My Inspiration...

Baru aja ngebukain link-link dari orang yang ninggalin komen, dilanjutin dengan blog walking, eh nemu beberapa review tentang Babi Ngesot, gue pajang di sini yaaa:

Dari http://rikaokd.blogspot.com
Emang, dia punya segudang kisah nyata yang gokil that's very very funny to tell, but sometimes hal-hal yang ia ceritakan juga sering terjadi di kehidupan kita semua! So I'm totally disagree klo ada yang bilang dika bisa beken karena kebetulan aja punya kehidupan yang seru, no no! He's a real writer, sebuah cerita/topik biasa bisa jadi kocak karena cara penulisannya yang emang asik. Banyak juga orang-orang tolol di luar sana selain dika, tapi cuma dika yang bisa menyuguhkan ketololannya dengan sangat apik (ini murni pujian)!

Dari http://linuxgembel.wordpress.com
Perlahan halaman demi halaman pun anda buka, anda pun segera terhanyu dalam syndrom limit mendekati imbisil. Anda pun mulai tertawa kesetanan, mata anda pun mulai berair, dan perlahan lahan anda pun mulai terjatuh ke tanah. Bergulin guling tertawa girang sampai perut anda lepas dari persendiannya (emang ada gitu sendi perut?). Pingsan dengan mulut berbusa, masih memegang buku Babi Ngesot. Tragis!!!

... Dan pendapat saya pribadi, buku ke empat ini yang paling lucu dari semua buku karangan Raditya DIka. Buku ini masih berisi cerita keseharian seorag pengawal presiden dalam perjuangannya mempertahankan negara dari serangan gerombolan banci salon yang bermutasi menjadi Kangen Band (WOII!! Fokuss WOi!! ). Just kidding!! Buku ini masih bercerita tentang keseharian raditya dika dan segala kekonyolan yang berputar didalamnya. Mulai dari cerita pijet pijetan menantang maut dengan adik (sisters from HELL!!) sampai ketemu setan di rumah.

Temen lain yang review: Paams, Ridu

Ada yang nge-review Babi Ngesot lagi?
Kasi tau gue ya.. ntar linknya gue taro di postingan berikutnya.

Selanjutnya, akhir-akhir ini gue sering dapet email seperti ini:

Email dari Rizal Al Islam

ola gw anak sidoarjo penulis juga sih tapi bukan penulis humor ,emang gw baru 13 thn ,nama gw januar abu rizal al islam panggil aja rizal ,gw cuma ngasik komentar klo humor lo lucu abis ,gw mo tanya nih gw ini pingin kirim dari sidoarjo ke penerbit cerita misteri {macam harry potter gitu deh} tapi gak tau giman caranya biar masuk abis tulisan gw jeleeeeeeek abiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis! boleh nggak bagi pengalamanya ,secara gw masih kelas 7 smp so boleh dong aku berguru pada kak raditya bls gpl aku pingin jadi orang tersesat kayak kakak. baaaaaaaaaaaaalaaaaaaaaassssssssss

Hai Rizal, biar tulisannya bagus sih yang jelas harus banyak-banyak referensi bacaan. Gue merasakan manfaatnya banyak referensi. Cinta Brontosaurus, misalnya, itu sebenernya format cerpen/essai-nya terinspirasi dari penulis komedi David Sedaris. Untuk komedi observasional yang jadi ciri Radikus Makankakus dan Babi Ngesot, gue banyak terinpirasi dari buku-buku stand-up comedian kayak Rock This - Chris Rock sampai ke Seinlanguage - Jerry Seinfeld. Kalau untuk buku bacaan mengenai menulis yang baik, kitab suci gue adalah: The First Five Pages dan Self Editing for Fiction Writers. Untuk menulis komedi, kita suci gue adalah Comedy Writing - Judy Carter. Buku lokal juga banyak kok yang memberikan masukan tentang menulis.

Kalo katanya AS Laksana, bos gue dulu, perjalanan seorang penulis adalah perjalanan seorang pembaca. Si penulis, dengan banyak membaca, dia akan menyerap ilmu dari bacaan-bacaan tersebut (bukan menjiplak). Dia akan ngerti dari mulai bagaimana cara menulis kalimat yang efektif, membuat paragraf pembuka yang membuat pembaca terus membaca tulisannya sampai habis. Katanya AS Laksana, "William Faulkner dan Ernest Hemingway belajar dari cara Sherwood Anderson berkisah. Hemingway dan Faulkner saling mengejek dan keduanya sama-sama peraih Nobel. Gabriel Garcia Marquez memungut teknik Faulkner dan mengagumi Hemingway dan kemudian memberontak. Peniruan di awal-awal kelahiran adalah proses yang wajar; sewajar bayi menirukan apa saja yang mengitarinya, sebelum akhirnya menjadi manusia dewasa yang berbeda dari manusia-manusia dewasa lainnya."

Jadi, ingin menulis? Ya, langkah pertama.. biasakan membaca dulu. Menurut gue, penulis yang tidak membaca sama aja dengan sutradara yang tidak pernah menonton film. Selanjutnya ya belajar teknik menulis, nah itu pembahasan lain lagi. Hehe.

Nah, mudah-mudahan ini menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa di email gue.
Hope that'll help you all aspiring writers. :D


about my book...