Konfirmasi Tentang Miyabi-Miyabi-an Ini

Comment by Email

di simpan di : lagi bener
October 13, 2009 , 5:32 pm

Sebuah konfirmasi:

Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin tahu tentang rencana penggarapan film “Menculik Miyabi”, sebuah film oleh Maxima Pictures. Dari awal pembentukan ide ini, gue didaulat sebagai penulis naskah (scriptwriter) dan pemeran utama untuk film tersebut. Gue rasa ini akan menjadi film yang cerdas, lucu, dan komedik tanpa harus ada unsur porno sedikit pun. Tadinya gue berpikir seperti itu.

Namun, pada perkembangannya, banyak kontroversi yang ada di dalam masyarakat. Banyak yang menolak, banyak yang menentang, terutama dari FPI dan MUI. Gue pribadi, sebagai penulis naskah yang merasa karya gue tidak akan jorok dan porno (gue sendiri gak suka komedi seks yang ada marak di bioskop Indonesia), gue maju dengan idealisme gue untuk membuat film komedi dengan Miyabi tanpa harus porno-pornoan.

Perkembangannya pun pesat. Membaca komentar orang-orang, terutama dari orangtua gue, keluarga, dan bahkan dari beberapa situs yang menentang seperti Komisi Pencekalan Miyabi, gue jadi memikirkan ulang atas keterlibatan gue di film ini. Semua hal ini membuat gue jadi berpikir tentang pembaca gue, yang masih anak SMP, SMA, bahkan anak SD, yang mungkin saja membaca buku gue dan ingin tahu project gue selanjutnya dan malah secara “tidak sengaja” berkenalan dengan Miyabi karena gue lagi menggarap film tersebut. Tekanan tanggungjawab moral gue seperti ini kepada pembaca gue, plus tekanan sosial keluarga gue, dan kepentingan gue sendiri, membuat gue pada akhirnya memutuskan untuk mundur dari film ini, baik sebagai penulis skenario maupun pemain di dalamnya. So, there. I quit.

Kabar terakhir yang gue tahu dari Maxima, mereka masih akan menjalankan Menculik Miyabi, sutradaranya tetap mas Rako Prijanto (D’Bijis, Ungu Violet), dan penulis skenario-nya, seperti gue terakhir ketemu, adalah Raditya Mangunsong (Kamulah Satu-Satunya, Untuk Rena). Semoga menjawab pertanyaan pembaca, dan teman-teman sekalian.

Always your humble writer,

Raditya Dika

Updates! Woo-hoo!

Comment by Email

di simpan di : sehari-hari
September 16, 2009 , 1:48 pm

Beberapa update singkat, dari apa yang gue baca dan dapet dari mana-mana:

1. Beberapa hari yang lalu di twitter ada gosip kalo Peter Pan mau ganti nama jadi Feather Band, yang menurut gue agak aneh. Image yang kebentuk di kepala gue adalah bayangan Peter Pan manggung dengan kostum angsa putih dan loncat-loncat laksana ballerina. Tapi, ternyata, katanya itu cuman gosip.

Tapi bukan itu yang penting, yang penting di sini adalah gue baru tau dari temen gue bahwa Peter Pan ingin merayakan penggantian nama bandnya dengan bagi-bagi emas. Ya. Emas. Bukan emas-emas warnet yang butek-butek itu, tapi beneran emas. Bisa dilihat di http://peterpanbagibagikalungemas.com/. Which is sangat-sangat gila. Satu kalung berisi judul lagunya Peter Pan. Now, gue bukan penggemar Peter Pan, gue lebih pasukan pembela Kangen Band (oke, enggak juga sih), walaupun gue gak suka Peter Pan, tapi ide promosi kayak gini menurut gue keren gila.

Kalung ini limited edition, ada 20 kalung emas dibagiin gratis. Tinggal isi formulir ini buat diundi. Wah gila kaco abis. Gue jadi terinsipirasi buat bikin buku yang terbuat dari emas… yang kayaknya gak bakalan mungkin. Buka halamannya berat, men.

2. Gue punya hobi baru: lari. Bukan lari sekadar lari kayak orang kebirit yang dikejar sama satpam mall. Tapi beneran lari, actually lari dengan baik dan benar. Semua ini bermulai sekitar beberapa bulan lalu pas gue baca artikel tentang Haruki Murakami yang doyan lari marathon di http://www.runnersworld.com/article/0,7120,s6-243-297–8908-0,00.html. Haruki Murakami adalah penulis yang sangat gue idolakan, dan setelah gue baca kalau dia sangat suka lari, lari setiap hari, dan tiap tahun dia pasti berpartisipasi di lari marathon (dan menyelesaikannya sampai habis), saat itu juga gue terinpirasi untuk ikutan-ikutan lari.


Haruki Murakami. Penulis/tukang lari

Gak berapa lama setelah baca artikel itu, gue pun mencoba untuk lari. Now, waktu itu gue udah jarang banget olahraga. Maka hasilnya: baru lari seputeran udah mau muntah. Perut rasanya keaduk-aduk. Pala gue berkunang-kunang. Gila, bener-bener out of shape.

Nah, selama beberapa minggu kebelakang ini gue kadang nyempetin diri buat lari di Senayan. Either itu pas hari libur, atau sore-sore kalau lagi gak ada kuliah. Untungnya sekarang palingan 3 puteran udah bisa dihabiskan tanpa kehabisan napas, kalo nekad nambah satu puteran lagi mungkin gue bakal diangkutin pake ambulans.

Rencana jangka panjang sekarang adalah untuk menyelesaikan lari 10 Km tanpa berhenti, dan pada akhirnya nanti untuk berpartisipasi dalam sebuah marathon. Damn I love running. Kalo katanya Murakami di interviewnya, “Running is a very individualistic sport”. Which, all I am: individualistic. ;)

3. Follower Twitter udah sampai 65,000 followers. Terimakasih guys. Kemaren koneksi internet XL gue lagi eror (sekarang juga masih sedikit eror.. kadang2), jadi gue gak bisa ngetwit. Hueheheh. Maaf juga kalo jadi jarang nulis di blog ini, soalnya, seperti biasa, gue lebih aktif di Twitter. Kalau mau, bisa follow twitter gue di: http://www.twitter.com/radityadika.

4. Di beberapa media cetak, media internet, forum, dan twitter, timbul banyak pemberitaan/spekulasi tentang film terbaru gue dengan Maxima Pictures yang akan tayang akhir tahun ini. Untuk sementara gue gak bisa ngomong banyak karena takut isunya jadi terlalu besar terus nanti malah gak jadi. Untuk sekarang ini, yang jelas, gue kmaren bantu-bantu nulis skenario untuk film Maling Kutang, yang rencananya akan tayang 1 Oktober nanti, dan disutradari oleh mas Rako Prijanto.

Right, nge-tweet dulu. :D

On In Love and Not Being Able to Write Pretty Words

Comment by Email

di simpan di : lagi bener
August 24, 2009 , 12:15 pm

Kata orang, kalo mau ngeblog,
tulislah perasaan paling kuat yang lagi kamu rasakan.

Well, saya lagi jatuh cinta,
dan saya ingin menulis tentang itu.

Now, this is the problem. Saya takut menulis tentang cinta. You know, tulisan tentang cinta, adalah tulisan yang paling susah untuk ditulis. Karena, sangat susah menulis tentang cinta tanpa terlihat dangdut, corny, atau downright menya-menye. Saya tidak ingin tulisan yang saya buat jadi terlihat seperti surat cinta mbak-mbak dan mas-mas pembantu rumah: “Kalau kamu jadi madu, aku jadi lebahnya.” Hoek. Atau, “Kalau kamu jadi kumbang, aku jadi sepedanya… sepeda kumbang.” Dobel hoek.

For me, what I have with you now,
lebih dari analogi yang melibatkan serangga.

Hmmmmm…

Tapi kalau mau dianalogikan, let me get a shot: falling in love with you is like prasmanan tanpa pernah terpuaskan. Semua detail-detail sifat yang kamu tawarkan: quirkiness kamu, ketidaklaziman kamu, kemengertian kamu terhadap keanehanku (begitu pun sebaliknya), seperti di tawarkan dalam piring-piring buffet dengan silver platter yang menyala rapih. Dan kuambil. Kukonsumsi. Namun, aku masih kelaparan. Lalu kuambil, kukonsumsi kembali. Dan aku, tetap kelaparan. Saya bisa menyalahkan ini kepada sifat aku yang menagih -dan tidak pernah puas-, atau kepada kamu yang terus menawarkan cita-rasa yang tak kunjung habis. Atau, kepada keduanya. I can only sum it up: I. Can’t. Get. Enough. Of. You.

Waduh. Maaf, lagi puasa,
jadi analoginya nyambung ke makanan. :D

Tuh kan. Maybe I can’t find cool analogies, pretty metaphors, or write a lovey dopey poem (you know, yang kayak “ketika langit tak berbintang, maka aku..”. Damn, Triple hoek dengan cuh), I definitely can’t write music. I’m a comedy writer, therefore I’m not even good with words for these kind of things.

So, I’m gonna make this ultra-simple,
the most primitive form of telling how I feel: “I love you”.

And I love being with you! I love your giggle, your silly grin, your energetic story-telling (with your hands waving aroud), your sharp bitchiness. I love our awkwardness when our hands meet, and the fact we act it cool.Oh and I love the way you walk, the way you dance, the way you sing (god, the way you sing make angels sound like Doraemon!) and how you apply your personality in a paste. I love the look in your eyes when you showed me those MJ videos, Bruce Lee interviews, those reflective eyes, longing for perfection, filled with deep thoughts and ambitions. The ambitions that I share. The way of thinking that I understand. The unconventional person, you are. You are the odd-shaped jigsaw puzzle that I’m looking to fit. And you completed me.

Thus, when they ask me: why do you love her?
I can safely say: what is not to love?

So, I am welcoming you to my life.
Now, let’s do this together, love. :)

PS: There. The first rule of blogging: write what you feel. Safely done. No insects involved.