Poto Poto Poto

Gue harap semuanya menjalani hari palentin dengan gembira. Walaupun, di hari kayak gini, sebagian besar temen gue punya masalah dengan percintaan. Temen kampus gue ada yang bingung memilih di antara dua cowok. Temen lama gue ada yang masih mentok dengan mantan pacar yang lamaaa banget. Hari kasih sayang gak selamanya harus berkasih-kasihan, eh?

Eniwei, di post kemaren beberapa orang ada yang minta fotonya keluarga gue, entah mereka kerasukan apa. The problem is, sekarang-sekarang ini susah buat moto adek-adek gue. Setiap kali gue bilang 'Sini Abang poto', mereka lari berpencar kemana-mana dengan kaki diatas dan tangan di bawah. Mereka semua takut gue poto. Mungkin gara-gara Anggi waktu itu gue poto dan dia trauma pas tahu ternyata fotonya dia gue masukin ke website (lihat post yang ini).

Tapi,
the show must go on.

Demi memotret Edgar, gue beli satu daging mentah, taro di piring. Gue lalu ngumpet di semak-semak dengan kostum loreng-loreng. Edgar lalu datang dari kejauhan sambil mengendus-endus. Oke, ini mau motret Edgar atau berburu babi hutan?


aha, dia terperangkap!

Engga berapa lama gue moto Edgar,
Ingga datang pulang sekolah.


datang tak diundang, pulang tak diantar

So there it goes, foto Edgar dan Ingga.
Sisanya adek gue laen entah kemana. Hehe.

On a different note, gue masuk ke majalah Kawanku dengan empat pose bencong. Hehe. Untuk talkshow lagi, gue bakalan ada di Pekanbaru weekend ini, lalu tanggal 23 Februari jam 1 di acara bedah kampus UI, dan tanggal 28 Februari jam 2 di kampus STAN, Bintaro.

So, see ya when I see ya!


adek-adek