Namaku Alfa, dan aku kucing gaul

Selamat siang manusia-manusia.

Maaf, tapi hari ini yang ngeblog bukan Bang Dika.
Tapi aku, Alfa, si kucing betina keren keluarga Bang Dika.

Ini fotoku:


kayaknya kedeketan deh

Aku kesel karena Bang Dika gak update-update blognya. Ya udah, pas Bang Dika lagi pipis, aku templok dari belakang, aku tutup bolongan idungnya, dia megap-megap, sempet jerit-jerit kayak cewek, dan dia sekarang pingsan setengah telanjang di WC deket ruang tamu. Terus aku ke kamarnya, nyalain laptop, dan langsung login ke blognya dia. Maaf Bang, tapi aku harus melakukan ini.

Jujur, aku pengen juga nulis blog. Berbagi cerita. Yah, kucing juga manusia. Eh, tapi kan kucing bukan manusia. Ah, ngertikan maksudku? Ngerti dong, masa yah ngerti lah. Kan kedondong, bukannya kedonglah. Lihat, sebagai kucing aku cukup gaul bukan? Aku suka sekali infotaiment. Artis favoritku adalah Glen Alinsky. Suatu saat aku pengen digendong sama dia.


maaf, idung kamu kecolok ya...

Mumpung aku lagi bisa ngeblog, aku mau cerita sesuatu. Di antara kalian mungkin sudah ada yang punya banyak pertanyaan kepadaku, si kucing betina gaul ini, seperti "Alfa, apa sih rasanya jadi peliharaannya Bang Dika?" atau "Alfa, Bang Dika di rumah juga ganteng gak?" atau "Alfa, apa sih rasanya punya tete enam?" Sayang sekali, dalam kesempatan ini, aku hanya mau membersihkan nama baik Edgar.

Ya, Edgar. Aku engga terima Edgar selalu dijelekkan di bukunya Bang Dika. Edgar itu majikanku yang paling baik. Paling mengerti aku. Dia yang paling sering ngasih aku makan. Paling ngerasa deket sama aku. Buktinya, udah dua hari ini Edgar salah make ngambil sampo pas lagi mandi - dia make sampoku. Sepanjang hari dia digodain sama kucing jantan tetangga.

Edgar itu baik.
Ingatlah itu, pembacanya Bang Dika. Edgar itu baik.

Hari ini Edgar minta dijilat mukanya sama aku. Ya udah aku jilat aja. Sayang, dia engga tau, kucing selalu membersihkan pantatnya dengan lidah. Makanya, sepanjang hari ini Edgar nanya ke Mbak, "Mbak, siapa yang kentut ya? Kok dari tadi aku ke mana-mana ada bau kentut teruuus?"

Lihat kan? Edgar itu polos banget.

Aku suka nonton Naruto sama Edgar. Menurutku Naruto itu cool abis. Naruto itu siluman rubah. Rubah dan kucing itu saudaraan lho. Ah, aku juga jadi kepengen jadi siluman rubah yang lincah. Aku sering lho, latihan malem-malem, sampai memakan korban segala. Waktu itu aku lagi latihan malem-malem, pas aku lagi salto-salto, eh aku kepleset, jatoh dari lantai tiga, dan nimpa kepala si Mbak. Mbak langsung lari ke luar rumah ketakutan. Dia tidak pernah kembali.

Eh, Bang Dika kayaknya mau sadar.
Aku harus udahan dulu.

Untuk menutup, aku pengen ngasih kepanjangan namaku, kayak yang Edgar buat di buku organizernya.

A = Alfa namanya
L = Lucu buntutnya
F = Funky buntutnya
A = Asoy buntutnya

(aku memang engga kreatif)

EH! Bang Dika udah sadar! Dia lagi jalan ke sini! Udah dulu ya.
Sampai bertemu lagi, manusia-manusia.

Oh ya, kalau ada yang kenal sama trio macan, salamin ya. Aku ngefans banget sama mereka. Aku suka lirik lagunya, "Kelakuan si kucing garong, kalau lihat mangsa mengeong, main sikat main embat, mangsanya lewat." Begitu denger lagu itu, aku langsung terhipnotis. Aku langsung mikir ternyata kucing garong jahat-jahat. Aku langsung ngejauhin semua temenku yang kucing garong. Saking sebelnya sama kucing garong, kemaren ada yang lewat depan rumah, aku jorokin aja ke comberan. Sekarang aku punya obsesi pengen jadi anggota keempat trio macan.


impian seekor kucing biasa

Salam ngeong-ngeong,

Alfa


suram banget