Dan Di Saat Ini Gue Berpikir Atas Hal-Hal yang Tidak Jelas

Comment by Email

di simpan di : lagi bener
January 26, 2009 , 3:06 pm

Gue bikin Facebook yang ketiga, karena yang pertama dan yang kedua udah penuh. Yang belom jadi temen gue di facebook bisa add gue di http://www.facebook.com/people/Raditya-Dika-Tiga/1367115017 ya.

Sekarang, kita ngobrolin apa ya?

Hmmmmmmmm, banyak…
tapi gue gak tau harus mulai dari mana.

Kadang ada banyak yang ada di kepala gue, tapi gue gak tau gimana cara menuliskannya, karena… well, saking banyaknya. Saking pusingnya. Something happened and I have been thinking heavily ever since. Gue coba tarik napas dalem-dalem, dan coba gue urain satu persatu apa yang bersliweran di kepala gue saat ini, gue coba biarin jari gue gerak sendiri, menyampaikan apa yang ada di kepala.

Here goes:

1. Gue gak pernah ngerti sama diri gue sendiri kenapa terkadang sebuah hal yang (kayaknya) kecil bisa begitu jadi besar buat gue. Bisa ngebuat gue kecewa, dan gue gak pernah ngerti kenapa kekecewaan ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan gue sendiri… lama-lama ngebunuh dari dalam… dan mati. Gue gak pernah mengerti bagaimana harus mensiasati ini. Gue gak pernah ngerti kenapa buat gue, what has done yah done.. the damage has been done, and nothing we can do about it. There is absolutely nothing we can do about it. Kenapa? Kenapa gue gak bisa membuat semua ini seolah gak nampak, dan jalan terus. Kenapa? Kenapa? Kenapa gue harus membuat semua hal sempurna? Mungkin ini kutukan sekaligus berkah menjadi seorang perfeksionis… atau menjadi orang yang tak pernah puas?

2. Kalau yang namanya kesempurnaan itu gak ada, dan kita terus mengejar kesempurnaan, apa gue berarti mengejar sesuatu yang tidak ada? Dan kalau yang namanya memaafkan itu berarti melupakan, bagaimana cara melupakan sesuatu yang telah kita maafkan? Bahkan jika hal tersebut tidak seharusnya terjadi?

3. Gue sangat kagum bagaimana sebuah kejadian bisa terjadi. Katakanlah begini, jika seseorang menikah karena kenalan di facebook, bagaimana jika facebook tidak diciptakan? Bagaimana jika komputer tidak diciptakan? Bagaimana jika Bill Gates pada waktu itu meneruskan kuliahnya di Harvard Law dan melupakan mimpinya untuk membuat personal computer? Maka komputer (windows) tidak akan ada, facebook tidak punya wadah, dan dua orang ini tidak akan kenalan. Mereka mungkin akan menikah dengan orang lain, dan cerita hidup mereka akan completely berbeda, anak-anak yang berbeda, nasib yang berbeda. Setiap elemen-elemen dalam semesta ini mempertemukan kita ke jalan yang kita ambil. Apa ini semua sudah diatur, atau kita membuat ilusi bahwa sesungguhnya kita bisa mengatur ini? Apakah, perpisahan juga sudah diatur rapi? Ya, itu pertanyaannya, jika pertemuan seseorang direncanakan oleh “nasib” apakah perpisahan juga seperti itu? Dan jika iya, siapa yang bisa disalahkan?

4. Bagaimana kita tahu apa yang pilih itu “benar”? Bagaimana kita tahu apakah kita akan bahagia dengan pilihan kita. Aksi kita. Konsekuensi kita. Relativisme dalam contoh yang paling sempurna. Filsafat katanya bisa membantu kita memecahkan permasalahan-permasalahan dalam hidup, tapi yang ada justru pertanyaan satu mengikuti pertanyaan lain. Cuih.

5. Belakangan ini quote King Lear dari Shakespear terus ada di kepala: “If you prick us do we not bleed? If you tickle us do we not laugh? If you poison us do we not die? And if you wrong us shall we not revenge? ? If we are like you in the rest, we will resemble you in that.”

6. Lagi pengen Pocky rasa coklat. Eh Lucky lebih enak. Lay’s rumput laut juga enak.

7. Butterfly effect adalah terminologi yang keren banget, yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnya. Sub-bagian dari Chaos Theory yang paling gue suka. Tapi, semenjak ada film Butterfly Effect, apalagi yang meranin Ashton Kutcher, kok terminologi ini gak kedengeran seksi lagi ya.

8. Komedian dan filsuf adalah perpaduan yang asik banget. Gue cuman bisa menemukan ini di Woody Allen. Gue pengen kayak Woody Allen, tapi… Woody Allen led an empty life. Gue gak mau led an empty life. And Woody Allen have issues. Eh tunggu, hampir semua komedian yang gue tahu have issues: Jerry Seinfeld - cranky, Jerry Lewis -  komitmen phobia, Larry David - sangat-sangat cranky, Mitch Hedbgerg - mati overdosis, Mitch Fatel - pervert, bahkan Parto pernah menembakkan pistol ke udara di tempat umum. We are a bunch of complex creatures. Semua komedian adalah makhluk yang kompleks. Tanpa kecuali. And we hate it so much. At least I know I do.

9. Gue pengen punya mesin waktu.

Gue nulis apa sih? Buset, gue bahkan gak tau gue nulis apa.
Mohon maaf telah menyampah.

Be right back. Lagi perlu mikir.

Postingan Sela-Sela

Comment by Email

di simpan di : about my book..., email pembaca
January 21, 2009 , 4:25 pm

Banyak sekali yang harus gue lakukan hari ini. Pusing!
So today I’ll keep it simple..

    email dari Salenda:dit, katanya pengumuman pemenang review komik KJ hari ini (20 Januari 2009) ?? tapi kok gak ada? di web elo sama di gagasmedia.com ??

Buat temen-temen lain yang nungguin, karena yang ngirim review banyak banget, jadi pengumumannya harus di undur sampai 13 Februari 2009. Penjelasan dari penerbit Gagasmedia bisa dilihat di http://kandangagas.blogspot.com/. To be honest, gue juga agak keteteran.

***

    email dari Shafiq:woi radith!waktu gw dateng ke talkshow lo yang kemaren di PIM,kan gw liat si Dio pajang wallpaper Komik KJ tuh,gw minta dong..yah buat nakut nakutin virus di komputer gw lah!!hehe tolong ya dith!thanks..:D

Ya, Dio emang memasang wallpaper komik Kambingjantan di laptop Mac dia. Buat temen-temen yang juga mau, berikut wallpaper komik Kambingjantan yang dibuat oleh dio untuk dipajang di desktop kalian. Thanks buat Dio yang udah ribet-ribet bikin sampai tiga resolusi. You rock man.

Download (klik kanan - Save As) sesuai resolusi komputer kamu:

Wallpaper Dika

ukuran resolusi:
800 x 600
1024 x 768
1680 x 1050

Wallpaper Harianto

ukuran resolusi:
800 x 600
1024 x 768
1680 x 1050

Wallpaper Yousef

ukuran resolusi:
800 x 600
1024 x 768
1680 x 1050

***

Oke. Kerja lagi.

Talkshow Weekend Lalu..

Comment by Email

di simpan di : jadwal talkshow, video
January 20, 2009 , 3:41 pm

Setelah hampir sebulan gak talkshow buku baru, akhirnya minggu lalu gue talkshow kembali. Gue udah kangen banget buat talkshow-talkshow begini. Terakhir gue talkshow buku baru yaitu buku Babi Ngesot and it was waaaaaaaay a while a go. Eniwei, jadi inilah dia, beberapa foto talkshow Komik Kambingjantan di gramedia PIM dan Depok kemarin.

Talkshownya konsepnya agak beda, gue gak stand-up comedy lagi, tapi berdua sama Dio, karena kita memang mengerjakan komik ini berdua.


“oooh ini yang namanya Radith, kok baunya sampai ke sini ya?”

Di antara penonton-penonton, ada juga anak paling kecil yang dateng ke talkshow gue kemarin.
Dan yang paling kecil, well, baru kelas 2 SD:


anggota terbuang Laskar Pelangi… yang ini karena kebanyakan ngisep lem

***

By googling I found a very pretty picture of me and Edgar yang sempet nongol di talkshow. Gambar ini gue ambil dari Rizka, maap yah Riz gue tampilin di sini tanpa izin.


“tenang Edgar, kamu gak abang suruh pake baju cewek lagi kok…”

***

Ada juga yang udah upload penggalan video talkshow di PIM, di youtube:

Pas lagi browsing Youtube, gue juga nemu video gue bacain cerpennya Anggi pas talkshow di Bogor lalu:

Next talkshow, bisa dilihat di sini.
Jadwal promo film Kambingjantan juga sebentar lagi keluar.

Man, I love being a writer.