Buku “Proyek Alfa”, Dimulai!

Comment by Email

di simpan di : proyek alfa
June 24, 2009 , 2:23 am

Okay.
I’m gonna be honest with you guys.
Gue kena writer’s block.

Sekarang udah hampir setahun gue nulis buku kelima gue, Marmut Merah Jambu, dan masih stuck. Ini yang terjadi selama ini: gue nulis sebanyak lima halaman hari ini, besok gue apus sepuluh halaman. Besoknya lagi nulis sepuluh halaman, pas dibaca gue apus lagi lima halaman. Sampai saat ini gue belum bisa maju-maju dari sekitar 60%. Mungkin terdengarnya udah banyak ya, udah 60%, tapi itu juga masih draft 1. Ini berarti, ini baru first draft gue, belum gue re-write/tulis ulang. Biasanya, buku yang siap gue kasih ke penerbit (dan editor) untuk diproses adalah buku yang masuk draft 4, atau empat kali ditulis ulang. KALO GITU KAPAN MO SELESENYA?

Itu kabar buruknya.
Sekarang kabar baik.

Kemarin, pas gue lagi di Gramedia bareng Mbak Windy, tercetus ide luar biasa, yaitu membuat sebuah buku baru (lagi) yang agak beda dari buku-buku gue sebelumnya. Gue belom bisa cerita banyak tentang bukunya, tapi yang jelas proyek ini gue sementara gue namakan “proyek Alfa”. Dan ternyata, ide untuk “proyek Alfa” ini mengalir dengan sangat cepat.

Tepat di pagi buta hari ini gue ketawa-ketiwi brainstorming sendirian di kamar dan udah banyak banget yang bisa masuk ke buku proyek Alfa ini. Dan gue jadi mikir.. NAH LHO KOK JADI LUCUAN SI PROYEK ALFA INI? Dari pengalaman, gue tahu yang namanya good idea itu adalah ketika it makes you excited sampai gak bisa tidur. Sewaktu dapet ide cerita Ciliwungman (di Kambingjantan) gue mengalaminya. Begitu pula dengan Di Balik Jendela – Cinta Brontosaurus. This is when I know, “Proyek Alfa” is one of the funniest shit I’m gonna create.

Katanya, seorang penulis jika sedang terkena writer’s block bisa menemukan kreativitasnya kembali dengan mengerjakan proyek yang sama sekali lain. Oke, gue juga lagi nulis script film, tapi gue ngerasa gue butuh “jalan-jalan” dulu menulis buku lain, terutama semenjak Marmut Merah Jambu enggak kelar-kelar.

Thus, atas nama kelacaran menulis dan keluar dari writer’s block, gue memutuskan:
Marmut Merah Jambu gue pending dulu.
dan sekarang gue lagi ngerjain buku “proyek Alfa.”

Tiba-tiba, tercetus ide liar kembali dalam kepala gue (pagi buta hari ini nampaknya malam penuh dengan ide liar). Jadi begini, salah satu problem seorang penulis, adalah kebiasaan menunda-nunda. Nah, daripada gue nunda-nunda nulis, dan gak kelar-kelar, kenapa gue gak nulis progress per hari tentang buku ini aja di www.radityadika.com ini? Yak, gue bakalan nulis semacam diary perjalanan sebuah “Proyek Alfa” dari halaman pertama. Gue bakalan nulis di sini, kegiatan day-by-day yang gue lakukan untuk menjadikan buku “Proyek Alfa” ini hidup. Ini gue lakukan dengan harapan untuk memberikan gue semacam tanggungjawab, semacam deadline untuk menyelesaikan naskah ini.

Iya kan? Why not?
Dewi Lestari pernah punya blog seperti ini ketika dia menulis Perahu Kertas.
Neil Gaiman, (somewhat) menulis progress dia di blog per hari sewaktu menulis American Gods.

Kenapa gue enggak?
Kita kan sama-sama penulis.. walaupun gue lebih cemen. Hehe.

Thus, target deadline gue sepanjang menulis day-by-day progress report atas “Proyek Alfa”:

- first draft buku Alfa selesai dalam dua minggu
- draft empat selesai dalam minggu berikutnya
- final draft untuk di kasih ke editor
- revisi dari editor selama seminggu/dua minggu
- Terbit yah yang jelas gak lama-lama.. Hehe

So, wish me luck, guys. Gue akan mencoba untuk mengupdate blog ini tiap hari untuk memberitahukan progress “Proyek Alfa”. Semua-semuanya. Apa yang bakalan kalian baca selama beberapa post ke depan adalah gue sesungguh-sungguhnya dalam bekerja. It might be boring, but it will be fun ride.. I guess. Hehe.

Let the writing begins!

Talkshow dan Kenapa Gue Jadi Mirip Kambing

Comment by Email

di simpan di : jadwal talkshow, menjadi penulis
June 23, 2009 , 11:52 am

Talkshow resmi dari Gagasmedia akhirnya di Jakarta lagi!
Woo-hoo!

Kali ini gue ngisi di acara Pesta Buku Jakarta 2009
diskon buku yang dijual sampe 70% men. Parah abis.

Bagi yang mau ikutan:

Raditya Dika dan komikus Dio Rudiman
siap membagi semua cerita di balik Komik Kambing Jantan

Minggu, 28 Juni 2009.
Pesta Buku Jakarta 2009
Panggung Utama, Istora Senayan Jakarta,
pukul 19.00 sampai 21.00WIB
.”

Udah lama juga gak ketemu Dio dan ketemu pembaca-pembaca,
Pembaca lama, pembaca baru, silakan datang dan kita bakalan ngobrol-ngobrol bareng.

So I guess I’ll see you people there.
And, of course, it’s free. :D

***

Ada artikel super singkat tentang what I’ve been up to di Kompas.
bisa dibaca di http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/20/04434625/.begadang.setiap.hari

***

Masih nyambung sama artikel kompas tadi, gue emang lagi sering-seringnya tidur jam 6 pagi. Ada perasaan familiar ketika lagi nulis-nulis sampe pagi itu: duduk di depan laptop dengan suasana sepi, lengkap dengan Pocky coklat, dan Pokka Green Tea. Nulis, nulis, dan nulis, sampai tiba-tiba adzan subuh, nepok jidat dan bilang, “Anjrit! Udah subuh!” Terus nyoba buat tidur, tapi justru karena maksain diri buat tidur, otak jadi gak tenang, dan akhirnya malah baru bisa tidur jam enam pagi. Bangun jam sembilan.

Alhasil, beberapa hari ini mata gue bengkak. Di bagian bawahnya berkantung, dan kemana-mana nguap. Karena kurang tidur, otak juga jadi gak nyambung. Gue ditanyain apa, malah jawabnya ngaco. Misalnya:

Nyokap: “Bang, kamu tidur pagi lagi?”
Gue: (setengah ngantuk) “Iya, Ma. Belum nyalain air.”

Selain itu, gue udah agak jarang ngerawat diri. Dari beberapa minggu yang lalu gue udah jarang tampil rapi dan bersih. Seklias, gue udah keliatan kaya seniman-seniman berantakan itu: kumis gue udah lama gak dicukur, jenggot udah menyeruak seperti akar ginseng. Tinggal bawa karung, gue udah siap ikutan Dibayar Lunas.

Strangely, I like this scruffy look.
Walaupun jenggot + kumis ini membuat gue jadi mirip kambing.

Anyway, I’m currently enjoying my writing period. Seru rasanya menulis berpindah-pindah antara skrip film yang sudah lewat deadline, report kerjaan kantor yang belom beres, dan mencoba mengeluarkan ide buku-buku yang udah lama mengendap di kepala tapi gak bisa-bisa disalurkan.

Di hari yang baik, gue bisa dapet 5 – 6 halaman yang “layak terbit”. Tapi biasanya, dapet satu halaman aja udah syukur. Gak banyak yang tahu kalo dalam menulis itu, 90% tulisan yang kita hasilkan adalah sampah. Makanya kita perlu rewriting -menulis ulang.

Anyhoo, It’s been fun so far.

***

Aaaaand, thanks guys for following me at:
http://twitter.com/radityadika

Bring ‘em more!

Postingan Pendek Tentang Twitter Baru

Comment by Email

di simpan di : Blog
June 17, 2009 , 5:34 pm

Oke, this is a quick one.

Setelah tahun lalu nyoba Plurk dan gak asik,
I would like to try another attempt of microblogging.

Thus, gue sekarang ada Twitter account.
Boleh kalo mau di follow di:

http://www.twitter.com/radityadika

Kesan pertama sih asik juga, gue bisa ngeblog pendek-pendek sambil mobile, hampir sama kayak Plurk tapi lebih gak ribet. Selain itu, di bagian kanan website ini juga ada live feed dari Twitter gue, jadi juga bisa diliat melalui website ini.

See you around, readers!