaaaaaaaaaaaah. Lemes gue.