PA Break #1

Comment by Email

di simpan di : menjadi penulis
July 3, 2009 , 11:57 am

Yo, maaaan!

Ada yang nonton debat Pilpres kemaren? Gila judul acara debatnya DEBAT PILPRES: FINAL. Yep, pake embel-embel FINAL! Emangnya ini The Master pake final-final segala? Untung aja gak ada adegan Megawati di sana dilindes pake stoom terus selamat, atau JK ngelempar-lempar kartu diiringi lagu Jepang, atau SBY dengan suara tenang bilang, “Masuki alam relaksasi Anda jauh lebih dalam.. jauh lebih dalam dari sebelumnya.”

Pilihan gue pribadi masih swinging sih. Gue masih dilematis memilih di antara dua calon. I am currently having hard time determining the lesser of two evils. Hehehehe.

Untungnya kampanye Pilpres udah mau masuk masa tenang. Baguslah, gue udah eneg ngeliat iklan-iklan politik dan segala macam bentuk manuver politik yang makin lama makin basi aja.

***

Anyhoo, gue udah empat hari gak nulis apa-apa buat Proyek Alfa, istilahnya lagi berak break dulu. Bukannya kenapa-kenapa, tapi beberapa hari kemarin gue harus nyelesein treatment skenario untuk proyek film komedi gue bersama Maxima Pictures (sekali lagi, bukan film dari buku gue). Pengen nge-share sedikit. Sekedar memberikan gambaran di mana posisi gue sekarang, tahap penulisan skenario itu kira-kira seperti ini:

1. Penulis memberikan Story Summary kepada produser
Story summary (atau sinopsis) adalah cerita lengkap dalam bentuk narasi tentang filmnya sendiri seperti apa. Kalau gue biasanya membuat story summary yang sudah dibagi ke dalam 8 sequence (bagian cerita). Story summary ini berisi kira-kira ceritanya bakal kayak apa, motivasinya apa, konfliknya seperti apa. Story summary yang biasa gue bikin terdiri dari 2 – 3 halaman.

Ketika story summary udah di acc, lanjut ke..

2. Penulis memberikan treament skenario ke produser/sutradara
Tahap selanjutnya, penulis membuat treament. Treatment yang biasa gue buat berformat seperti skenario biasa, tapi tanpa dialog. Dialog dijelaskan dengan narasi. Jadi bentuk treatment seperti sinopsis tapi dengan scene heading (itu lho yang INT. SEKOLAH DIKA – DAY).. Jadi melalui treatment ini kita sudah bisa mengira-ngira nanti filmnya jadi berapa scene, berapa panjang, dan kira-kira ceritanya udah cukup engaging apa belum. Tentu saja, semua hal bisa berubah ketika benar-benar jadi skenario. Misalnya, treament film Kambingjantan dengan skenarionya, itu banyak sekali mengalami perubahan.

Pas lagi ngebahas treatment ini, penulis biasanya berdiskusi bareng dengan produser dan sutradara. Nah, kemaren sutradara yang berencana ngebuat film ini, mas Rako Prijanto, ketemuan ama gue dan memberikan beberapa revisi treatment sebelom masuk ke skenario.

Sekarang, treatmentnya udah masuk draft 2, dan gue lagi menunggu acc dari produser dan sutradara untuk mulai masuk ke penulisan skenario.

Mumpung lagi menunggu acc mereka berdua, mulai hari ini gue bakalan ngelanjutin lagi Proyek Alfa. So, wish me luck. Mudah-mudahan banyak waktu luang yang nyelip-nyelip seperti ini. Mehehehe.

Karena bolak-balik ngerjain antara menulis buku dengan menulis film, gue jadi semakin berpikir menulis buku emang beda banget dari menulis film. Menulis film adalah kerja tim, jadi banyak kepala yang terlibat, memberikan masukan, dan lain-lain… kayak main bola. Menulis buku, di satu sisi yang lain, kayak main golf. You are all by yourself. Mau mainnya bagus atau jelek, kalau kalah ya kita sendiri yang rugi.

Nah, karena menulis film seperti bermain bola, kalau kitanya malas, atau jelek ngerjainnya, bisa-bisa satu tim yang rugi… terutama if there’s a big money involved. That’s why skala prioritas gue untuk saat ini lebih tinggi untuk menulis film dibandingkan menulis buku. I don’t want to let down the other team players. :D

***

Now, a little bit advertorial. Salah satu maenan online yang lagi gue maenin sekarang adalah http://www.tenangkandirisejenak.com. Jadi ceritanya di sana orang bisa nge-upload foto dan menyaksikan mereka main drama dan jadi pemeran utamanya.

Selain itu di sana ada ajang photocontest before-after minum joygreentea (yep, this is a marketing campaign albeit a clever one that is), hadiahnya 3 HP mini untuk foto yang paling banyak dikomen sama di vote. So, coba-coba aja guys. It’s fun.

Gue harus cabut, see you on twitter guys!

PA: Day 6

Comment by Email

di simpan di : Blog
June 29, 2009 , 11:20 am

Halah. Ternyata susah banget nyari waktu.

Sampai sekarang baru dapet 5 halaman. HAHAHAHAAHAHAHAHAHA. Gila gila gila gila. Tapi gak papa, yang penting ada progress walaupun tiap hari nambahnya cuman 1 halaman. Rencananya gue mau ngelarin weekend ini, tapi ternyata kemarin ada talkshow di London School dan talkshow di Pesta Buku Jakarta yang memakan waktu cukup lama. Gue kalo udah keluar rumah, suka males pulang lagi soalnya, makanya kalo ada talkshow kayak kemaren, gue pasti ngalor-ngidul dulu kemana-kemana, baru pulang ke rumah. Nah, sialnya, biasanya gue nulis di rumah. Alhasil, nulisnya gak mulai-mulai deh. Mehehehe.

Ngomongin talkshow, kemaren gue baru aja talkshow lagi sama Dio, setelah sekian lama gak ketemu. Selese ketemu Dio, gue ngobrol-ngobrol sama dia di hotel tempat dia nginep. Di sana Dio juga ngasih liat beberapa sketsa gambarnya untuk komik kambingjantan 2. Ini salah satunya:

Moga-moga jadi lebih oke dari yang pertama, tentu saja.
Gue sih sejauh ini sangat seneng dengan bagaimana gue dan Dio bisa kerja bareng seperti ini.

Terimakasih juga buat yang udah dateng ke talkshow gue baik di London School dan di Pesta Buku Jakarta. Gue selalu seneng talkshow di kampus, dan pas di London School crowd-nya asik banget. Panitianya juga baik-baik. Sedangkan, di Pesta Buku Jakarta, talkshownya outdoor dan terbuka buat umum, gue juga ngobrolnya berdua barengan ama Dio. So, it was two different sets of talkshows. Yang bikin seneng gue juga banyak dapet temen baru, terutama pembaca-pembaca yang pada akhirnya jadi teman baik. Nice to have you all, guys!

Eniwei, sampai saat ini gue juga masih berusaha mengupdate blog ini setiap waktu. Cuman kadang-kadang memang nyari waktu buka laptop jadi susah. Kalau ada yang tahu update gue ngapain aja, kayaknya lebih oke kalo nge-follow twitter gue aja di http://www.twitter.com/radityadika. Gue sehari bisa posting belasan kali via twitter, ini karena ngeposting di twitter lebih gampang dan mudah (tinggal ketik di blackberry, langsung send). Jadi gue bisa ngepost disela-sela apa pun yang gue kerjakan. Sekarang udah ada hampir 7000 orang yang follow, so it’s all good. :)

PA: Day 2

Comment by Email

di simpan di : menjadi penulis, proyek alfa
June 25, 2009 , 11:16 am

Kemarin akhirnya gue bisa menulis “Proyek Alfa” sebanyak 2,5 halaman. Hohohoho. Menurut itungan gue, supaya first draft bisa kelar dalam waktu dua minggu, gue butuh sebanyak 5 halaman/hari. Berarti, gue ketinggalan 2,5 halaman. Hmmmm. Tapi tak apa, segitu aja udah bagus menurut gue. Tinggal ngejar ketertinggalan halaman di hari ini.

Hal yang paling merepotkan dalam menulis, terutama pada masa-masa kayak gini, adalah menemukan waktu menulis dengan konsisten. Selama ini, karena kurangnya waktu, gue menulis secara sporadis: di Blackberry pas lagi nungguin orang, di laptop pas lagi di mobil, dan di kantor kalo lagi bosen. Sayangnya, dengan jadwal tidur yang semakin sedikit pula, gue jadi ngantukan dan kalau ada waktu kosong biasanya gue gunakan buat tidur.

Itu problem yang pertama.
Problem yang kedua, adalah adanya kerjaan lain.

Lawan berat dari Proyek Alfa, selain me-maintan kantor, adalah proyek menulis lainnya, yang saat ini sedang sangat mendesak adalah sebuah film layar lebar (bukan dari buku gue) yang lagi gue tulis untuk Maxima Pictures. Rencananya hari ini gue meeting sama produser dan calon sutradaranya. Gue pribadi sih suka sama calon sutradara yang mereka ajukan. which I cannot tell here sebelum semuanya fix. Nah, jika di meeting hari ini semuanya oke, berarti gue harus mulai menulis skenario untuk film tersebut. Ini berarti, lawan berat lagi untuk Proyek Alfa.

Proyek lain lagi, yaitu Komik Kambingjantan 2, buat gue gak terlalu menyita waktu, karena nulis skrip komik itu sangat ringan dibandingkan menulis buku. Plus, gue juga bisa nyicil nungguin Dio yang masih terus menggambar.

Yang jelas, sekarang yang harus dilakukan adalah menjadi jeli: mencari waktu renggang di antara jadwal yang padat dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Maju tak gentaaaar!