..thus,
I just wanna say to you:
goodbye.
It was an amazing 7 months.
Have an amazing life.
I remain as your friend.
Pre-Order MMJ 7 Hari Lagi..
Buat yang udah nungguin Marmut Merah Jambu (MMJ), pre-order (pesan duluan) akan dibuka tanggal 17 Mei – 24 Mei 2010, informasi dan tata caranya nanti bisa dilihat di blog ini pas tanggal 17.
Keuntungan yang pre-order adalah diskon 20% dari harga buku, harganya menjadi Rp 31,600 (lebih murah dari Babi Ngesot), dan dikirim sampai ke rumah di seluruh Indonesia. Seratus orang pertama yang pre-order akan mendapatkan kaus eksklusif Marmut Merah Jambu dari http://www.gantibaju.com.
Kalau gak mau ribet pre-order,
MMJ akan ada di toko buku tanggal 1 Juni 2010.

menjadi penulis tidak membuat anda jadi ganteng
Marmut Merah Jambu sendiri adalah buku gue yang kelima, berisi tulisan pengalaman pribadi komedi, hampir sama kayak buku-buku sebelumnya. Kebanyakan tulisan di dalamnya membahas soal hal paling absurd dan lucu di dunia: jatuh cinta.
Beberapa trivias tentang MMJ:
*bab pertama yang ditulis adalah “Pertemuan Terakhir Dengan Ina Mangunkusumo”, ditulis di Utrecht, Belanda.
*bab terakhir yang ditulis adalah “Dabel Trabel”, ditulis di Jakarta.
*penulisan Marmut Merah Jambu sempet dilakukan diberbagai macam tempat, dari mulai di atas mobil, cafe, sampai di ataspesawat. Yang paling ekstrim adalah waktu nungguin pacar manggung di Taman Mini… di atas meja make-up.
*kertas menggunakan Book Paper. Biasanya buku-buku gue pake Koran SK, yang kualitasnya jauh lebih rendah.
*buku yang tertebal dan terbesar (13 x 20 cm) dibandingkan buku-buku gue sebelumnya.
*Sewaktu lagi nulis MMJ, lagu yang paling “kena” adalah Tifa’s Theme dari Nobuo Uematsu. Sisanya yang lain adalah lagu-lagu dari Adhitia Sofyan dan Endah N Rhesa.
*Design cover dibuat oleh Mayumi Haryoto , yang pernah mengerjakan poster Pintu Terlarang, cover album Sore, dan lain-lain.
Tentang Ketidakterlibatan Gue…
Buat temen wartawan yang terkasih,
khususnya beberapa program infotainment,
dan program berita,
yang dalam dua hari kebelakang,
menyebutkan bahwa gue penulis dan pemain Menculik Miyabi
yang sekarang sedang tayang…
Biar gue klarifikasi lagi nih:
GUE KAGA MAIN DI FILM MENCULIK MIYABI,
GUE JUGA ENGGAK NULIS FILM TERSEBUT.
Gue udah ngundurin diri dari tahun lalu,
bisa dibaca di http://radityadika.com/konfirmasi-tentang-miyabi-miyabi-an-ini/
Jadi, stop nulis/membacakan berita yang tidak benar.
Paling enggak, sebelom nulis berita, research dulu deh, biar update dikit.
Penulis yang Hidup Teratur
Hidup gue udah mulai teratur.
Sekarang udah enggak makan daging merah, dan relatif hampir tidak pernah bergadang lagi. Dari sisi kebiasaan menulis pun juga udah berubah jadi sehat, kalo dulu gue seneng nulis sambil minum kopi dan ngerokok. Sekarang, gue stop merokok dan mengganti kopi dengan teh. Perubahannya luar biasa, gue ngerasa jauh lebih fit dan lebih seger untuk menulis.
Diantara semua perubahan tadi,
perubahan yang paling besar adalah: gue mulai nge-gym.
Oke gue tahu, mungkin agak terdengar sedikit janggal untuk laki-laki berbadan tipe ikan asin seperti gue. Gue tahu, mungkin gue ngangkat barbel sekali aja seluruh tulang di tangan gue udah dislokasi… Tapi gue perlu nge-gym untuk ngebuat hidup gue teratur. Dan lebih sehat.
Walhasil, seminggu minimal 3x gue rutin lari di treadmill, Bahkan, gue lebih sering datang dibanding pacar yang lebih duluan nge-gym di tempat gue. Problem yang timbul dari kebiasaan baru ini palingan hanya dari masalah perlengkapan, gue yang jarang olahraga paling males kalo harus beli peralatan olahraga baru. Gue juga termasuk orang yang jarang punya celana pendek, alhasil gue ke olahraga seadanya. Dan seadanya, berarti memakai celana rumahan gue yang rata-rata bergambar bunga-bunga dan bewarna pink. Seperti ini:
salah satu celana pendek gue. Emang agak bencong.
yang ini warnanya pink, jauh lebih bencong.
Pertamanya mungkin enggak apa-apa memakai celana bunga-bunga dan pink ke gym, tapi setelah insiden gue dilihatin om-om bule di locker room, gue memutuskan mungkin ada baiknya memakai celana yang lebih tidak mengirimkan pesan yang salah kepada om-om.
Selain perubahan gaya hidup yang lumayan menyehatkan, bulan ini jadwal gue gak se-”bikin mencret” bulan lalu. Bulan lalu gue kelling ke Jambi, Pontianak, Jogja, dan lain-lain. Bulan ini kayaknya cuman ke Purwakarta dan Padang aja. Satu-satunya yang bikin mencret di bulan ini paling hanya karena kebanyakan minum susu.
Kadang, sebagai penulis gue lebih suka hidup yang tenang dan sepi. Gue bukan tipe orang yang suka dugem, suka keramaian, atau suka ke mall jalan-jalan hampir tiap Minggu. Gue lebih suka duduk diem kerja di rumah, nulis, atau bermain game sampai malem. Gue tipe penulis yang suka dengan rasa sepi, mungkin karena dari dulu gue tidak pernah suka sama yang namanya “nongkrong”.
Gue rasa, penulis di jaman sekarang emang harus tahu pentingnya berolahraga dan menjaga kesehatan. Pekerjaan penulis dilakukan dengan duduk diem di kursi selama berjam-jam, dan jika begini terus pastinya berbahaya. Kalau udah sakit, dan enggak fit, pasti jadi susah nulis dong.
Udah ah, ke gym dulu.
Cover Marmut Merah Jambu!
Yak, dan inilah,
cover untuk buku terbaru gue, Marmut Merah Jambu.
Terbit akhir bulan depan!

Cover buku ini didesign oleh the talented Mayumi Haryoto. Dan gue puas banget. Perjuangan untuk akhirnya dapet design cover ini panjang banget. Udah dari tahun lalu gue nyari-nyari konsep yang bagus buat covernya, sempet ganti fotografer berulang kali, ganti designer, bahkan udah jadi draft design-nya, eh gak cocok. Setelah keringat, darah, dan bergelas-gelas kopi… Akhirnya jadi juga.
Konsep cover buku Marmut Merah Jambu sih sederhana: ini adalah gambar gue berpose kayak marmut (dengan ekspresi muka yang gue sebut sebagai “eskpresi pantat kesodok”). Di belakang gambar gue, ada komponen cerita di dalam buku tersebut ilustrasi (ada belalang, teknologi, bunga, dan lain-lain). Hope you readers like it!
Bukunya sendiri udah hampir kelar proses editing,
dan seperti buku sebelumnya, akan ada pre-order juga dengan bonus kaos.
And right now, I’m a happy writer!