dimuat di kolom Endnote majalah Bukune Edisi III, diadaptasi untuk blog
Gue takut sama Kuntilanak. Sama kutil aja takut, gimana Kuntilanak. Namun, hal ini berubah sewaktu gue nonton premier-nya filmnya. Chris, salah temen yang ikutan, bilang, ‘Eh Dit. Kuntilanak itu rambutnya panjang, dia suka ketawa, kan?’
‘Ya,’ jawab gue.
‘Berarti dia itu pemakai SunSilk yang humoris!’
Omongan Chris langsung membuat gue berpikir, gimana kalau kita selama ini salah sangka? Gimana kalau sebenernya kuntilanak itu ketawa-ketawa emang karena dia hantu yang emang demen ketawa, bukan niatnya nakutin. Lebih jauh lagi, gimana kalo sebenernya Gonderuwo yang keribo itu, sebenernya cuman makhluk halus kelebihan lemak yang gak pernah sisiran? Kenapa kita harus menganggap mereka menakutkan, padahal siapa tahu mereka baik. Kayak Casper, tapi jauh lebih buruk rupa. Sayangnya, film Indonesia selalu mendoktrin para penonton dengan menampilkan hantu sebagai sosok yang menakutkan.
Film hantu Indonesia terakhir yang gue tonton berjudul Hantu Jeruk Purut. Bukannya serem, tapi gue malah ketawa ngeliat produksinya yang gak serius itu. Hmmm, kalo begini gue sempet berpikir untuk bikin film hantu sendiri aja. Judulnya Hantu Jeruk Kentut, di mana setiap hantunya mau nongol, ada bunyi-bunyi kentut dulu. Lalu para pemeran utama yang mendengar bunyi kentut malem-malem akan bilang, ‘Oh mai got! Kau cium bau kentut aroma jeruk mandarin ini? Haruktut (hantu jeruk kentut) udah deket! Dia udah deket! Kyaaaaa.’ Mereka lalu lari guling-guling.
Mungkin, hantu-hantu itu sebenernya udah bikin film tentang manusia. Siapa tahu di alam lain sana, di bioskop-bioskop hantu, untuk menyaingi film Tusuk Jalangkung: Datang Tak di Jemput Pulang Tak di Antar yang manusia buat, para hantu ikutan membuat film bertema manusia yang tak kalah serem: Satpam: Kadang Kumisan, Kadang Botak.

radith facial mirip kuntilanak ganteng
Satu hal lagi yang mengganggu: kenapa ya film hantu Indonesia selalu identik dengan wujud yang serem? Kapan kita bisa membuat film yang penuh surprising twist kayak The Others, hantu yang romantis seperti di Ghost, cerita serem yang cerdas seperti The Ring. Hmph, pokoknya film yang engga cuman ngandelin make up serem dan orang-orang lari jerit-jerit. Udah cukup capek gue nontonin film hantu Indonesia, yang kayaknya cuman bisa digambarkan dengan: jerit-hantu nongol-pulang. Pocong 3? Sundel Bolong? Ah, udah gak napsu.
Kapan ya kita punya film hantu yang bener-bener mantep?
Mungkin, hanya hantu yang tahu.
PS: tadinya gue posting sesuatu tentang pilpres 2009, tapi atas informasi seseorang yang memberitahukan apa yang pernah terjadi ini, maka gue memutuskan untuk ngapus, daripada dipenjara.. Mehehehe..
Hi from New York And thanks for the web site. It was just the thing I had been looking for. It has helped me no end. Thanks again
I really wonder how you could write a post like this on Kuntilanak!. You really organized all those thing in a very fantastic manner. I really appreciate it….Student Loans No Credit Check Or Cosigner
HwEEe….
Dika aNGkAsa dsT… mHoHohoHo…
Gw tKut LYat foTo lOe nTuh…
miRiP bGtz m KuntiLaYah…
sSeRrhHeMmmm…………..
kurasa hantu di film atau hantu asli nggak se serem hantu yang di postingan ini deh hihihih becanda
Pingback: Sofortkredit,Sofortkredit ohne Schufa
An intelligent point of view, well expesrsed! Thanks!