Dua hari ini gue lagi sibuk reading ama pemeran Harianto di film Kambingjantan.
Harianto, sama seperti Kebo, adalah peran yang sangat krusial di film Kambingjantan. Di filmnya, hampir sebagian besar cerita gue di Australia, pasti sama Harianto. Untuk kepentingan durasi film, memang beberapa tokoh temen gue (kalo di buku: Sabrina, Reza, Anas) ditiadakan dan dilebur jadi satu menjadi Harianto. So, Harianto adalah peran yang sangat-sangat-sangat-sangat penting.
Setelah mencari-cari pemain yang tepat, mengcasting berjuta-juta kali, mencari pemain sampai ke kampus-kampus, akhirnya yang dipilih oleh produser, sutradara, dan casting directornya untuk memerankan Harianto adalah… Edric Tjandra Extravanganza. Now, gue gak pernah nonton extravaganza jadi gue gak pernah tahu Edric itu seperti apa di TV, tapi yang jelas pas gue mulai reading sama dia, chemistry-nya makin lama makin kebentuk.
Edric sendiri sangat antusias dalam memerankan Harianto. Dia langsung nelpon Harianto untuk tahu logat Jawa-Kediri yang Harianto punya seperti apa. Dia juga minta Harianto ngirim fotonya ke dia, mungkin untuk tahu raut muka, gesture, dan segala macemnya. Gue sempet ngobrol sama Harianto soal ini:
Gue: Har, Edric udah nelpon kamu?
Harianto: Udah, Dik.
Gue: Dia minta poto juga ya?
Harianto: Iya, aku kasih aja poto kita rame-rame sama temen-temen.
Gue: Kamu masih punya, tah? Aku mau juga dong! MAU JUGA HAR!
Harianto: Iya, iya. Aku kirim ya.
Gue: KE EMAIL KU YA HAR! KIRIMIN YA!
Harianto: Iya.
Hari ini gue dapet email dari Harianto, poto yang dia kirim ke Edric. Poto pertama sih masih gak papa-papa:

kenapa muka gue paling gak beres di sini? (kedua dari kiri: Takuji)
Giliran foto kedua yang dia kirim…

Pemirsa, kita melihat ada penampakan babi monyet.. ITU DIA PEMIRSA!
Terimakasih, Harianto, atas foto-fotonya.
Terimakasih… *nangis*
The heart of your writing while snuoding reasonable in the beginning, did not really sit perfectly with me personally after some time. Someplace throughout the sentences you managed to make me a believer unfortunately just for a very short while. I however have got a problem with your leaps in assumptions and one would do well to fill in all those gaps. In the event that you actually can accomplish that, I could undoubtedly end up being impressed.
What a great post! I like to read how authors are irspined where their characters come from.It is quite interesting the we (the readers) will meet Count Baldwin again. I liked the first meeting of Count Baldwin and Edric on the wall of Constantinople.I can’t wait to read how the story will continue in Varangian: The Assassins of Teneo Mundus
keren keren laahh..hhe