PA: Day 2

Kemarin akhirnya gue bisa menulis “Proyek Alfa” sebanyak 2,5 halaman. Hohohoho. Menurut itungan gue, supaya first draft bisa kelar dalam waktu dua minggu, gue butuh sebanyak 5 halaman/hari. Berarti, gue ketinggalan 2,5 halaman. Hmmmm. Tapi tak apa, segitu aja udah bagus menurut gue. Tinggal ngejar ketertinggalan halaman di hari ini.

Hal yang paling merepotkan dalam menulis, terutama pada masa-masa kayak gini, adalah menemukan waktu menulis dengan konsisten. Selama ini, karena kurangnya waktu, gue menulis secara sporadis: di Blackberry pas lagi nungguin orang, di laptop pas lagi di mobil, dan di kantor kalo lagi bosen. Sayangnya, dengan jadwal tidur yang semakin sedikit pula, gue jadi ngantukan dan kalau ada waktu kosong biasanya gue gunakan buat tidur.

Itu problem yang pertama.
Problem yang kedua, adalah adanya kerjaan lain.

Lawan berat dari Proyek Alfa, selain me-maintan kantor, adalah proyek menulis lainnya, yang saat ini sedang sangat mendesak adalah sebuah film layar lebar (bukan dari buku gue) yang lagi gue tulis untuk Maxima Pictures. Rencananya hari ini gue meeting sama produser dan calon sutradaranya. Gue pribadi sih suka sama calon sutradara yang mereka ajukan. which I cannot tell here sebelum semuanya fix. Nah, jika di meeting hari ini semuanya oke, berarti gue harus mulai menulis skenario untuk film tersebut. Ini berarti, lawan berat lagi untuk Proyek Alfa.

Proyek lain lagi, yaitu Komik Kambingjantan 2, buat gue gak terlalu menyita waktu, karena nulis skrip komik itu sangat ringan dibandingkan menulis buku. Plus, gue juga bisa nyicil nungguin Dio yang masih terus menggambar.

Yang jelas, sekarang yang harus dilakukan adalah menjadi jeli: mencari waktu renggang di antara jadwal yang padat dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Maju tak gentaaaar!

Buku “Proyek Alfa”, Dimulai!

Okay.
I’m gonna be honest with you guys.
Gue kena writer’s block.

Sekarang udah hampir setahun gue nulis buku kelima gue, Marmut Merah Jambu, dan masih stuck. Ini yang terjadi selama ini: gue nulis sebanyak lima halaman hari ini, besok gue apus sepuluh halaman. Besoknya lagi nulis sepuluh halaman, pas dibaca gue apus lagi lima halaman. Sampai saat ini gue belum bisa maju-maju dari sekitar 60%. Mungkin terdengarnya udah banyak ya, udah 60%, tapi itu juga masih draft 1. Ini berarti, ini baru first draft gue, belum gue re-write/tulis ulang. Biasanya, buku yang siap gue kasih ke penerbit (dan editor) untuk diproses adalah buku yang masuk draft 4, atau empat kali ditulis ulang. KALO GITU KAPAN MO SELESENYA?

Itu kabar buruknya.
Sekarang kabar baik.

Kemarin, pas gue lagi di Gramedia bareng Mbak Windy, tercetus ide luar biasa, yaitu membuat sebuah buku baru (lagi) yang agak beda dari buku-buku gue sebelumnya. Gue belom bisa cerita banyak tentang bukunya, tapi yang jelas proyek ini gue sementara gue namakan “proyek Alfa”. Dan ternyata, ide untuk “proyek Alfa” ini mengalir dengan sangat cepat.

Tepat di pagi buta hari ini gue ketawa-ketiwi brainstorming sendirian di kamar dan udah banyak banget yang bisa masuk ke buku proyek Alfa ini. Dan gue jadi mikir.. NAH LHO KOK JADI LUCUAN SI PROYEK ALFA INI? Dari pengalaman, gue tahu yang namanya good idea itu adalah ketika it makes you excited sampai gak bisa tidur. Sewaktu dapet ide cerita Ciliwungman (di Kambingjantan) gue mengalaminya. Begitu pula dengan Di Balik Jendela – Cinta Brontosaurus. This is when I know, “Proyek Alfa” is one of the funniest shit I’m gonna create.

Katanya, seorang penulis jika sedang terkena writer’s block bisa menemukan kreativitasnya kembali dengan mengerjakan proyek yang sama sekali lain. Oke, gue juga lagi nulis script film, tapi gue ngerasa gue butuh “jalan-jalan” dulu menulis buku lain, terutama semenjak Marmut Merah Jambu enggak kelar-kelar.

Thus, atas nama kelacaran menulis dan keluar dari writer’s block, gue memutuskan:
Marmut Merah Jambu gue pending dulu.
dan sekarang gue lagi ngerjain buku “proyek Alfa.”

Tiba-tiba, tercetus ide liar kembali dalam kepala gue (pagi buta hari ini nampaknya malam penuh dengan ide liar). Jadi begini, salah satu problem seorang penulis, adalah kebiasaan menunda-nunda. Nah, daripada gue nunda-nunda nulis, dan gak kelar-kelar, kenapa gue gak nulis progress per hari tentang buku ini aja di www.radityadika.com ini? Yak, gue bakalan nulis semacam diary perjalanan sebuah “Proyek Alfa” dari halaman pertama. Gue bakalan nulis di sini, kegiatan day-by-day yang gue lakukan untuk menjadikan buku “Proyek Alfa” ini hidup. Ini gue lakukan dengan harapan untuk memberikan gue semacam tanggungjawab, semacam deadline untuk menyelesaikan naskah ini.

Iya kan? Why not?
Dewi Lestari pernah punya blog seperti ini ketika dia menulis Perahu Kertas.
Neil Gaiman, (somewhat) menulis progress dia di blog per hari sewaktu menulis American Gods.

Kenapa gue enggak?
Kita kan sama-sama penulis.. walaupun gue lebih cemen. Hehe.

Thus, target deadline gue sepanjang menulis day-by-day progress report atas “Proyek Alfa”:

- first draft buku Alfa selesai dalam dua minggu
- draft empat selesai dalam minggu berikutnya
- final draft untuk di kasih ke editor
- revisi dari editor selama seminggu/dua minggu
- Terbit yah yang jelas gak lama-lama.. Hehe

So, wish me luck, guys. Gue akan mencoba untuk mengupdate blog ini tiap hari untuk memberitahukan progress “Proyek Alfa”. Semua-semuanya. Apa yang bakalan kalian baca selama beberapa post ke depan adalah gue sesungguh-sungguhnya dalam bekerja. It might be boring, but it will be fun ride.. I guess. Hehe.

Let the writing begins!

Talkshow dan Kenapa Gue Jadi Mirip Kambing

Talkshow resmi dari Gagasmedia akhirnya di Jakarta lagi!
Woo-hoo!

Kali ini gue ngisi di acara Pesta Buku Jakarta 2009
diskon buku yang dijual sampe 70% men. Parah abis.

Bagi yang mau ikutan:

Raditya Dika dan komikus Dio Rudiman
siap membagi semua cerita di balik Komik Kambing Jantan

Minggu, 28 Juni 2009.
Pesta Buku Jakarta 2009
Panggung Utama, Istora Senayan Jakarta,
pukul 19.00 sampai 21.00WIB
.”

Udah lama juga gak ketemu Dio dan ketemu pembaca-pembaca,
Pembaca lama, pembaca baru, silakan datang dan kita bakalan ngobrol-ngobrol bareng.

So I guess I’ll see you people there.
And, of course, it’s free. :D

***

Ada artikel super singkat tentang what I’ve been up to di Kompas.
bisa dibaca di http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/20/04434625/.begadang.setiap.hari

***

Masih nyambung sama artikel kompas tadi, gue emang lagi sering-seringnya tidur jam 6 pagi. Ada perasaan familiar ketika lagi nulis-nulis sampe pagi itu: duduk di depan laptop dengan suasana sepi, lengkap dengan Pocky coklat, dan Pokka Green Tea. Nulis, nulis, dan nulis, sampai tiba-tiba adzan subuh, nepok jidat dan bilang, “Anjrit! Udah subuh!” Terus nyoba buat tidur, tapi justru karena maksain diri buat tidur, otak jadi gak tenang, dan akhirnya malah baru bisa tidur jam enam pagi. Bangun jam sembilan.

Alhasil, beberapa hari ini mata gue bengkak. Di bagian bawahnya berkantung, dan kemana-mana nguap. Karena kurang tidur, otak juga jadi gak nyambung. Gue ditanyain apa, malah jawabnya ngaco. Misalnya:

Nyokap: “Bang, kamu tidur pagi lagi?”
Gue: (setengah ngantuk) “Iya, Ma. Belum nyalain air.”

Selain itu, gue udah agak jarang ngerawat diri. Dari beberapa minggu yang lalu gue udah jarang tampil rapi dan bersih. Seklias, gue udah keliatan kaya seniman-seniman berantakan itu: kumis gue udah lama gak dicukur, jenggot udah menyeruak seperti akar ginseng. Tinggal bawa karung, gue udah siap ikutan Dibayar Lunas.

Strangely, I like this scruffy look.
Walaupun jenggot + kumis ini membuat gue jadi mirip kambing.

Anyway, I’m currently enjoying my writing period. Seru rasanya menulis berpindah-pindah antara skrip film yang sudah lewat deadline, report kerjaan kantor yang belom beres, dan mencoba mengeluarkan ide buku-buku yang udah lama mengendap di kepala tapi gak bisa-bisa disalurkan.

Di hari yang baik, gue bisa dapet 5 – 6 halaman yang “layak terbit”. Tapi biasanya, dapet satu halaman aja udah syukur. Gak banyak yang tahu kalo dalam menulis itu, 90% tulisan yang kita hasilkan adalah sampah. Makanya kita perlu rewriting -menulis ulang.

Anyhoo, It’s been fun so far.

***

Aaaaand, thanks guys for following me at:
http://twitter.com/radityadika

Bring ‘em more!

Postingan Pendek Tentang Twitter Baru

Oke, this is a quick one.

Setelah tahun lalu nyoba Plurk dan gak asik,
I would like to try another attempt of microblogging.

Thus, gue sekarang ada Twitter account.
Boleh kalo mau di follow di:

http://www.twitter.com/radityadika

Kesan pertama sih asik juga, gue bisa ngeblog pendek-pendek sambil mobile, hampir sama kayak Plurk tapi lebih gak ribet. Selain itu, di bagian kanan website ini juga ada live feed dari Twitter gue, jadi juga bisa diliat melalui website ini.

See you around, readers!

Libur kuliaaah!! Yeaaaah!!!!! Walaupun C-nya empat..

Mamamia lezatos!
Astaga, udah lama banget gak nulis blog.

Beberapa minggu terakhir ini memang banyak yang membuat mencret: ujian, kerjaan, masalah pribadi yang engga bisa diceritakan di sini (lagu Kuburan Band berkumandang). Beh! Banyak yang harus dikerjain dan pikirin. Tapi yang udah ya udah, untuk sekarang-sekarang ini gue seneng, karena:

1. Kuliah lagi libur! (edited: barusan gue ngeliat nilai gue… KANCUUUT!!! ADA C-nya EMPAT! Huhuhuhu.. mau nangis rasanya. Tapi gak papa deng, ada A-nya juga dua… Yang penting lulus! Kuliah adalah masalah survivabilitas sekarang, bukan prestasi! Hohoho)
2. Sekarang udah mulai jalan film baru lagi. Ada dua yang lagi gue nulis barengan sih, tapi kayaknya yang segera produksi baru satu. Film yang satu ini gue yang nulis skripnya, dan kemungkinan besar sih cuman nulis aja gak main juga. Filmnya apa? Ada hubungannya dengan entri posting gue yang http://radityadika.com/sebelum-ke-belanda/.
3. Di deket rumah ada restoran Bali, enak banget. Tetep, makanan memberikan pengaruh kepada kebahagiaan. Hehe. :P
4. DVD & VCD Kambingjantan The Movie udah keluar! Di beberapa tempat, kayak di Disc Tarra, udah jadi bestseller. Woohoo! Tapi ada banyak email juga bilang kalau DVD-nya susah dicari, justru VCD-nya yang ada di mana-mana. Well, I’ll check into it.

So yeah, mohon permaklumannya (lagi) kalau lama tidak update. :)

Now, some random stuff:

***

Gue barusan googling, dan nemuin muka gue pas main di acara Penting Banget:

Ternyata, bener kata orang-orang, mirip curut.

***

Ada artikel tentang rumah gue di koran Seputar Indonesia. Bisa dilihat di http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/245832/ . Terimakasih buat Ita, wartawan yang menurunkan artikel ini. Makasih juga buat Debora Agnes, yang ngirimin email to lemme know about it.

***

Email-email masuk:

Email dari: Dewi Natalia,

Bang dika, guw dee di bekasi..
Anyway ni ya bang dika, kapan ni buku barunya keluar??..
Guw harap buku barunya beda dong dr yg kmaren2, bkin gebrakan baru dong bang..
Jgn komedi mulu, bosen jg lama lama soalnya..
Hehe, thx..
:D

Buku yang paling baru tetep komedi nantinya, tapi emang gue bikin agak beda dikit dari yang udah-udah kok. Sabarlah menunggu, gue juga sabar menunggu kapan gue bisa ngelanjutin nulis tuh buku. Haha.

Email dari Aldo:

Hi Kak DICKa… aq aldo… dari Batam (umurnya masih kecil 13 taonan lah…) Gini aq ngeFanz bgt ama buku Kak Dika…aq punya atu dari zkian banyak buku yang ada… :( namanya KAMBING JANTAN!!!! Oh iya Kak… leh nanya beberapa pertanyaan gak???

1. Klo bleh nanya… Peran “si KEBO” di bukunya itu pacar Benerankhan??? namanya sapa klo bleh tahu…?
2. kakak mulai blog mang dari klaz brapa??? klaz 4 SD???
3. Kakak Skarang pake apa yah host webnya??? (makluuum gx tauu) ^__^

Oh iya kak aq punya web juga sieh… tapi masih jelek… URL NYA==> http://aldo-cakep.webs.com klo isa kritikin duunk…. lumayan…. *daripada Lumanyun…* Thx yah Kak maciiiiiieh bgt klo kakak balz malah tambah MAKAAAAACIEH BGT…. ^__^ THX FROM ALDO… BLZ YAH KAK DICKUNG!!! zAlAm wat KAKAK harianto, Anaz, ‘n laennya… ^__^

Okeee.. 1) Iya, tadinya pacar beneran juga, tapi sekarang udah putus tuh, Aldo.. Hehe. 2) Nulis diary dari kelas 4 SD, ngeblog baru awal SMA, jaman gue SD dulu belom ada internet/blog, beda ama jaman lo, temanku! 3) host webnya? Gue juga gak tau, bukan gue yang ngurus. Hehehe.

Email dari Arum Prawiti:

Gw seneng sm semua orang terutama generasi muda Indonesia yang fokus sm hal2 yg bermanfaat dn mereka konsisten sm dunianya (utk aktivitas2 yg positif ya mskd gw). Well,mungkin penulis buku or novel itu banyak jumlahnya, tp sejauh pengamatan gw,,lo salah satu yg sukses lahir batin. Sukses lahir maksud gw,buku dan film lo sukses,blog lo juga rame yg ngunjungin. Nah sukses batin ini yg gak semua org sukses bisa maknain. U treat ur readers better, and u consistent to ensure their satisfaction because u love them. That’s why,u always have loyal readers. Klo boleh sedikit beropini, artis2 jaman sekarang dah ngerti bgt fungsi fans bagi mereka, but the fake one will always being seen. Fans itu bukan buat “fungsi” spy tenar doang, tapi buat penyemangat. Mungkin lo udah ngerti bgt hal itu, makanya gw bilang : lo sukses lahir batin. The last but not least, keep on ur good work,keep on inspiring others, and dunno forget to influence the generation of hope to make Indonesia better.

Hmmmm.

Sebelumnya, I do love writing for people, tapi gue sekarang mencoba untuk menulis untuk orang yang juga bisa membuat gue happy. Jujur, itu yang bikin agak susah akhir-akhir ini. Dengan banyaknya ekspektasi orang, kadang itu juga jadi beban/tekanan buat kita, penulis-penulis yang sedang menulis buku baru ini.

Tapi satu hal yang gue pegang terus, pembaca (gue agak gimana kalo nyebutnya “fans”, berasa artis syineytrong) adalah harta untuk tiap penulis. Harta dalam artian, mereka yang membeli buku kita, mereka yang mengapresiasi karya kita, dan mereka yang membuat kita terus dan terus konsisten membuat karya yang engga malu-maluin.

Penulis tuh beda dengan pemain band atau artis sinetron, hubungan penulis-pembaca itu dekat karena yang memisahkan mereka berdua cuman huruf yang dibuat sendiri oleh penulis itu sendiri. Coba tanya ke semua penulis, pasti mereka bilang pembaca setia adalah salah satu alasan kuat bagi mereka untuk tetap menulis bagus. So, it’s my pleasure (and us, writers) to give my readers the best.

Email dari Anggie:

Dith, ni Anggie

Maw nanya dunk. Di toko2 buku sekarang ada banyak buku dengan jalan cerita yang berisi ‘kebodohan2′ dr pengalaman (entah beneran atau ga) si Penulisnya. Kalo diliat sepintas, kayanya agak2 mirip sama buku yang kamu tulis. Bahkan sudah ada rak sendiri di toko buku yang isinya buku2 jenis itu, dan buku kamu juga diklasifikasikan ke dalamnya. Padahal dulu, cuma kamu yang nulis dengan style gituw. Gimana tanggapan kamu ttg buku-buku sejenis yang makin marak itu? Ditunggu tanggapannya ya Dith…

Kalo gue sih gak masalah sama sekali. Justru semakin banyak orang yang menulis dengan gaya seperti itu, semakin besar pengakuan industri dan pasar. Dari suduh pandang yang lain, ini juga sebenernya memacu gue untuk menulis dengan gaya baru, yang lebih fresh dan gak kelihatan basi di pasaran seperti saat ini gue memandang buku “bodoh-bodohan” tadi. It’s true, competition makes you more competitive. Yang salah justru kalau di toko udah terlalu banyak buku kayak gitu eh masih mau ngikut bikin buku yang gitu juga. :P

***

Untuk penutup, gue ada satu foto yang diambil pas syuting video klip lagu Selamanya dari OST Kambingjantan The Movie. Di video klip ini gue main, ehm, piano. Jangan tertipu oleh gaya gue yang sotoy, gue sebener-benernya gak bisa sama sekali main piano! Hehehe.

More later.