Header Raditya
Google AdSense

Kulari ke Pantai..

July 14, 2008 , 6:31 am

Gue baru balik dari Den Haag!

Kesan pertama begitu sampai di Den Haag, it is waaaay more cooler than Utrecht. Bagi gue, Utrecht itu kayak kota yang cocok untuk mereka yang ogah repot: kecil, gak ribet, dan semuanya tenang. Den Haag di satu sisi, keliatan lebih ramai. Bangunannya juga lebih besar dan bagus-bagus.

Pemberhentian  pertama kita di Den Haag adalah ke pantainya. Termotivasi melihat cewek cantik dengan bikini seksi, gue udah seneng-seneng aja. Tapi begitu sampai ke pantai, ternyata udaranya dingin banget. Dan percayalah, temanku, udara dingin dan pantai adalah kombinasi yang sangat membuat pengen mati. Dari pantai kita lanjut ke Mahkamah Internasional dan kantor Perdana Menteri.

Di Den Haag, gue jalan bareng anak-anak Indonesia. Salah satunya adalah Dewi, anak Indo yang belajar fotografi di Paris, yang kebetulan lagi liburan ke Den Haag. Plus, juga ada Rizki, temen gue dari pertama kali nginjek Utrecht, yang juga punya interest ke fotografi. Jadi apa yang terjadi? Gue dapet banyak foto keren dari mereka untuk dipamerin di Facebook. (dalam kata lain: memanfaatkan keahlian orang lain untuk kenarsisan diri sendiri).  Mehehehehe.

Inilah foto-fotonya yang menurut gue bagus-bagus banget. Yah, gue sih gak mo songong yah… tapi mungkin fotonya bagus-bagus gara-gara ada gue kali yaaaa (dengan gaya minta digampar):


Kulari ke pantai… lalu ku kedinginan


“Tolong, kebawa angiinnnn…”


Berasa model iklan coca-cola zero


Kulari ke kantor perdana menteri… lalu tetep kukedinginan


Fotografernya Oke, sayang modelnya ngerasa ABG

Nah itu dulu, besok gue mau jawabin beberapa email dari pembaca lagi, udah lama gak majang email pembaca di sini. Untuk sekarang, gue mo tidur dulu, udah jam setengah dua pagi dan kuliah gue jam 10. Beeeeh.

Later, guys!

Post in: Blog | 194 Comments »

This Belgian Trip

July 12, 2008 , 4:27 pm

Gue baru balik dari jalan-jalan ke Antwerp dan Brussel, Belgia.
Capek mampus banget sekali.

Perjalanan dari Utrecht ke Antwerp kurang lebih dua jam. Kita nginep satu malem di Antwerp, dapet lecture dari University of Antwerp tentang uni-eropa, lalu besoknya lanjut ke Brussel untuk mengunjungi musium seni dan kantor administratif uni-eropa. Terdengar sangat melelahkan? Ember.


kembali meracuni Eropa

So, ada apa di Belgia? Banyak hal yang terkenal dari Belgia. Komik dari Belgia termasauk yang sangat terkenal di dunia, seperti Tintin dan Smurf. Coklatnya juga terkenal. Mungkin yang paling terkenal adalah bir Belgia. Di Belgia sendiri ada puluhan macam bir yang sangat bervariasi, dari mulai yang pahit sampai manis.

Salah satu temen jalan gue sepanjang excursion adalah seseorang bernama Yerek (iya, emang namanya jelek banget), anak 19 tahun dari Prague, Ceko. Perkenalan gue dimulai pada saat gue ngeliat dia ngider-ngider sendirian tanpa ada teman, pas lagi bengong gue ajak ngobrol aja. Kebetulan gue suka banget sama Milan Kundera, sastrawan dari Ceko, jadi begitu kita pertama kali ngobrol langsung nyambung ngomongin Kundera.  Terimakasih Kundera, telah menyatukan kami berdua! Abis itu, gue sama dia pergi ke mana-mana terus.


rambut gue basa-basi banget

Salah satu hal yang bikin gemes datang dari Indonesia adalah hampir semua orang mengira Indonesia adalah negara yang miskin dan kampung banget. Pengakuan ini datang sendiri dari mulut si Yerek.

Yerek: So, you have tall buildings in Jakarta?
Gue: Of course we have.
Yerek: How about malls?
Gue: WE HAVE MALLS IN JAKARTA!
Yerek: I thought your country is all covered in sands… Sands everywhere…
Gue: NO!!!

Ck, ck, ck. Makanya, PEREK, lain kali coba browsing-browsing bentar cari tahu tentang Indonesia. Pasir sih ada pasir, tapi kalo lo mo nginep di Ancol! Negara kita gak segitunya amat kok. Ini sama kayak pertanyaan yang temen gue dapet waktu di sini: “Is there any taxi in Indonesia?” Doh.


seperti bos bule dengan pembantunya

Sama aja kayak temen gue dari Mexico, Maria.
Pertama kali dia nanya tentang gue..

Maria: So where do you come from?
Gue: Indonesia.
Maria: OH! Is it in India?
Gue: …

Kayaknya India dan Indonesia jauh deh, Maria.
I cannot blame her, though, kita emang belom seterkenal itu sampai orang-orang tahu.

Di Brussel kita nginep di hostel yang berisi empat tempat tidur untuk satu kamar. Bagi orang biasa backpacking mungkin udah biasa tidur nyampur-nyampur dengan orang yang gak dikenal. Tapi tetep aja, bagi gue konsep berbagi kamar tempat tidur dengan orang yang belum pernah gue kenal agak-agak nyeremin aja. Cowok-cewek nyampur pula.


campur-campur di hostel

Di musium seni, gue agak-agak bingung kenapa lukisan di zaman Renaissance banyak banget yang berisi cewek/cowok telanjang. Apakah ada hubungannya dengan pembaruan? Entahlah. Patung-patung juga seperti ini. Banyak patung cewek/cowok telanjang. Kalo gue hidup di zaman itu gue mau deh jadi pematung. Hahaha.


“Mister, bagus juga mister.”

Pendapat gue tentang Belgia sendiri adalah sangat menyenangkan. Well, kalo punya kaki dari besi sih pasti lebih menyenangkan lagi. Di sini semuanya ditempuh dengan jalan kaki. Dari mulai musium, tempat makan, ke mana-mana pasti jalan kaki. Untungnya, pemandangannya menyenangkan untuk berjalan-jalan sambil melihat-lihat. Bunga-bunga di mana-mana, bangunan peninggalan penjajahan Spanyol… pasti seru juga kalau bisa tinggal lebih lama.


Brad, tersesat di Belgia

So that’s that from Belgia.
Gue udah nyampe lagi di Utrecht, baru aja bangun.
Abis ini gue mau mandi, dan siap-siap berangkat ke Deh Haag! Hohoho.

Onwards we go!

Post in: Blog | 218 Comments »

Jadi Siswa Lagi

July 10, 2008 , 3:42 am

Yap, sekarang gue udah mulai kuliah di Universiteit Utrecht.
Hari-hari bergaul dengan buku pun kembali dimulai.

Kuliah disampaikan dengan bahasa Inggris, which is a good thing for me.  Semua profesor dan tutor gue bahasa Inggrisnya jago banget. Tadinya gue kira mereka bakalan heavily accented, tapi lucunya aksen mereka malah kayak orang Inggris. Kemampuan berbahasa inggris mereka juga perfect banget, ada satu tutor gue bahkan aksen dan expression yang dia pakai Amerika abis, gue kira dia dari Amerika, ternyata dia orang Belanda tulen.


suasana kelas besar

Kelas dibagi menjadi dua. Satu kelas besar (lecture) yang berisi 80-an orang, satu lagi kelas kecil (seminar) berisi 8 orang. Kelas kecil gue terdiri dari empat orang Hongkong, empat orang Amerika, satu orang Kroasia, Hungaria, Syria, dan gue sendiri. Pas sesi perkenalan, kita memperkenalkan nama kita satu per satu. Pas giliran gue..

Gue: My name is Dika.
Tutor: Sorry?
Gue: Dika.
Tutor: Oh, thank you, Dika.

Wow, sempurna. Jarang-jarang orang bule bisa menyebutkan nama gue dengan sempurna dalam sekali dengar. Tapi kekaguman gue hilang di tengah-tengah pelajaran.

Tutor: Can anyone answer to this one? Anyone?
Gue: (menunjuk tangan)
Tutor: Yes, you, DIMYANA.
Gue: …

Seharusnya sih gue biasa aja dipanggil Dimyana,
tapi… DIMYANA ITU NAMA NENEK GUE, SAMBEL.

Serius, gue ngerasa aneh banget dipanggil dengan nama nenek sendiri. Ya ya ya, bule akan selalu bolot dan nama orang Indonesia akan selalu susah untuk disebutkan. Lucunya, di kelas gue ada tiga anak Hongkong, gue kira nama mereka juga bakalan susah disebutin bagi orang bule.. eh tapi ternyata mereka punya nama panggilan yang amerika banget: Joe-ann, Jessy, Lily. WTF? Seharusnya gue juga punya nama bule… Brad. Tsah.

Hal yang paling membedakan antara bangunan universitas Utrecht dengan kampus-kampus lain yang gue pernah jambangi adalah tata letak ruang kuliahnya. Kalau di UI, semua bangunan universitas ada di satu lokasi, dengan Salemba sebagai pengecualian. Begitu juga dengan Pelita Harapan, atau Adelaide University. Tapi kalau di Utrecht, kampus menyebar di bagian kota dan tiap kelas berupa bangunan-bangunan semacam ruko gitu.

Ini salah bagian luar  kelas:


berasa di film Godfather gitu gak sih?

Kira-kira ini bangunan-bangunan kelas. Tapi gak semuanya isinya kelas sih, beberapa ada yang kantor advertising, ada yang akupuntur, jadi nyampur-nyampur dengan usaha-usaha orang lain gitu. Beda banget sama tata letak universitas di Indonesia.


Brad, si orang Indonesia fangki

It’s been very good course sih sampai sejauh ini. Gue belajar banyak tentang Eropa dari yang gue bayangkan sebelumnya. Pikiran gue jadi bener-bener kebuka, tentang permasalahan “identitas” orang Eropa, European Union, dan kebudayaan Eropa pada umumnya. It’s been fun.

So yeah, sekarang jam 10.37 malem, dan besok gue harus berangkat jam 7 ke Belgia.
More fun to come.

Oh ya, untuk menutup, udah lama gue gak naro email kiriman pembaca di sini.
Yang ini bener-bener aneh sampai gue harus pasang di sini…

email dari Khairul Rumam:

dear radit

hallo salam kenal,gw umam,
gw cuma pengen kasih terawangan gw buat seorang superradititit,hhhe
gini,gw pengen kasih tw lo klo pembaca buku lo sekarang dh makin luas,gk terkecuali cewek, dan
lo pernah nulis dibuku lo klo lo nyari cwe yg blm pernah baca buku lo,krn takut cwe tersebut dh keburu ilfil n lo di cengin abis2an hhe,nah atas prefensi itulah gw menarik kesimpulan makin banyak cwe yg banyk baca buku lo and cwe makin banyak yg ilfil ma lo,hhe, dan penerawangan gw,peluang lo bakalan besar utk jd seorang homo,Hhhhhhaaaaa.

umam
jakarta

Terimakasih atas terawangannya, Khairul Rumam.
Kawin dah lo ama Mama Lauren.

Post in: Blog | 234 Comments »

<< Previous Post|    |Next Post >>