Pada Sebuah Malam
July 18, 2008 , 12:02 amKadang,
sakit hati bisa membuat seseorang susah tidur.
Tengah malem kemarin, gue baca lagi postingan gue yang ini. Sambil ngebaca tulisan itu, gue juga mendengarkan lagu ini. Gak tahu kenapa, ngebaca sambil mendengarkan lagu tersebut ngebuat gue ngerasa sedih, nostalgic, dan ada urgensi untuk nulis sesuatu. Ada semacam perasaan yang pengen keluar, pengen cerita, yang tidak bisa gue definisikan.
Di tengah perasaan yang menggebu-gebu, gue mulai menulis pengalaman gue yang paling menyakitkan dalam hidup: cinta yang tak berbalas. Huruf demi huruf merangkai kalimat merangkai paragraf, dan tanpa gue sadari… satu halaman jadi. Lalu gue menyederkan badan ke kursi. Membaca tiap huruf, dan gue tertawa sambil menggelengkan kepala. Belum pernah gue ngerasa begitu deket dengan tulisan gue, begitu rapuh, begitu lancar, seperti mengobrol dengan teman lama yang sudah lama hilang. Seperti mengobrol dengan seorang teman, yang baru pulang dari suatu tempat yang jauh.
Gue keluar kamar,
bikin kopi panas.
Lalu gue melanjutkan menulis. Satu demi satu gue tulis, dan gue menyelesaikan empat file tulisan setengah jadi. Gue baca ulang, resapi, tertawa, sedih. Saat itu, baru gue menyadari, ternyata gue udah lama gak menulis humor yang kontemplatif. Udah lama gak ngebuat sebuah tulisan yang ngebuat gue berpikir kembali tentang hal-hal pahit yang gue alami dalam hidup, lalu di saat yang bersamaan, menertawakannya.
Udah lama gue gak keluar dari comfort zone gue, menceritakan sesuatu yang ngebuat gue tutup mata, lalu balik lagi ke waktu yang gue ceritakan. Memberitahu pembaca kalau hidup gue gak selalu seneng. Membuat orang paham bahwa gue punya masa-masa gelap dalam hidup gue. Bahwa, pada satu masa, gue pernah sakit hati, pernah ngerasa kehilangan, pernah ngerasa paling bodoh, paling lemah. Pernah merasakan apa yang orang-orang lain pernah rasakan. Pernah menjadi manusia.
You see, seseorang bisa menjadi lucu ketika jujur bercerita. Seseorang juga bisa menjadi menangis ketika bercerita tentang cinta. Gue pengen menulis keduanya. Gue pengen membuat sesuatu yang membuat orang tertawa dan menangis. Karena itulah inti dari hidup ini: tertawa, dan menangis.
Gue menulis, menulis, dan menulis. Sampai capek menulis, gue ngeliat ke langit-langit kamar… merenung sendirian. Di sini lah gue: ribuan kilometer dari rumah, menulis tentang seseorang yang tidak pernah gue dapatkan. Seseorang yang pernah membuat hati gue dipecahkan menjadi ribuan serpihan kecil yang lalu coba gue kumpulkan kembali. Yang gue coba, perlahan-lahan, bentuk kembali..untuk bisa diberikan kepada orang lain.
Kopi di cangkir putih,
habis gue teguk.
Gue melihat jam, sudah jam dua pagi. Lalu gue membuat satu folder baru di desktop gue. Gue mengisi folder tersebut dengan semua tulisan yang baru gue buat. Lalu gue namain folder baru tersebut: BUKU KELIMA - WORK ON PROGRESS. Tidak berapa lama, gue membuang waktu dengan mengedip, tanpa berpikir apa-apa. Gue menutup laptop, lalu dengan malas tiduran di atas tempat tidur.
Sepuluh, dua puluh menit,
gue masih gak bisa tidur.
Mungkin memang benar:
kadang, sakit hati bisa membuat seseorang susah tidur.


August 21st, 2008 at 12:34 pm
boleh baca tulisan yang itu, nggak? tertarik, neh…..
August 9th, 2008 at 2:27 pm
sakit ati emg bikin orang kayak gitu dith .
gak bisa tidur , gak bisa mikir , malah jadi kayak orang bego . tp itu wajar kog .
August 6th, 2008 at 12:22 am
Ya, sakit hati memang bisa membuat kita tidak bisa tidur. I feel it now and its so hurt Bro.
Rasa selai kacang di lidah gw telah hilang. aaaaaah….. sekarang gw akan mencoba untuk tidur mungkin besok aku sudah bisa melupakan dia. Tapi, gw harap malam ini gw bisa memimpikan dia untuk terakhir kalinya.
August 6th, 2008 at 12:13 am
Ya, sakit hati memang membuat kita tak bisa tidur, I feel it now and its so hurt Bro.
Rasa selai kacang itu sekarang telah hilang. aaaaaah…… sekarang gw akan mencoba untuk tidur mungkin besok pagi gw udah bisa melupakan dia. Tapi, gw harap malam ini gw bisa memimpikan dia untuk terakhir kalinya.
August 4th, 2008 at 9:54 am
Kadang emang kita harus ngerasain sakit dahulu untuk tau bagaimana kenikmatan itu. Duit 10 ribu buat kita mungkin sepele. Tapi buat orang yang tau or pernah ngerasain susahnya cari duit, itu berharga tuh. Nah, en ada yang bilang kalo’ hidup itu ada seninya…..
August 3rd, 2008 at 4:03 pm
loh ?
bukan.nya k’dhika ga bisa tidur gara” minum kopi yia ?
hahahaha ..
August 1st, 2008 at 12:21 pm
g’ cuma sakit hati….tapi klo dah kjebak ma masa lalu gimana dunk????
yang jelas klo hati lagi suntuk gw paling susah ngungkapin lewat tulisan….pengennya nangis aja…..
abis nangis truz mikir….gw mesti gimana ya????
hhhh…andai bisa idup tanpa sakit ati……
July 31st, 2008 at 7:04 pm
“Udah lama gak ngebuat sebuah tulisan yang ngebuat gue berpikir kembali tentang hal-hal pahit yang gue alami dalam hidup, lalu di saat yang bersamaan, menertawakannya”.
Inspiring bgt kata-kata Lw yang ini!!
btw, pas Lw ngelakuin ini, perasaan Lw jadi lega ga ch?
klo iya, gw mw nyoba jg gtu!!hehe
btw telat ga ch gw br comment blok Lw yang ud Lw tulis 13 hari lalu!!=)
July 31st, 2008 at 6:38 pm
dikaaaaaaaaaaa , mau bkin buku lg ????? kpn kluarnya ?? heu ..
July 31st, 2008 at 1:57 pm
sakit hati membuat orang belajar tentang hidup…
but thx 2 u…buku2 lo dah membuat gw tertawa.