studying comedy
June 22, 2007 , 10:56 amBanyak orang yang gak tahu, sebenernya menulis komedi itu gak cuman bermodal “genetik” dan “bakat” ngelucu aja. Emang sih, ada orang yang punya bakat untuk bisa membuat komentar-komentar bego dan langsung diketawain orang, tapi sebenernya komedi itu lebih banyak ke arah seni dibandingkan science. Nah, seperti kebanyakan seni, teknik-tekniknya bisa dipelajari.
Tema ini gue sempet bawa waktu acara Rotaract di Wahid Institute, di mana gue mencoba untuk presentasi makalah super singkat gue yang berjudul “Tentang Menulis Komedi”. Tapi, dasar gue orangnya gak bisa serius, waktu presentasi makalah cuman kepake 10 menit, sisanya cerita-cerita pengalaman nulis dengan bodohnya.
Eniwei, gue coba buat ringkasan terhadap makalah super singkat gue,
dan berharap bisa berbagi buat temen-temen pembaca di sini. I’m open for discussion!

Sewaktu masih di Australia, gue suka banget nonton stand-up comedy dan menganalisa bagaimana bermacam-macam orang ngelawak. Sesuai dengan namanya, stand-up comedy berarti stand-up (berdiri) di atas panggung, memegang mic sendirian, lalu menceritakan jokes-jokes secara langsung. Hal ini pernah dicoba oleh Taufik Savalas di acara Comedy Club, tapi gak berhasil karena Taufik Savalas hanya menghapalkan cerita-cerita lucu dari buku, bukannya membuat cerita dan personality-nya sendiri. Stand up comedy sangat berbeda dengan “menceritakan cerita lucuâ€Â.
Dengan ngebedah stand-up comedy gue jadi tahu bahwa semua joke itu terdiri dari dua buah kompenen dasar. Pertama setup, yaitu penjelasan dari sebuah joke, bagian dari joke itu sendiri yang tidak untuk ditertawai tapi menjadi sebuah eksposisi atau pengantar dari joke itu sendiri. Setup akan mengarah kepada punch line, ini adalah bagian yang lucu dari sebuah joke.
Berikut ini contoh dari joke dengan tipe observational comedy yang dilakukan oleh Jerry Seinfeld:
SET-UP:
Kenapa orang harus memberikan bunga? Untuk merayakan cinta saja mereka kok harus membunuh makhluk hidup, kenapa harus dibatasi dengan bunga saja?
PUNCHLINE:
Kenapa gak bilang, “Sayang, baikan yuk. Nih, bangkai tupai.â€Â
Kita bisa mengadaptasi ini untuk novel atau tulisan komedi yang kita buat, set up bisa terdiri dari beberapa kalimat, bahkan beberapa paragraf. Contoh lain dari penggunaan setup dan punchline dapat kita lihat berikut, yang gue coba buat sendiri…
SET-UP:
Edgar mengambil botol minum, tas ransel, dan kotak makanannya. Dia memang masih kelas 4 SD, tapi sifat rajinnya udah mulai muncul. Edgar tersenyum kepada ibunya dan berkata, “Mak! Berangkat sekolah dulu ya.â€Â
Ibunya bilang, “Oke. Hati-hati di sekolah ya.â€Â
PUNCH-LINE:
“Edgar! Tunggu!†Bapaknya keluar dari ruang tamu dan menghampirinya. “Kamu belum bercelana, Nak!â€Â
Menurut gue, menganalisa hubungan setup dengan punchline sebanyak-banyaknya komedian yang kita tahu, bisa membuat kita jadi semakin tajam membuat joke sendiri.
Gue setuju banget dengan apa yang ditulis Sastrawan Pilihan Tempo 2004 yang sempet jadi bos gue, AS Laksana, di harian Pikiran Rakyat: “riwayat hidup seorang penulis biasanya adalah juga riwayat hidup seorang pembaca. Ia melahap banyak bacaan, penasaran pada karya-karya yang sudah ditulis orang, dan kemudian menjadi penulis. Pada mulanya mungkin ia melakukan beberapa peniruan (bukan penjiplakan); itu proses yang wajar untuk akhirnya menemukan otentitas.â€Â
Di Indonesia, gue suka sama Samuel Mulya, menurut gue dia termasuk orang yang benar-benar tajam, lucu, dan cerdas sekaligus sewaktu menulis kolomnya yang hadir di Kompas akhir pekan. Gaya humornya yang kasual, cynical, dan sarkastik bisa membuat pembaca tersenyum dan mengangguk-angguk sendiri.
Di Amerika sendiri, komedi telah menjadi sebuah industri besar. Mereka berhasil menelurkan komedian-komedian baru yang mengambil perspektif yang sangat unik. Membedah bagaimana American comics (orang yang bekerja sebagai stand up comedian) perform di atas panggung dengan jokes-jokesnya itu sangat menyenangkan. Aura dan personality mereka pun bermacam-macam. Robin Williams sang improvisationalist terlihat seperti orang yang kerjaannya marah melulu. Jerry Seinfeld mengungkapkan keheranannya dengan dunia kita sehari-hari (observational comedy). David Letterman bener-bener wacky. Woody Allen.. wow, he’s just the best! Salah satu transkrip dari komedian paling intelek sepanjang zaman (menurut gue), Woody Allen, bisa dibaca sepenuhnya di http://ibras.dk/comedy/allen.htm.
Itu tadi para stand up comedian, kalau untuk penulis komedi, gue suka memperhatikan bagaimana Hilman Hariwijaya dengan kosakatanya yang lucu dapat ngebuat gue ketawa geli, atau gimana Sophie Kinsella yang pendekatan komedinya lebih ke situasional. David Sedaris, dengan bukunya yang baru diterjemahkan Me Talk Pretty One Day (Transmedia, 2007) jago banget ngebuat humor dengan what-if-nya dia. Sekali lagi, gue termasuk orang yang percaya semakin banyak stand up comedian yang kita tonton, dan buku humor yang kita baca, semakin tajam insting kita untuk menulis komedi.
Tapi ingat, tentu aja ada perbedaan mendasar antara mempelajari dengan meng-copy. Yang boleh dilakukan, untuk pembelajaran, adalah menganalisa struktur komedi dan formula komedi yang orang lakukan lalu menuliskannya kembali (rewrite). Dengan rewriting kita pasti akan punya gambaran jelas dalam menemukan gaya komedi sendiri.
Wah, kok jadi panjang ya..
Hehehe..
Ada banyak hal lagi yang sebenernya pengen dibahas, seperti gue kemaren baru aja baca buku yang membedah komedi secara filosofis dengan Schopenhauer sebagai pisau analisanya. Yang dibedah? Jokes-jokesnya Woody Allen di film Annie Hall. Menarik banget! Tapi itu untuk lain waktu kali ya.. Hehe.
Intinya, komedi itu suatu dunia luas untuk ngejawab satu pertanyaan..
Pertanyaan yang sebenernya, simpel banget: “Apa yang membuat saya tertawa?”
PS: Tengkiu berat buat club Rotaract yang mengundang gue di Wahid Institute. Foto-foto lain bisa dilihat di web para peserta Ardian, Yuniar, Jejen, Tuhu


September 4th, 2008 at 4:36 am
http://heroii.webhosting4free.info/sarahpal8b/|sensacion
August 8th, 2008 at 9:37 pm
“..Tapi ingat, tentu aja ada perbedaan mendasar antara mempelajari dengan meng-copy. Yang boleh dilakukan, untuk pembelajaran, adalah menganalisa struktur komedi dan formula komedi yang orang lakukan lalu menuliskannya kembali (rewrite). Dengan rewriting kita pasti akan punya gambaran jelas dalam menemukan gaya komedi sendiri..”
mksudnya ngambil metodologinya yang berharga ya? persis dengan sang gelombang”arsitek peradaban”,yg ga tabu ngambil metodologi dari buku2 apapun,termasuk sastra kidal,mksdnya ke kiri2an.
aku ko tiba2 suka dgn tulisan gy nya km,dik.
July 23rd, 2008 at 9:54 pm
djuznyp uidfz dznlywh fkljbu uyvzdqgf wzedq nufj
April 9th, 2008 at 7:55 pm
To be honest with you, I have never written any comments or posts in the Internet. This is my first time. Why did I decide to post? The answer is simple – all information here is so amazing and interesting that it’s hard to imagine someone wouldn’t comment it.
April 9th, 2008 at 5:52 pm
asm….
dit lo kren jg ya kl berpose yg “bener” kyk gtu
April 7th, 2008 at 2:05 am
Wow what a beautiful story. I have read your blog for a long time and have never posted a comment…It is no wonder that you often don’t open up comments with all the wack jobs out in this world.
February 11th, 2008 at 11:25 pm
Faxless Payday Loan…
Pay day loan will benefit visitors to get payday loans faxless for $850 to pay on humongous costs….
January 31st, 2008 at 7:39 am
Embarazadas Putas
January 31st, 2008 at 7:38 am
Jovencitas Putas
January 31st, 2008 at 7:37 am
Pezones
January 31st, 2008 at 7:35 am
Folladas
January 31st, 2008 at 7:33 am
Twistys
January 31st, 2008 at 7:31 am
virgin
January 31st, 2008 at 7:30 am
kamilla 18
January 31st, 2008 at 7:29 am
sasha fucks dasha
January 31st, 2008 at 7:28 am
young porn
January 31st, 2008 at 7:26 am
Gay Twink
January 31st, 2008 at 7:25 am
Toon Sex
January 31st, 2008 at 7:24 am
Porn Stud Search
January 31st, 2008 at 7:22 am
Skinny Bitches
January 31st, 2008 at 7:21 am
Porno Fetish
January 31st, 2008 at 7:20 am
Erotica.com
January 31st, 2008 at 7:18 am
Gay Movies
January 31st, 2008 at 7:17 am
Trannies
January 31st, 2008 at 7:16 am
Teen Anal
January 31st, 2008 at 7:14 am
Shemale Sex
January 31st, 2008 at 7:13 am
Sexy Chicas
January 31st, 2008 at 7:12 am
Porno Film
January 31st, 2008 at 7:11 am
Pee Boys
January 31st, 2008 at 7:09 am
Panty Fetish
January 31st, 2008 at 7:08 am
Monster Cocks
December 3rd, 2007 at 2:17 am
dik, gw new comer di blog lu nih
gw bacanya reverse dari depan ke belakang hehehe
gw nggak tau lu pernah nonton kuch kuch hota hai apa nggak
tapi cerita edgar lu tuh mirip ama salah satu adegan di film india itu
Anaknya Rahul si Anjeli nggak dibolehin bokapnya yaitu Rahul utk ke summer camp
maklumlah si Rahul th Doughter Complex gt
masa khawatir anaknya kedinginan karena salju di summer camp
Anjeli dan neneknya berusaha membujuk, merayu bahkan mengancam Rahul
Sampe akhirnya Rahul marah dan tetep bilang tidak
Dengan tampang marah dia langsung pergi kerja. Tapi di tengah jalan
Anjeli : papa
Rahul : Ada apa lagi!
Anjeli : papa belum pake celana
Rahul : papa emang mau pergi dengan baju begini
Tapi mungkin dia pikir amat sangat bodoh kl dia beneran ke kantor hanya dengan boxer. Akhirnya dia balik ngambil celana yg tadinya mau dipake sebelum berantem ama Anjeli.
Rahul : Supir, keluarkan celananya. Eh, mobil …
November 26th, 2007 at 2:57 am
hello…
nice…
October 10th, 2007 at 5:16 pm
Hello! Good Site! Thanks you! gitnvatzmm
October 6th, 2007 at 7:31 am
kak diKung , kapan mau ke jembeR??? Banyak banget nih yang mo beLajaR komedi….
August 9th, 2007 at 11:44 am
Kalo gw boleh ngoceh:
Antara komedi sama horo itu bak 2 sis mata uang.
1 KAlo komedi lu gak lucu, itu sama aja horor buat lu, bumerang lah istilahnya. Apa lagi dalam stand-up comedy.
2 Dan kalo lu cerita horor tapi gak serem, itu malah jadi cerita komedi.
See it?
August 8th, 2007 at 6:26 am
Dika, kalo boleh nambahin, sebenernya yang kamu tulis di post kali ini tu deket banget ma kehidupan desainer..
coincidentally, i’m one of them (biar masi belajar si. hehe)
yang kamu tulis itu, bisa diterapin ke bidang yang lebih luas dengan aplikasi yang lebih beragam. klo bole kasi tips n trik.. segala bahan bacaan yang kamu baca itu, bisa kamu jadiin input buat nambahin pola di pikiran kamu tentang gimana komedi itu bekerja. semakin banyak kita tau tentang komedi, kita makin banyak tau gimana cara buat komedi. itu emang bener banget, karena tiap kali kita mengenal komedi baru, otak kita secara otomatis membandingkannya dengan komedi yang kita tau sebelumnya, n menyimpan komedi baru itu sebagai bagian dari ‘data komedi’ di kepala kita secara keseluruhan. trus, (n mungkin yang paling penting) ketika kita ingin buat komedi baru, otak kita (secara otomatis n ga disadarin) akan memanggil lagi ingatan tentang pola2 yang kita tau n simpen sebelumnya
proses ini bisa kita jadiin lebih cepet dengan ngelakuinnya secara sadar. misal : buat catatan2 pola tersendiri, n ngembangin research sendiri (ribet banget ya??) n aku juga setuju banget klo kita tau secara sadar apa yang kita lakuin, sama halnya kamu yang baca buku komedi Schopenhauer itu
dengan begitu, kita ngurangin resiko ’salah membuat’. bukan untuk jadi kaku, tapi jangan sampe kita mau buat komedi, yang keluar malah tragedi, or komedi ‘gitu2an’ yang ga bisa disebut komedi sama sekali
another word about it, dengan makin banyak menyimpan ‘data’ tentang komedi, secara ga langsung kita ningkatin ketajaman judgment n sense kita dalam menilai n membuat komedi
tapi, tetep perlu diinget, komedi (dalam literatur?) juga bentuk seni, begitu juga dalam proses pembuatannya… dari pengalamanku, hal2 kaya gituan, seringkali ga bisa kita kontrol, bahkan ketika kita berusaha ‘memegangnya’ sekuat mungkin, kita malah ga dapet itu sama sekali. jadi, sante aja, relax n enjoy the process
kadang, kita mendapat sesuatu bukan karena kita berjalan ke arahnya n meraihnya, tapi karena kita.. ’stumble upon that’ (sori, ini kutipan :p)
aku juga baca kambingjantan n cinta brontosaurus lo 
last, aku ucapin selamat n semangat buat karya2 kamu berikutnya
August 1st, 2007 at 8:28 am
woi maz radith(maz?)!!!!!!!!!!
gw sk gaya loe!!!!!!!!!!!!!!
July 21st, 2007 at 6:23 am
dickaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bukuna nyang baru mana yahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh dah ga sabaaaaaaaaaaaaaar dik masi ada ga cd bokep loe yg ada bugilnyaaaaaaaaaaaaa mo bli nih ^^
July 20th, 2007 at 5:04 am
knp c stiap gw baca “mbe jantan” lw gw g pernah bosen,,n yg paling gw heran knp stiap baca berulang2 gw slalu ngerasa laper,apa itu salah satu efek samping dr membaca “mbe jantan” lo di malam bolong,alias jm 12 mlm k atas,eh jarumny turun ke bawah denk, eh mksdna dini hari (dini itu nm pembokat gw, salam kenal katanya bwt lo dr dy,soalny dy yg slalu buatin gw makanan kalo gw klaperan gr2 bc buku lo yg konyol itu)
trs gw pgn tw mukany c kembar donk?
c ingga yg takut bgt sm bulu itu?
hahhaaa…
trs knp waktu ade lo mw disunat harus ngeliat idung bang pito?(bner g nmnya)
emnk mirip anu yg udh disunat yah?heheehehe
kalo gt, salam kenal ajah deh,gw slalu nunggu buku lo yg k3,
btw,buku lo yg k2 gw kurang puas(ahhhhh…. ky pa aj)
abz kurang tebel ciy,,
slm bwt ade2 lo yax
thx
~happy girl~
July 16th, 2007 at 6:53 am
wadow…………..
ngomong2 itu edgar yang mana yak???
July 13th, 2007 at 11:25 am
hmmm… kenapa ga dikasi bangkai yang wangi aja sih ?
bangkai panda kan wangi.. panda lokal gituh..
July 13th, 2007 at 4:57 am
http://www.adbrite.pasarbisnis.info/index.php?id=natan
July 11th, 2007 at 2:10 pm
BolehLah dicoba…
“Kamu tau gak? Aku sayang banget sama kamu. Perjuangan berat untuk nangkep cecak dari lem lalat di rumahku ini, cuma buat ngasih tau kamu, aku pengen jadi pacarmu,”
July 10th, 2007 at 11:48 am
wahhh…kita brdua cma maw knalan yg pertama,,,coz br skr nih ngsih koment bwt kang raditya dika yg dudul inih…(peace kang!canda neh)
sekarang br mwa komen:
>bang mutuuun(alagh so knal,,,tp qt be2 mang rasanyah dah knal ajjah gt,,stlah baca dua buku trakhir bang mutun yg isinya pngalamn nan unik indah pula serta menyentuh kalbu sgala kedudulan yg di hadapi)ya ampun kita tuh mau nanya doang,,ko’ bisa sih punya pengalaman aneh”?untung kita berdua ga pernah ngalamin d kjar” ma orang lesbong(bkn orang homo coz kita kn cewek!)..n seneng bgt kayanyah skul d aussie jd srasa dkt n prnah tinggal d aussie gtuh pas baca” buku kambing yg ptama,,jadi pengen k aussie juga neyh…
>bang kambing…kapan kawin?dah dapet kambing betina blm?
>bang Dith,,sring”aja yah crita” lagih d blog,,biar kita bs ktawa” klo lg stres gara” baca pngalaman abang yg ruarrrr biasssa..(kaya M150)
>bang Dick….keren bgt sumpah,,(bukan tampang yah…PEACE BANG!BCANDA SUERRR!!)cara nyampein pngalaman k bahasa tulisannyah keren bgt atulah!!salut mah ga cukup bwat bilangnyah!!yg tpat mah bikin kita” kagum…deuh yg dikagumin!!! so..trus nulis ya bang!!di dukung berapa kilo persen yg abang butuhin …selalu deh kita bakal baca smwa yg abang tulis n post…
>udah dulu deh,,intinya sih maw bilang abang dika kerrrren dah BUKUNYA orangnya juga bole deh(jgn naik pitam yah!!skali lg bcanda)kita berdua boleh lah di sebut fans…
>maaf yah niat komen dikit malah jadi komen se-bab…atau udah dua bab yah?
>kambingjantan blog terkeren dah pokona mah…
_uie n wiet_ bandung
SMAN 8 bandung
July 8th, 2007 at 12:38 pm
hai bang kambing…-huhuhuhu…sok akrab-
gmana smua keluarga?sehat?Alhamdulillah kalo iya…
kita smua nunggu banget buku ke 3 nya…pasti langsung membludak..huahahahaha…
miss u…
zhee
July 7th, 2007 at 4:31 pm
Oh oh.. I forgat to say one more think.. Are you still single ?. Coz I think you’re pretty cute. HAHAHAHAHAHA !!!!… [ serious mode : on ].. I mean it !.
July 7th, 2007 at 4:29 pm
I’ve always like your jokes,Dika. I don’t know if you mean for them to be jokes or not. But I really like them. In Indo,at the moment, most comedians are just counting on slapsticks act. Tukul,Tessy,Jojon or whomever. Not that they suck at what they’re doin, but I think Indo needs comedians like you. The smart ones. The ones that creates jokes with words instead of (just) makin goofy faces.Well,I’m saying this not so you can get big-headed and stuff. I’m puttin’ a bit more weight on your shoulders. Hehe. Keep up the good work. And honestly, I admire you !. Cheers !