Dengan ini pre-order (pesen duluan sebelum bukunya ada di toko-toko buku) buku terbaru gue berjudul Babi Ngesot: Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang berbonus kaus, resmi dibuka. Penerbitnya buku gue kali ini adalah Bukuné. Seluruh pemesan pre-order akan mendapatkan tanda tangan. Namun, hanya 150 pemesan pertama akan mendapatkan hadiah gratis kaus Babi Ngesot senilai Rp 30.000 (kamu TIDAK HARUS MEMBAYAR untuk kausnya). Pemesan duluan juga akan mendapatkan bukunya terlebih dahulu sebelum nongol di toko buku akhir bulan nanti.
=====
Prosedurnya:
1. Transfer biaya pembelian buku Babi Ngesot Rp 32.000, plus ongkos kirim. Untuk Jabodetabek ongkos kirim Rp 10.000, pulau Jawa/Sumatra/Bali Rp 15.000, di luar itu Rp 20.000. Uang tersebut dikirimkan ke Rekening BCA 714.030.9987 a.n PT Kawahmedia.
2. Fax bukti pembayaran ke nomor 021-74863332 atau 021-74863334. Bukti pembayaran ditujukkan ke Sulis. Di bukti pembayaran tersebut cantumkan nama dan alamat lengkap untuk pengiriman buku, ukuran kaus (S/M/L, sesuai dengan persediaan), serta nomor telepon yang bisa dihubungi (lebih baik HP). Tanpa bukti pembayaran, buku nggak bakalan dikirim. Setelah bukti pembayaran di-fax, baru pemesan masuk ke dalam urutan.
3. Masih bingung? Langsung aja hubungi Sulis di nomor telepon 021-7451644 atau kirim email ke kawahmedia@gmail.com. Hanya bisa dihubungi pada jam kerja.
4. Sistem pembelian dengan cara pre-order ditutup tanggal 10 April 2008 pukul 17.00 WIB. Bukunya akan diantarkan paling lambat tanggal 21 April 2008, lebih cepat dari toko buku.
=====
Cover bukunya seperti ini:

Design kausnya seperti ini (warna dasar dapat berubah):

Bukunya sendiri masih sama kayak tiga buku sebelumnya, cerita-cerita pengalaman bego gue ditulis dengan gaya komedi. Ada pengalaman tentang dunia hantu (Bab Merinding Disko, Babi Ngesot). Ada cerita adek-adek gue (Bab Ingatlah ini Sebelum Meminta Dipijit. Surup-Menyurup), cerita masa SMA (Bab Asal Jangan Jadi Perkedel), cerita pas di Adelaide (Kucing Jawa, Ketekku Bertahanlah!, Itu Kan…), dan lain-lain. Semuanya cerita nyata. Dimensinya masih sama kayak dua buku terakhir (11,5 x 19 cm). Tebal bukunya kira-kira sedikit lebih tebal dari Radikus Makankakus.
Oke dehhhh, happy pre-ordering!
buku’na seruu..
gokil..
gw baca buku nee mpe ketawa setengah idup..
sukses iiah..
ditunggu buku iiank laen’na..
Wah..
Aku mau nh kaus babi ngesot na..
Gi mana cara na?Msh ada gak kaus na ?
Ato gw bajak aja th kauh trus gw jual murah di pasaran,hwe3..
Gi mana ?
Kpan nh dik talkshow di pekanbaru.,
kmi jga di sni kn mau dpt hiburan jga dr lo..
Gw tggu yh..
Klu udh ada rncana,email gw yuh..
C_u_here..
Kpan nh dik talkshow di pekanbaru.,
kmi jga di sni kn mau dpt hiburan jga dr lo..
Gw tggu yh..
Klu udh ada rncana,email gw yuh..
Sukses trus bro !!
C_u_here..
numpang lewat
abis aku telat sih mesen nya
ap bner mukanya n idung seorg raditya dika berubah menjadi idung dan kuping babi ?
waduh…
kepopuleran bung tabib mengalahkan kepopuleran saia sebagai seorang calon madam…
perlu digugat nggak ya??
hahahahhh…
*madam_g says PEACE LOVE AND RESPECT ^ ^ v*
I found your site on technorati and read a few of your other posts. Keep up the good work. I just added your RSS feed to my Google News Reader. Looking forward to reading more from you down the road!
Pingback: aditya alfarizi’s blog » Blog Archive » Raditya Dika’s New Book, BABI NGESOT
waduhh ketinggalan berita nich…pengen buku ma kaosnya..ada lg gak ya…hiks..hiks…
hiii dika gilaaa!!!!
seruuu bgt novel loe….
gw salah satu penggemar brt loe gw suka sama semua novel yang loe bwt.
gw saranin mah lbh baik loe jadi penulis novel az.
pasti loe terkenal….
lagian novel loe juga tuh rame and kocak abis.
bisa orang ketawa walawpun lagi sedih…
and gw harap loe bisa jadi penulis yang baek…. ok
radit… lu adalah w adalah pnggmar u…..
Could i use things like Mystical Space Typhoon or dust tnadroo when it becomes an equip card?Also i heard that the blast sphere takes up a spell and trap zone when it turns into an equip card, so what if i have all 5 Spaces already taken up?Thanks!
Bentuk cincin tidak tsieedra, kami sedang mengupayakan batu-batu yang bisa dijadikan cincin. Terima kasih
Practice works wonders Starting slow and bdnuliig up your speed will be one of the most useful methods. Sometimes you may just have coordination flubs- don’t be afraid to move really really really slow in order to get it clean.
…:me! me! pernah ktesiu juga tuh meni pedi aja. tapi kok meni nya biasa banget yah treatmentnya,tapi setelah ditutup dengan OPI nail polish baru berasa abis dari salonnya.hihimampir yuk!
Congrats on feeling seltted! I, too, am dreaming of the day when I get to look at all of my books at one time, instead of having half of them in boxes in the attic.
harga yang tercantum utk 1 buah lndeupum kn?bs g pesen lndeupum kecubung tp material pendukungnya melingkupi kristalnya, jadi kyk sangkar gt?
A 3 mi 50% destruction ruiads is not not a small weapon. That would be in the 250 KT range. In the trade, we use the 50% lethality/destruction ruiads in recognition that destruction etc. is not cookie cutter. This rough measure of lethality is that circle where 1/2 the lethality is inside the circle and the other half is outside it.What’s destroyed and what’s not depends not only on the proximity of targets to the blast, but also their intrinsic vulnerabilities to the destruction mechanisms. For example, refining towers are very sensitive to blast over-pressure of about 1 psi; so total pressure, including standard atmosphere, of about 15 psi will collapse such towers and cause, in all likelihood, massive fires and explosions. On the other hand, a house built of reinforced cement would survive that and more.The radiant energy from a blast outreaches the over-pressure lethal ruiads, but not by much. If you did have a 3 mi lethal ruiads, from blast, fully exposed people dressed in dark clothes could receive 3rd degree burns at about 4 mi. And, to a point, lethal doses of prompt radiation (e.g., beta and gamma) would be received at about that range as well. So you’d have a choice of ways to expire.And if you were to look into the eye of the devil as the fireball expands, your retinae would be burned as well as your skin. Farther out, maybe 10 or more miles, you’d be temporarily blinded; something like looking up into the Sun.If the nuke is a ground burst and the prevailing winds from the epicenter blow over populated areas, millions of people could be exposed to varying levels of fallout radiation. And that radiation could enter into the food chain, like in Japan’s post tsunami scenario. My point is this. Far more people could die from fallout and such than from the prompt effects of a nuke weapon.
om radit… bukunya masih ada ga yg judulnya ini?..